PENDAHULUAN
Berbagai
bencana alam dan musibah melanda bumi yang terus menerus dari tahun ketahun
bagaikan lomba lari estapet menandakan
kehidupan dibumi memasuki masa kelam. Adanya wabah virus corona ditahun 2020
yang telah menelan korban sampai ribuan membuat suasana kehidupan selain kelam juga agak seram bagai nonton
film horor.
Kelam dan
seramnya suasana kehidupan dewasa ini
dikarenakan oleh mental manusia telah dikendalikan oleh kekuatan gelap.
Kekuatan gelap dalam sastra weda disebut dengan guna tamas. Guna tamas atau
kekuatan gelap yang mengendalikan mental manusia tersebut membuat sikap manusia
jadi cuek, masa bodoh, tak hiraukan norma agama yang penting hidup enak(suka-suka
gue)
Dalam kendali
sifat gelap atau guna tamas membuat
manusia bebal tidak mempan dinasehati
atau diceramahi. Tokoh agama, tokoh spiritual sudah tiada artinya bagi orang
yang dikendalikan kekuatan gelap. Bila
sebagian besar penduduk dunia
telah dikendalikan kekuatan gelap maka demi ada perubahan secara menyeluruh maka satu satunya hanya
musibah yang dapat merubahnya. Musibah tersebut
menurut ajaran agama merupakan
azab Tuhan semata.
Bagi seseorang
yang merasa terenyuh dan menyadari
betapa pedihnya azab Tuhan tersebut kemudian masih berharap kehidupan dibumi jadi harmonis, sekiranya
nyalakanlah pelita rohaninya. Dihati semua orang ada Roh/atma yang
merupakan api kehidupan yang bersinar
abadi. Seseorang harus berusaha
menyalakan api rohaninya supaya menjadi pelita bagi mentalnya.
Nyala dari
pelita itu yang akan mengusir kekuatan gelap
dalam diri sehingga perilaku bisa selaras dengan norma. Seperti matahari
terbit disaaat pagi hari membuat malam berubah jadi siang, sekiranya begitu
pula bila pelita rohani dinyalakan membuat mental gelap berubah menjadi terang.
Didalam mental terang akan membuat hidup selaras dengan norma yang membuat
kehidupan dibumi kembali harmonis.
KOREK API DAN BATU API
Untuk
menyalakan pelita api rohaninya supaya tahu caranya, sekiranya seseorang bisa belajar dari korek api dan
batu apinya. Pada korek api tersebut ada
nilai filsafat agama yang bisa dijadikan
petunjuk untuk menyalakan pelita api rohani. Dari korek api tersebut yang
paling penting ditahu adalah makna dari batu api tersebut. Makna dari batu api
itu perlu ditahu karena batu api itu sebagai petunjuk supaya seseorang tahu sumber api rohani yang kelak dijadikan pelita .
Batu api dari korek
tersebut simbol dari Zat kekal abadi yang ada dihati semua orang yang
disebut Roh, Atma, spirit dan sebutan lain sesuai bahasa manusia dibumi. Roh
atau Atma itu sumber api kehidupan pada semua orang yang bila dinyalakan bisa sebagai pelita penerang mental.
Warna hitam
dari batu api melambangkan kekuatan gelap atau guna tamas yang ada dipikiran
bawah sadar yang menutupi roh tersebut.
Karena itu walau aslinya roh itu bercahaya cemerlang karena tertutup kekuatan
gelap cahayanya tidakmemancar menerangi
mental manusia. Kekuatan gelap membuat roh seperti membatu atau beku bagaikan
batu api yang hitam sehingga kesadaran manusia bagai membatu
Menyadari roh
bagai batu api membatu agar mau memancarkan cahaya atau mengeluarkan percikan
bunga api rohani, seseorang harus mau berusaha mengorek ngorek rohnya. Gambaran
mengorek ngorek roh tersebut seperti memutar roda korek api sampai terdengan
suara krek-krek. Bersamaan dengan itu terjadi gesekan pada batu api yang
memungkinkan munculnya percikan bunga api.
Untuk
mengkorek-korek roh dihati caranya
dengan melakukan zikirr atau berjapa dalam hati sambil memutar mutar tasbih.
Tasbih pada korek disimbolkan oleh roda putar korek api. Dalam hal ini orang
memutar roda korek api merupakan simbol berzikir/berjapa sambil memutar tasbih.
Berzikir atau berjapa dalam hati akan memungkinkan rohnya terkorek-korek yang
memungkinkan munculnya percikan bunga api rohani.
Lakukan zikir
atau berjapa 3x sampai 5x putaran tasbih dan bahkan
lebih akan memungkinkan munculnya
percikan bunga api rohani. untuk membuat mental selalu terang lakukan zikir
setiap pagi dan sore hari sebagai patokan. Siang dan malam hari atau asal ada
waktu lowong zikirnya baik dilakukan sebagai selingan. Supaya dari percikan
bunga api rohani berubah jadi nyala api yang berguna sebagai pelita seseorang
harus memiliki gas. Gas itu gagasan suci
dalam hal ini ada gagasan untuk menjadi pribadi yang taat norma dan
gagasan agar kehidupan dimuka bumi harmonis. Dengan gagasan seperti itu
memungkinkan percikan api rohaninya menyala sebagai pelita penerang mental.
API KEHIDUPAN, API KEBANGKITAN
Percikan api
rohani bagaikan percikan api busi pada sepeda motor yang membuat motor jadi
hidup saat distater. Dalam hal ini kemunculan percikan api rohani membuat
tenaganya menjadi hidup dan tubuhnya bangkit ringan digerakkan. Percikan bunga
api rohani tersebut yang menghidupkan dan menggerakkan fisik jadi ringan
digerakkan(motor-motorik).
Percikan bunga
api pada busi motor berfungsi sebagai pembakaran bensin untuk dihasilkan tenaga
bagi motor agar bisa berjalan. Dalam diri manusia percikan bunga api rohani berperan sebagai pembakaran sari sari makanan
yang memungkinkan dihasilkannya tenaga. Tenaga itu yang menggerakan fisik dan
menggerakkan niat untuk kemajuan kearah yang lebih baik
Dimasa kelam
dari kehidupan dibumi sekiranya akal
budi manusia kebanyakan bagaikan busi motor telah kotor penuh arang hitam sisa
pembakaran. Akibatnya percikan api
rohani pada batin manusia seperti
perapian busi yang mengecil dan mendekati padam. Karena mengecil maka gerakan
manusia bagai motor yang macet-macet dan
bahkan terpaksa mendorongnya.
Tanpa percikan
api rohani membuat tubuh jadi terasa berat bagai mendorong motor mati.
Mengecilnya percikan bunga api rohani membuat pembakaran sari sari makanan
tidak sempurna. Karena pembakaran kurang sempurna maka walau makan tidak dihasilkan tenaga yang
cukup.
Begitu juga dari pembakaran kurang sempurna
membuat sari sari makanan menumpuk yang memungkinkan adanya penyakit gula.
Merebaknya penyakit gula dewasa ini
itu dikabibatkan oleh percikan api rohani telah mengecil. Manusia modern
tahunya makan enak sementara perapian dalam dirinya mengecil dibaikan.
Kekuatan gelap
telah bercockol di akal budinya yang kotor bagai busi kotor menutupi bunga api
rohaninya dibiarkan begitu saja. Orang modern sangat jarang membersihkan noda
hitam diakal budinya bagaikan seseorang tidak pernah membersihkan busi
motornya.
Kekuatan gelap
pada akal budi membuat manusia modern
asyik main gelap-gelapan atau asyik bekerja hanya nuruti nafsu tak ingat
ibadah. Keasyikan main gelap-gelapan maka akal budinya semakin gelap dan kotor
kemudian perapiannya cepat padam. Ketika
perapian padam maka seseorang akan merasakan bingung, kacau, strees tenaga loyo
berkepanjangan, sakit-sakitan kemudian ajal menjemput..
Menjalani hidup
dengan akalbudi dikendalikan kekuatan gelap(tamas) akan membuat hidup bagaikan
tikus yang cari penghidupan dimalam hari. Jika beragama sebatas mengikuti dogma
kitab suci tanpa menyalakan api rohani
juga gelap bagaikan katak yang juga muncul dimalam hari.
Hidup dalam
kegelapan tanpa pancaran cahaya api rohani membuat usia manusia pendek-pendek
bagai tikus dan katak katak yang ramai bersuara dimalam hari. Dijaman gelap atau kaliyuga dalam istilah
weda umur manusia dikatakan pendek-pendek karena manusia tidak berusaha
menyalakan api rohaninya.
Api rohani itu
api kehidupan, api kebangkitan bagai perapian busi motor yang membuat motor
hidup digerakkan. Bila tenaga loyo
berkepanjangan itu pertanda perapian dalam akal budi sudah mengecil mendekati
padam. Bila ingin perapiannya membesar
seseorang harus membuka diri pada ajaran kerohanian.
Ambil amplas
nama Tuhan atau mantra suci kemudian gosok akal budinya dengan berjapa atau
berzikir untuk hapus noda hitam diakal budi. Lakukan zikir pagi sore dengan penuh semangat.
Setelah budi suci maka perapiannya membesar sehingga tenaganya pulih.
Bila perapian pada akal budi normal maka walau makan hanya nasi putih dengan lauknya semata lombok dan garam saja maka tenaganya tetap segar. masa-masa muda merupakan kehidupan bagai busi motor bersih atau baru. karena bagai budi bersih maka tenaganya tetap prima dan jauh dari penyakit. tetapi seiring usia akal budi bagai busi kotor tenaga menurun. sudah kotor tidak tahu membersihkan akal budi maka hidupnya cepat kelam..
Busi
kepanjangannya budi suci. Saat budi suci maka api rohani bagaikan perapian busi
masih baru.Tenaganya tetap prima jika budi suci. karena itu selain makan dan minum agar prima diusia tua sekiranya akal budinya selalu dibersihkan tiap hari. tidak ada bonus hidup untuk bersantai ria diusia tua seperti masa muda. diusia tua manusia harus rajin bersihkan akal budinya dengan berzikir agar bangkit tenaganya(bersambung).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar