Rabu, 08 April 2020

NYALAKAN PELITA ROHANI AGAR DUNIA HARMONIS


PENDAHULUAN
Berbagai bencana alam dan musibah melanda bumi yang terus menerus dari tahun ketahun bagaikan lomba  lari estapet menandakan kehidupan dibumi memasuki masa kelam. Adanya wabah virus corona ditahun 2020 yang telah menelan korban sampai ribuan membuat suasana kehidupan  selain kelam juga agak seram bagai nonton film horor.
Kelam dan seramnya  suasana kehidupan dewasa ini dikarenakan oleh mental manusia telah dikendalikan oleh kekuatan gelap. Kekuatan gelap dalam sastra weda disebut dengan guna tamas. Guna tamas atau kekuatan gelap yang mengendalikan mental manusia tersebut membuat sikap manusia jadi cuek, masa bodoh, tak hiraukan norma agama yang penting hidup enak(suka-suka gue)
Dalam kendali sifat gelap atau guna tamas  membuat manusia bebal tidak  mempan dinasehati atau diceramahi. Tokoh agama, tokoh spiritual sudah tiada artinya bagi orang yang dikendalikan kekuatan gelap. Bila  sebagian besar penduduk dunia  telah dikendalikan kekuatan gelap maka demi ada perubahan  secara menyeluruh maka satu satunya hanya musibah yang dapat merubahnya. Musibah tersebut  menurut ajaran agama  merupakan azab Tuhan  semata.
Bagi seseorang yang merasa terenyuh  dan menyadari betapa pedihnya azab Tuhan tersebut kemudian masih berharap  kehidupan dibumi jadi harmonis, sekiranya nyalakanlah pelita rohaninya. Dihati semua orang ada Roh/atma yang merupakan  api kehidupan yang bersinar abadi. Seseorang harus  berusaha menyalakan api rohaninya supaya menjadi pelita bagi mentalnya.
Nyala dari pelita itu yang akan mengusir kekuatan gelap  dalam diri sehingga perilaku bisa selaras dengan norma. Seperti matahari terbit disaaat pagi hari membuat malam berubah jadi siang, sekiranya begitu pula bila pelita rohani dinyalakan membuat mental gelap berubah menjadi terang. Didalam mental terang akan membuat hidup selaras dengan norma yang membuat kehidupan dibumi kembali harmonis.

KOREK API DAN BATU API

Untuk menyalakan pelita api rohaninya supaya tahu caranya, sekiranya  seseorang bisa belajar dari korek api dan batu apinya. Pada korek api tersebut  ada nilai filsafat  agama yang bisa dijadikan petunjuk untuk menyalakan pelita api rohani. Dari korek api tersebut yang paling penting ditahu adalah makna dari batu api tersebut. Makna dari batu api itu perlu ditahu karena batu api itu sebagai petunjuk  supaya seseorang tahu sumber api rohani  yang kelak dijadikan pelita .
Batu api  dari korek  tersebut simbol dari Zat kekal abadi yang ada dihati semua orang yang disebut Roh, Atma, spirit dan sebutan lain sesuai bahasa manusia dibumi. Roh atau Atma itu sumber api kehidupan pada semua orang yang bila dinyalakan  bisa sebagai pelita penerang mental.
Warna hitam dari batu api melambangkan kekuatan gelap atau guna tamas yang ada dipikiran bawah sadar yang menutupi  roh tersebut. Karena itu walau aslinya roh itu bercahaya cemerlang karena tertutup kekuatan gelap cahayanya tidakmemancar  menerangi mental manusia. Kekuatan gelap membuat roh seperti membatu atau beku bagaikan batu api yang hitam sehingga kesadaran manusia bagai membatu
Menyadari roh bagai batu api membatu agar mau memancarkan cahaya atau mengeluarkan percikan bunga api rohani, seseorang harus mau berusaha mengorek ngorek rohnya. Gambaran mengorek ngorek roh tersebut seperti memutar roda korek api sampai terdengan suara krek-krek. Bersamaan dengan itu terjadi gesekan pada batu api yang memungkinkan munculnya percikan bunga api.
Untuk mengkorek-korek roh dihati  caranya dengan melakukan zikirr atau berjapa dalam hati sambil memutar mutar tasbih. Tasbih pada korek disimbolkan oleh roda putar korek api. Dalam hal ini orang memutar roda korek api merupakan simbol berzikir/berjapa sambil memutar tasbih. Berzikir atau berjapa dalam hati akan memungkinkan rohnya terkorek-korek yang memungkinkan munculnya percikan bunga api rohani.
Lakukan zikir atau berjapa   3x  sampai 5x putaran tasbih dan bahkan lebih  akan memungkinkan munculnya percikan bunga api rohani. untuk membuat mental selalu terang lakukan zikir setiap pagi dan sore hari sebagai patokan. Siang dan malam hari atau asal ada waktu lowong zikirnya baik dilakukan sebagai selingan. Supaya dari percikan bunga api rohani berubah jadi nyala api yang berguna sebagai pelita seseorang harus memiliki gas. Gas itu gagasan suci  dalam hal ini ada gagasan untuk menjadi pribadi yang taat norma dan gagasan agar kehidupan dimuka bumi harmonis. Dengan gagasan seperti itu memungkinkan percikan api rohaninya menyala sebagai pelita penerang mental.

API KEHIDUPAN, API KEBANGKITAN

Percikan api rohani bagaikan percikan api busi pada sepeda motor yang membuat motor jadi hidup saat distater. Dalam hal ini kemunculan percikan api rohani membuat tenaganya menjadi hidup dan tubuhnya bangkit ringan digerakkan. Percikan bunga api rohani tersebut yang menghidupkan dan menggerakkan fisik jadi ringan digerakkan(motor-motorik).
Percikan bunga api pada busi motor berfungsi sebagai pembakaran bensin untuk dihasilkan tenaga bagi motor agar bisa berjalan. Dalam diri manusia percikan bunga api rohani  berperan sebagai pembakaran sari sari makanan yang memungkinkan dihasilkannya tenaga. Tenaga itu yang menggerakan fisik dan menggerakkan niat untuk kemajuan kearah yang lebih baik
Dimasa kelam dari kehidupan dibumi  sekiranya akal budi manusia kebanyakan bagaikan busi motor telah kotor penuh arang hitam sisa pembakaran.  Akibatnya percikan api rohani  pada batin manusia seperti perapian busi yang mengecil dan mendekati padam. Karena mengecil maka gerakan manusia  bagai motor yang macet-macet dan bahkan terpaksa mendorongnya.
Tanpa percikan api rohani membuat tubuh jadi terasa berat bagai mendorong motor mati. Mengecilnya percikan bunga api rohani membuat pembakaran sari sari makanan tidak sempurna. Karena pembakaran kurang sempurna  maka walau makan tidak dihasilkan tenaga yang cukup.
 Begitu juga dari pembakaran kurang sempurna membuat sari sari makanan menumpuk yang memungkinkan adanya penyakit  gula.  Merebaknya penyakit gula dewasa ini  itu dikabibatkan oleh percikan api rohani telah mengecil. Manusia modern tahunya makan enak sementara perapian dalam dirinya  mengecil dibaikan.
Kekuatan gelap telah bercockol di akal budinya yang kotor bagai busi kotor menutupi bunga api rohaninya dibiarkan begitu saja. Orang modern sangat jarang membersihkan noda hitam diakal budinya bagaikan seseorang tidak pernah membersihkan busi motornya.
Kekuatan gelap pada akal budi membuat manusia modern  asyik main gelap-gelapan atau asyik bekerja hanya nuruti nafsu tak ingat ibadah. Keasyikan main gelap-gelapan maka akal budinya semakin gelap dan kotor kemudian perapiannya cepat padam.  Ketika perapian padam maka seseorang akan merasakan bingung, kacau, strees tenaga loyo berkepanjangan, sakit-sakitan kemudian ajal menjemput..
Menjalani hidup dengan akalbudi dikendalikan kekuatan gelap(tamas) akan membuat hidup bagaikan tikus yang cari penghidupan dimalam hari. Jika beragama sebatas mengikuti dogma kitab suci tanpa menyalakan api rohani  juga gelap bagaikan katak yang juga muncul dimalam hari.
Hidup dalam kegelapan tanpa pancaran cahaya api rohani membuat usia manusia pendek-pendek bagai tikus dan katak katak yang ramai bersuara dimalam hari.  Dijaman gelap atau kaliyuga dalam istilah weda umur manusia dikatakan pendek-pendek karena manusia tidak berusaha menyalakan api rohaninya.
Api rohani itu api kehidupan, api kebangkitan bagai perapian busi motor yang membuat motor hidup digerakkan.  Bila tenaga loyo berkepanjangan itu pertanda perapian dalam akal budi sudah mengecil mendekati padam. Bila ingin perapiannya membesar  seseorang harus membuka diri pada ajaran kerohanian.
Ambil amplas nama Tuhan atau mantra suci kemudian gosok akal budinya dengan berjapa atau berzikir untuk hapus noda hitam diakal budi. Lakukan  zikir pagi sore dengan penuh semangat. Setelah budi suci maka perapiannya membesar sehingga tenaganya pulih.
Bila perapian pada akal budi normal maka walau makan hanya nasi putih dengan lauknya semata  lombok dan garam saja maka tenaganya tetap segar. masa-masa muda merupakan kehidupan bagai busi motor bersih atau  baru. karena bagai budi bersih maka tenaganya tetap prima dan jauh dari penyakit. tetapi seiring usia akal budi bagai busi kotor tenaga menurun. sudah kotor tidak tahu membersihkan akal budi maka hidupnya  cepat kelam..
 
Busi kepanjangannya budi suci. Saat budi suci maka api rohani bagaikan perapian busi masih baru.Tenaganya tetap prima jika budi suci. karena itu selain makan dan minum agar prima diusia tua  sekiranya akal budinya selalu dibersihkan tiap hari. tidak ada bonus hidup untuk bersantai ria diusia tua  seperti masa muda. diusia tua manusia harus rajin bersihkan akal budinya dengan berzikir agar bangkit tenaganya(bersambung).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar