Selasa, 03 September 2019

BERAGAMA DENGAN ILMU SEPEDA DAYUNG TUK MEMPERCEPAT LAJU FISIK DAN KESADARAN


                                           PENDAHULUAN
Sepeda merupakan sarana transfortasi yang diciptakan manusia yang pertama kali   yang tanpa mesin dan tidak menggunakan binatang untuk menggerakkannya.  Dengan menggunakan sepeda dayung  membuat  laju kecepatan manusia jadi bertambah  dalam bepergian kesuatu  tempat.
Karena menambah laju kecepatan  untuk pergi kesebuah tempat,sekiranya nama sepeda itu  bila direnungi diambil dari kata speed dalam bahasa inggris yang artinya kecepatan. Dari kata speed tersebut oleh lidah masyarakat indonesia  berubah menjadi sebutan kata sepeda  dan menjadi lumrah  menjadi nama dari alat transformasi yang kini disebut sepeda.
Seiring dengan kemajuan jaman sekiranya pada sebuah sepeda tersebut  memuculkan inspirasi adanya  ilmu agama  yang sekiranya  berguna untuk mempercepat(speed, sepeda) gerak fisik yang lambat agar semakin laju.  Dengan ditambahkannya kecepatannya membuat tujuan yang hendak diinginkan lebih cepat  tercapai.
 Selain itu  yang  lebih utama dengan ilmu sepeda tersebut  juga berpungsi  untuk mempercepat laju kesadaran manusia.   Di jaman modern seperti saat ini dibalik canggihnya dunia teknologi teryata disisi moral dan kesadaran manusia  jadi lalot. Dunia teknologi yang  serba canggih rupa-rupanya telah memanjakan moral dan kesadaran manusia.
Untuk memulihkan moral dan kesadaran manusia dewasa ini sekiranya  dapat ditempuh dengan beragama  berdasarkan ilmu sepeda dayung.  Dengan ilmu sepeda  dayung bila diperaktekan maka lambat laun kesadaran  bisa dipercepat(speed) kebangkitannya. Selama ini kebanyakan masyarakat beragama atas  nama tradisi dengan hasil moral dan kesadaran seperti saat ini, sekiranya  jika ingin  moral dan kesadaran  bangkit  dapat dipercepat lajunya dengan  ilmu sepeda dayung.

ILMU SEPEDA DAYUNG
Ilmu yang  terdapat pada sepeda  dayung merupakan sebuah ilmu yang begitu singkat dan sederhana sekali. Ilmunya  dikatakan singkat karena berupa singkatan kata-kata. Nama sepeda, setang, pedal, rantai, sadel dan lain sebagainya  semua itu  berupa kata singkatan. Ilmu dari sepeda dayung tersebut akan nampak jika  kata-kata itu dipanjangkan. Ilmu singkat dari sepeda dayung tersebut adalah sebagai berikut:
1.       SEPEDA  DAYUNG.
Kata sepeda dipanjangkan menjadi “ sembahyang penting dasarnya agama” dan kata dayung dipanjangkan menjadi “diawalnya akan terhuyung-huyung”. Sesuai kepanjangan kata sepeda dayung sekiranya  ilmu yang terdapat pada kata sepeda  menunjukkan bahwa sembahyang itu penting sekali  sebab sembahyanglah  hal yang mendasar dalam beragama.  Dapat dikatakan  dengan bersembahyang itu tandanya orang menjalankan ajaran agama. Kalau tidak sembahyang berarti tidak menjalankan agama.
Sesuai kepanjangan kata dayung sekiranya diawal mula orang  menjalankan ajaran agama atau memulai sembahyang degan tekun tiap hari maka  hidup seseorang biasanya  akan terhuyung- huyung atau sering kesandung masalah. Hal itu biasa terjadi jika  sedang memulai suatu kebiasaan yang baru diawalnya agak terhuyung-huyung atau sering kesandung masalah bagai orang baru memulai belajar bersepeda. Bila sudah terbiasa maka  gerakan seseorang normal dengan gerakan  dan laju kesadarannya lebih cepat sehingga dalam hal ini ajaran agama  sekiranya dapat membantu mempercepat laju  gerak fisiknya dalam melangkah atau mengambil suatu pekerjaan. Selain gerak fisik dipercepat sekiranya  kesadarannya juga dipacu dipercepat bila  hidup selalu menjalankan ajaran agama. Dewasa ini kesadaran manusia tampak alot karena  ajaran agama tidak dijalankan atau beragama  tanpa ilmunya.
2.         SETANG.
ketika orang akan menaiki sepeda sekiranya yang pertama kali  dipegang adalah  setangnya. Kata setang kepanjangannya “sembahyang tanggung jawab”.  Jadi dalam hal ini  sebagai manusia yang  beragama  sekiranya sembahyang merupakan sebuah tanggung jawab  dan sembahyang juga merupakan pegangan hidup  bagaikan setang sepeda yang  dipegang  saat bersepeda.  Dengan menjadikan agama sebagai tanggung jawab dan pegangan hidup akan membuat kesadaran  jadi meningkat/menaik seperti orang naik sepeda.
Dalam kehidupan dewasa ini banyak orang beragama  tetapi tidak dipertanggung jawabkan dengan  ketaatan sembahyang tiap hari sekiranya itulah yang membuat laju  kesadaran  manusia  jadi lalot. Karena itu agar kesadaran dan gerak fisik jadi laju sekiranya sembahyang itu perlu dijadikan pegangan  hidup dalam kesehariaan..
3.         PEDAL DAN MEMUTAR RANTAI.
Setelah memegang setang langkah selanjutnya seseorang menaiki sepeda dengan menginjak pedal untuk memutar rantai sepeda agar gerakan sepeda jadi laju.  Pedal kepanjangannya “penting dalam hati” dan kata rantai kepanjangannya “rajin memutar tasbih ingat Tuhan”.
Sesuai kepanjangan kata pedal dan  rantai  untuk mempercepat gerak fisik dan kesadaran langkah selanjutnya setelah menyembah dan memuji Tuhan adalah yang terpenting didalam hati adalah rajin memutar tasbih ingat nama  Tuhan/ mantra berulang-ulang. Seperti orang naik sepeda  yang  memutar rantai untuk menggenjot sepeda agar lari dengan kencang sekiranya rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan berkali-kali itu yang berguna untuk menggenjot laju  gerak fisik dan kesadaran. Dapat dikatakann inti ilmu agama  yang dapat menggenjot atau mempercepat laju  laju kesadaran dan gerak fisik adalah  rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan/mantra berkali-kali.
Saat kondisi  kesadaran  yang alot  seperti dewasa ini  dan juga  bila  gerakan  fisik  lamban sekali seseorang  baiknya mempercepat lajunya dengan rajin memutar tasbih ingat Tuhan..  Dengan menerapkan inti ilmu agama ini pastilah kesadaran  bisa  dipercepat lajunya.
4.         RODA 

 
Sepeda  bisa melaju  berjalan cepat dikarenakan ada roda  yang bulat yang bisa berputar.  Pada  roda ada ban, pelek, ada  gir, ada trali  yang memungkinkan  roda  bisa berputar. Roda kepanjangannya  “roh didada”.  Sesuai kepanjangan kata roda tersebut  yang membuat manusia bisa bergerakkesana kemari itu dikarenakan ada Roh dilokasi dada manusia.   roh didalam dada itu yang berperan sebagai roda kehidupan yang dapat memacu gerak fisik dan kesadaran.

Akan tetapi roh didada manusia seakan-akan bersifat  fasive. Jika manusia bermasa bodoh tidak memutar tasbih ingat nama Tuhan berkali-kali maka  rohnya akan diam.  Jika  ada seseorang yang rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan atau mantra berulang-ulang maka roh itu  baru mau aktive  menggerakkan  fisik dan kesadarannya. Karena itu agar roh atau Atma didada  mau mendorong  agar gerak fisik  dan laju kesadaran dipercepat haruslah rajin memutar tasbih ingat Tuhan.
5.         Sadel .
Sadel merupakan tempat duduk  pada sepeda. Sadel kepanjangannya “sadar, eling”.  Dalam hal ini  sadel memberi petunjuk pada kehidupan manusia mestinya sadar dan eling dengan kedudukannya  dalam hidup bermasyarakat.  Kondisi sadar dan eling dengan kedudukan tersebut  bisa dicapai dengan  menjadikan sembahyang sebagai pegangan hidup tiap hari disertai  rajin memutar tasbih  ingat nama Tuhan atau mantra suci berkali-kali. Dewasa  ini banyak orang tidak sadar diri  dan lupa akan kedudukannya sebagai  apa dimasyarakat lantaran sembahyang sebagai pegangan hidup dilupakan serta  tidak mengenjotnya dengan memutar tasbih ingat Tuhan..
6.         REM.
Sepeda yang lengkap tentudilengkapi dengan rem. Rem tersebut berfungsi untuk memberhentikan atau memperlambat kecepatan  sepeda.  Dengan adanya rem tersebut akan memungkinkan  tidak jadi benturan atau bila adanya turunan memungkinkan seseorang tidak  sampai  lolos masuk jurang.  Dengan adanya rem juga memungkinkan seseorang bisa  turun  dengan tepat pada tempat  yang akan dituju.
Sekiranya  ilmu agama yang lengkap selain menyembah, mengingat harus ada rem agamanya. Rem kepanjangannya “renungan, meditasi” jadi remnya agama adalah melakukan renungan atau meditasi.  Renungan atau meditasi merupakan sebuah usaha untuk mendiamkan  atau mengheningkan pikiran. renungan atau meditasi itu berfungsi  untuk mengerem laju kesadaran  karena  diboncengi oleh keinginan. Jika tidak dimeditasikan  pikirannnya, maka pada  saat  digenjot kesadarannya dengan memutar tasbih akan membuat laju keinginan  turut  juga  bangkit. Laju keinginan tersebut  dapat menjerumuskan  kearah yang sesat. Karena itu  supaya  keinginan  direm perlu melakukan renungan atau meditasi..
Meditasi  intinya hanya usaha mediamkan pikiran dengan cara  sadar melakukannya.  Dengan adanya upaya mendiamkan pikiran akan memungkinkan seseorang  bisa  sampai pulang kerumah abadinya iaitu Tuhan.  Tuhan berada dialam keheningan, karena  itu agar sampai pada Tuhan seseorang harus bermeditasi  tuk diamkan pikiran..Mampu mendiamkan pikiran maka seseorang akan menemukan Tuhan yang cemerlang bercahaya terang.
Karena itu bila ingin tiba dirumah abadi, selain  menyembah, memuji dan memutar tasbih ingat nama Tuhan maka giliran terakhir manusia harus berusaha bermeditasi mendiamkan pikirannya.
Saat pikiran hening  cahaya Tuhan akan hadir menerangi pikiran  yang membuat pikiran jadi terang  dan mengusir kegelapan  sehingga manusia tidak tersesat.  Jika  tidak  disertai meditasi dan hanya memuji serta memutar tasbih saja akan membuat  dorongan keinginan jadi kuat yang justru  dapat membuat manusia  bisa benturan gara-gara agama.  Beragama dilandasi dorongan nafsu dan ambisi semata  itu bagaikan  naik sepeda  tanpa pakai rem  yang berpeluang  adanya tabrakan atau terjerumus.
Karena itu  meditasi merupaka  remnya  ilmu agama  penting dipasangkan agar ilmu agamanya jadi sempurna.  Ilmu meditasi diterapkan akan memungkinkan  orang beragama  jadi selamat.  Jika  rem ilmu agama tidak dipasangkan bisa saja dijalan yang miring tajam roh didalam dada malah menggiringnya  seseorang terjatuh dijalan sesat. Setelah tersesat  dan hancur   manusia  sendiri yang merasakan penderitaan yang teramat perih.
Banyak kejadian dialam semesta  manusia menerapkan ilmu agama tanpa rem  yang membuat manusia terjerumus pada jurang kehancuran.  sebagai contoh seseorang rajin sembahyang  kuat  ingatnya  karena  tanpa rem mereka  melakukan tindakan terorisme.  ngebom sana sini lalu tertangkap oleh pihak keamanan lalu dijatuhi hukuman mati.  Saat hukuman tiba sampai teriakpun manusia menyebut Tuhan, tetapi Tuhan tidak hadir memberi keselamatan.
karena itu dalam beragama pasangkan rem ilmu agama  iaitu melakukan renungan atau meditasi.
Untuk mengetahui bagaimana cara bermeditasi nanti  baca  judul tulisan  lain diblog ini yang berjudul "meditasi Trisula". Meditasi trisula ini terinspirasi oleh filsafat pulau sulawesi,,


Kamis, 15 Agustus 2019

MEMBURU KEBERUNTUNGAN


Pendahuluan
Disadari atau tidak setiap orang didunia ini ingin punya nasib yang beruntung. Karena menginginkan nasib yang beruntung maka setiap orang penuh dengan semangat mengambil segala pekerjaan yang memungkinkan nasibnya jadi beruntung.  Dengan memperhatikan disekeliling kita berada sekiranya beberapa orang yang ada disekitar kita  ada yang benar-benar beruntung. Segala usaha yang mereka lakukan menuai sukses dan nasibnya benar-benar beruntung.
Tetapi ada pula diantara kita yang sudah mati-matian mengambil pekerjaan bahkan segala cara sudah ditempuh  nasibnya bukannya beruntung  malah buntung terkatung-katung. Begitulah fakta dilapangan ada orang beruntung  dan ada orang yang apes.
Bagi orang yang apes jangan putus asa, keberuntungan itu tidak akan datang dengan sendirinya. Justru keberuntungan tersebut harus diburu dan diburu. Selama hayat dikandung badan keberuntungan tersebut tak henti-hentinya untuk diburu.. dengan penuh semangat jika tidak hari ini esok atau lusa keberuntungan bisa diraih.

Burung Berkicau
1
 
Jika dalam memburu keberuntungan  sudah kehabisan akal atau sudah tak berdaya lagi sekiranya jangan biarkan diri dengan rasa putus asa. Putus asa itu wajar tapi jangan biarkan rasa putus asa tersebut sampai berkepanjangan. Coba perhatikan Burung yang hari-harinya gemar berkicau dengan suara yang merdu. Kebiasaan burung tersebut bisa dijadikan pedoman untuk memburu keberuntungan....
2
 
Kata burung sendiri memiliki pelajaran  yang tersembunyi sesuai dengan kepanjangan kata burung iaitu “BURU KEBERUNTUNGAN”. Pelajaran selanjutnya ditunjukkan oleh kepanjangan kata BERKICAU iaitu “ BERZIKIR CARANYA AGAR UNTUNG”. Bila kepanjangan kata Burung dan berkicau disatukan akan diperoleh pelajaran  untuk memburu keberuntungan sebagai berikut :
“Mau Buru  keberuntungan?, berzikir lo caranya agar untung”
Jadi pelajaran yang dapat diambil dari makna burung berkicau diatas  kalau mau memburu keberuntungan seseorang harus rajin berzikir. Berzikir itu artinya ingat nama Tuhan berulang-ulang setiap hari. Berzikir atau ingat nama Tuhan berulang-ulang itulah caranya agar untung atau nasib beruntung. Nama Tuhan boleh pula dinyanyikan dengan merdu
Dari pelajaran memburu keberuntungan yang diambil dari makna burung berkicau diatas, Seseorang harus menyadari Tuhanlah sumber keberuntungan. Jika mau buru keberuntungan rubah kebiasaan hidup. Kebiasaan dulu bangun pagi langsung kerja kalau ingin buru keberuntungan berzikir dulu baru kerja seperti burung berkicau dulu baru mengambil pekerjaan/cari makan.
Karenanya Tuhanlah terlebih dahulu diingat sesudah itu baru bekerja. Rahmat Tuhan atau kasih Tuhan diincar baru kerja. Jika seseorang melupakan Tuhan dan hanya bekerja melulu bisa saja Tuhan berkehendak lain. Karena itu jika nasib malang coba berZikir seperti burung-burung berkicau dipagi hari atau disore harinya dan nyanyikan pula lagu-lagu rohani dengan merdu. Mudah-mudahan nasib jadi beruntung laksana burung   bisa terbang melambung membubung tinggi mendobrak mendung.

Kedis Nguci
Dalam bahasa Bali burung disebut  KEDIS dan berkicau disebut NGUCI. Kata kedis punya pelajaran  sesuai dengan kepanjangan kata Kedis iaitu “kedisiplinan Sembahyang/salat” dan kata Nguci kepanjangannya “Ngucapangg mantra suci” artinya mengucapkan lapal suci. Bila pelajaran yang terdapat pada kata kedis dan nguci dihubungkan dengan pelajaran kata burung diatas akan diperoleh petunjuk untuk memburu keberuntungan iaitu”
“Mau buru keberuntungan? Ingat kedisiplinan sembahyang dan berzikir caranya agar beruntung  atau mengucapkan lapal suci berulang-ulang”
Jadi pelajaran yang terdapat pada burung atau kedis untuk memburu keberuntungan intinya mengajak umat kembali kejalan agama. Entah apa agama yang dipeluk semua akan memberi keberuntungan bila dijalani dengan kedisiplinan.  Selanjutnya bila seseorang beragama mengikuti gaya burung  tersebut itu berarti seseorang sedang memburu keberuntungannya. Bila seseorang dengan tekun memburu keberuntungan maka Tuhan bila waktunya akan memberikan  kebruntungan pada umatnya... karenanya bila ingin beruntung burulah keberuntungan tersebut sesuai jalur agama.....

PAHALA TERBANG..
Satu pahala yang mendasar yang diperoleh dari beragama mengikuti gaya burung adalah seperti burung yang bisa terbang. Pahalanya ditunjukkan oleh kepanjangan kata terbang iaitu :
1.      1. Terasa ringan mengambang badannya. Hal ini dapat dijelaskan melalui berzikir yang banyak (300x, 500x -1000x) perlahan-lahan tubuh terasa agak ringan dan badan bagaikan mengambang. Bagi orang yang tubuhnya terasa berat digerakkan coba saja ucapkan nama Tuhan sebanyak-banyaknya maka rasa berat dan malas akan jadi berkurang.
2.    2. Terampil, mengembang. Hal ini dijelaskan lewat kedisiplinan sembahyang dan tekun berzikir akan  membuat keterampilan jadi mengembang dari dalam diri atau dalam mengambil pekerjaan jadi lebih terampil perlahan-lahan.
Dalam bahasa  Bali kata terbang disebut dengan nama mekeber. Kata mekeber kepanjangannya “mekerane berubah” artinya menyebabkan berubah. Dalam hal ini disiplin sembahyang atau salat disertai berzikir atau mengucapkan nama Tuhan berulang-ulang itu yang menyebabkan ada perobahan dalam diri. Perobahan tersebut sesuai dengan kepanjangan kata terbang diatas...

Makna Sayap
Seperti burung bisa terbang karena ada sayap, sekiranya agar seseorang memperoleh pahala seperti yang ditunjukkan oleh kata terbang diatas, seseorang harus memiliki pengertian yang ditunjukkan oleh kepanjangan kata sayap iaitu “Saya pandai”  jadi dengan kedisiplinan sembahyang dan berzikir seseorang bisa berkata dalam hatinya “saya anak pandai”. Dengan memiliki kepandaian akan memungkinkan seseorang kesana kemari cari pekerjaan atau disuruh bekerja oleh orang lain bagaikan burung yang bisa terbang kian kemari mencari makanan.  Dalam hal ini dengan kepandeannya  seseorang bisa mengembangkan sayapnya.
Dalam bahasa Bali sayap disebut dengan nama Kampid. Kata kampid kepanjangannya “kanggoang mantrane pagehin, intine disiplin artinya “biarlah mantra ditekuni, intinya disiplin.  Jadi agar bisa berubah , jadi terampil sekiranya mantra atau lapal suci ditekuni atau intinya kedisiplinan itulah  yang utama. Walau tanpa pendidikan  formal  jika tekun disipin sembahyang dan tekun berzikir tiap hari  akan memungkinkan seseorang bisa beruntung punya keterampilan atau keahlian.  Hidup tidak mampu sekolah tinggi jika  tekun sembahyang dan berzikir tentu bisa jadi orang terampil dan beruntung.

HIDUP SELAMAT
Keberuntungan yang utama dalam hidup ini dengan beriman mengikuti  gaya burung adalah memperoleh hidup selamat. Dalam hal ini penderitaan dalam diri bisa berkurang perlahan lahan bila tekun ingat berzikir atau mengucapkan nama Tuhan berulang-ulang. Keselamatan itu datangnya dari Tuhan sesuai ayat suci berikut:
“Bagi mereka yang pikirannya tertuju terus-menerus kepadaKu, Aku segera jadi penyelamat mereka dari penderitaan dari makhluk fana(Bhagawadgita X-20).
Pada ayat diatas Tuhan telah jelas berkata bahwa Tuhan  jadi penyelamat bagi umatnya dari penderitaan bila umatnya membawa pikirannya terus-menerus  menuju Tuhan. Tuhanlah yang mengurangi penderitaan umatnya. Berzikir atau mengulang-ngulang nama Tuhan itulah cara yang singkat membawa pikiran menuju Tuhan. Bagi orang yang penuh penderitaan harus kuat-kuat berzikir setiap pagi dan sore hari atau setiap saat.
Terutama lakukan  zikir atau berjapamantra paling sedikit satu jam, maka setelah itu  tubuhnya  terasa  jadilebih ringan  dan perasaannya jadilebih plong, segar.  Tubuh terasa ringan, perasaan lega dan plong sekiranya itu merupakan salah satu dari bentuk keberuntungan.  Seseorang bisa saja beruntung punya uang banyak, pekerjaan yang menjanjikan tetapi jika  tubuhnya terasa berat, perasaan sumpek  tentu  kehidupan yang demikian juga kurang beruntung..
Karena itu  walau hidup pas-pasan secara ekonomi jika  tubuh terasa ringan, enteng dan perasaan lega, plong tentu kehidupan yang demikian merupakan kehidupan yang beruntung pula. Jadi supaya hidup beruntung dengan  hidup yang sehat, ringan, perasaa  lega dan segar sekiranya keberuntungan ini harus diburu dengan kedisiplinan  sembahyang dan berzikir sebanyak mungkin.
Bagi orang yang badannya dirasa berat dan perasaannya selalu sumpek(inguh)  baiknya berusaha memburu  keberuntungan   hidup sehat, perasaa legadanplong dengan kedisiplinan sembahyang dan berzikir. Selamat berjuang.

6
 
Gaya Burung Dara
Beriman gaya burung Dara itu intinya diambil dari kepanjangan kata Dara iaitu  Kesadaran. Kata kesadaran digabungkan dengan kepanjangan kata Burung diperoleh pelajaran  “buru keberuntungan dilandasi kesadaran”. Dalam hal ini semuai seisi keluarga beramai-ramai seperti burung dara dilandasi kesadaran untuk memburu keberuntungan dengan bersama-sama mau berzikir atau ngucapkan mantra suci berulang-ulang..
Bagi keluarga yang kurang beruntung dimana hidupnya selalu ditimpa sial, sakit-sakitan atau susah ekonomi baiknya menerapkan keyakinan gaya burung dara yang beramai ramai. Bila tidak tahu cara beriman gaya burung coba carilah orang yang mengerti lalu jadikan keyakinan tersebut sebagai kebiasaan smoga saja Tuhan memberikan keberuntungan.
Burung dara disebut juga dengan nama  burung merpati. Kata merpati dipanjangkan menjadi “meraih pahala sejati”. pahala sejati  dicapai melalui beriman gaya burung dilandasi kesadaran diri adalah berupa pengetahuan tentang kebenaran. Dengan pengetahuan tersebut seseorang jadi pemberita kebenaran atau Penginjil dalam istilah Kristen.

SUARA BURUNG BERAGAM
Didunia ini diciptakan beraneka ragam burung dengan suara yang berlainan dari setiap burung tersebut. Bercermin dari  burung tersebut  dengan rupa dan suaranya yang beragam sekiranya  lantunan pujian manusia kepada Tuhan  juga beraneka ragam sesuai  bahasa manusia  yang beragam pula.  Jika dengan melihat keaneka ragaman  suara burung yang beragam tersebut sekiranya secara alami keaneka ragaman  dalam pemujaan tersebut sah-sah saja.
Asal  pemujaan kepada Tuhan dengan  lirik pujian yang beragam dilakukan dengan kedisiplinan   tentu akan merubah seseorang jadi peribadi yang terampil dan beruntung.  Dalam hal ini semua orang berpeluang jadi pribadi  bagai burung terbang  jika  sembahyang dan berzikir dengan disiplin.  Jika secara politis atau  sah secara kenegaraan tata cara sembahyangnya  tanpa  kedisiplinan ibadah maka hasilnya   nol juga.Karena itu  walau  lantunan pujian kepada Tuhan  tidak sahsecara undang-undangkenegaraan jika  disiplin pastilah bisa jadipribadi yang beruntung.
Dengan bercermin pada  alam sekiranya manusia  bisa mengetahui  keanekaragaman tatacaramemuja Tuhan yang sekiranya sah secara  alami.  Karena itu agar  tidak panatik dalam beragama  manusia haruslah  belajar dari alam.Jika tidak belajar dari alam maka  keimanan  manusia  jadi panatik, egois.. Jika  fanatik dan egois  maka  keimanannya kurang memberi keberuntungan.

MEDITASI, IMAN GAYA BURUNG BANGAU
ketika seseorang  pergi didaerah perairan atau tempat yang ada  rawa-rawanya, sekiranya sekali-kali seseorang melihat burung bagau  bengong tak bergerak sama sekali.  Saat burung bangau bengong maka  ikan-ikan tiada  curiga pada bangau tersebut dan mengiranya sibagau tersebut tonggak kayu mati.
karena tiada curiga  si ika-ikan tersebut  ia makin dekat dengan bangau tersebut. Setelah dekat  maka bangau tersebut siap siaga tuk mematok ikan tersebut dan salah satu dari ikan tersebut  bisa diraihnya..
Burung bangau yang bengong  bagai mati tersebut  merupakan gambaran orang beriman  dengan cara bermeditasi.  selama bermeditasi seseorang akan membuat pikirannya  diam sama sekali  bagaikan bangau  diam saat mengincar ikan.
dengan kemampuan mendiamkan pikiran sediam-diamnya  maka  Sinar suci Tuhan akan  hadir  pada orang yang kuat meditasinya bagaikan ikan mendatangi bagau yang berdiri pura-pura  mati di rawa-rawa. Dengan cara bermeditasi seperti itu seorang meditator  jadi terang  dihadiri  oleh Tuhan dalam wujud cahaya..
Bagi orang yang ingin memiliki  kecemerlangan pikiran seseorang  selain memuja dan berzikir  buatlah pikiran  diam dengan  melakukan meditasi.  dalam praktek meditasi  intinya upayakan pikirannya diam atau hening. Dengan cara seperti itu  maka  sinar  suci Tuhan hadir menerangi  pikiran dan hati.
Bangau kepanjangannya "bangkit akal budi unggul".  dalam hal ini jika seseorang kuat meditasi sampai kehadiran sinar  akan membuat seseorang bangkit dengan akal budi yang unggul. Nama lain dari bangau adalah cangak yang kepanjangannya "canggih akal budinya".  dalam hal ini kehadiran  sinar suci Tuhan disaat menghening itu dapat membuat akal budi jadi semakin canggih...

MENGISI AKAL BUDI DENGAN MENERAPKAN FILSAFAT BIJA

PENDAHULUAN
Semua orang memiliki  akal budi  yang memungkinkan  mereka  bisa menimbang-nimbang,  memilah milah antara benar dan salah,menganalisih dan  mengakali. Adanya akal budi manusia tersebut    juga memungkinkan  manusia  memiliki kecerdasan, keahlian, keterampilan sehingga   manusia  bisa melahirkan karya  cipta  dan  bisa menemukan sesuatu dialam semesta.
Isi dari akal  budi  seseorang  yang berupa kecerdasan merupakan penentu  potensi  diri setiap orang.  Tergantung dari isi  akal budi seseorang  yang memungkinkan  sebagai penentu potensi seseorang dan tingkat kecerdasannya.   Semakin  banyak isinya akal budi  maka  semakin besar  potensi dan tingkat kecerdasan seseorang. Jika  isi akal budi  terbatas  maka  potensi diri dan kecerdasan seseorang  tentu terbatas  pula..
Karena isi dari  akal budi sebagai penentu potensi diri dan kecerdasan seseorang  maka  bagi orang yang  potensi diri dan kecerdasannya rendah, mereka  dapat  menambahkan isi akal budinya.  Setelah  diisi kembali maka  potensi diri dan kecerdasannya  bisa  bertambah.
Bagi orang yang ingin mengisi  akal budinya  sekiranya ada cara  yang bisa  diterapkan  untuk mengisi akalnya.   Cara mengisi akal budi tersebut  terinspirasi oleh beras yang merupakan  bagian isi  dari buah padi  yang  dipakai  sebagai bija pada upacara  keagamaan/persembahyangan dibali..
Ada nilai  filsafat  agama pada  bija tersebut yang  biasa  ditempelkan didahi,  ditelan dengan mulut  dan  ditaruh  dihulu hati pada  saat sehabis persembahyangan.  Bila  nilai  filsafat  pada  bija tersebut  diterapkan dalam beragama  maka  akal budi seseorang   akan semakin berisi atau bisa ditambahkan isinya.
Setelah berisi  akal budinya akan memungkinkan potensi diri seseorang dan kecerdasanya  bisa bertambah.  Bermodal ada potensi diri  dan kecerdasan  tentu akan  membuat hidup  jadi lebih terampil, memiliki keahlian, dan menghasilkan karya  cipta  yang memungkinkan bisa menjadi pribadi  yang  berguna  dan  jadi orang sukses.
Hidup yang  lebih berguna dan  jadi  orang  sukses  bisa   terwujud  bila  menjadi orang memiliki akalbudi yang berisi.  Karena itu supaya akal berisi  seseorang harus  mengisinya.  Seperti tempat  beras agar berisi harus  diiisi  dengan beras yang cukup..  Setelah berisi  beras  yang banyak  barulah   beras itu bisa  diambil untuk dimasak.  Begitu pula  bila isinya akal budi telah banyak  barulah  bisa  digunakan  agar menjadi peribadi  yang   sukses  dan berguna.
Karena itu agar jadi pribadi  berpotensi dan cerdas  sebaiknya   mau mengisi akal budinya. Apalagi diusia   muda agar  kelak dewasa  jadi pribadi berpotensi dan cerdas  sebaiknya diusia  muda  harus   rajin-rajin mengisi akal budi. Bukan  semasih muda  saja  bahkan  jika  sudah tua  juga  harus  mengisi  terus akal  budinya  sebab  karena  kecerdasan  sering  dipakai  akan memungkinkan kecersadannya  dan potensinya  bisa berkurang.  Supaya  tidak sampai habis  harus  diisi kembali. Hal ini bagaikan tempat penyimpanan beras  tentu saja  berasnya bisa berkurang  bila  terus  dimasak.  Supaya  tidak sampai habis  harus  diisi kembali.
Terutama  bagi orang tua  yang berharap memiliki   generasi penerus  yang berpotensi dan  cerdas   mereka   harus memiliki pengetahuan tetang filsafat bija.  Dengan berbekal pengetahuan  tersebut  mereka  dapat menerapkan  pada  generasinya  sehingga mereka menjadi  generasi yang  berpotensi  dan cerdas. Orang tua yang berpengetahuan  sangat  berperan  dalam upaya mencerdaskan  anak-anaknya sebagai generasi penerus mereka.  Karena itu penting sekali para orang tua  memiliki  pengetahuan tentang cara mengisi akal budi..

NILAI  FILSAFAT  BERAS   
Karena bija terbuat dari beras, maka nilai filsafat bija berhubungan erat dengan  nilai filsafat beras.  Nilai filsafat  beras  merupakan  sebuah pesan-pesan  singkat  dari  alam  yang terdapat pada  beras  yang dipakai sebagai  bija pada  upacara keagamaan.  Sebagai pesan  singkat  dimana  nama   beras sendiri  merupakan  kata  singkatan.  Nilai  filsafat  singkat tersebut  akan diketahui  dengan  jelas  setelah  kata  beras  tersebut  dipanjangkan. Kepanjangan  dari  kata  beras tersebut adalah:

1.     Beras  kepanjangannya  “berhasil  dan berperasaan”.
2.     Isi kepanjangannya “berisi’ berpotensi”..
3.     Baas kepanjangan  “bebaas”..
4.     BUAH kepanjangannya  “budi ahli”.
5.     Oot  kepanjangannya “idioot, sewoot, repot, ngotot..
6.     DEDAK kepajangannya  dekil,daki/Demen daki)
Sesuai kepanjangan  nama  dari  buah, beras  dan isi tersebut  dapat  dijelaskan bahwa adanya akal budi  pada dirimanusia yang memungkinkan manusia memiliki keahlian atau kepintaran.  Dalam hal ini akal budi yang berisi  yang memungkinkan seseorang jadi berpotensi memiliki keahlian, kepintaran dan kecerdasan.  Karena memiliki keahlian  atau kecerdasan  akan memungkinkan  seseorang bisa jadi orang berhasil.  Selain berasil  karena  akalnya  berisi  akan memungkinkan  jadi orang berperasaan.
Sesuai  kepanjangan kata  baas  sebagai nama beras  dalam bahasa bali  iaitu bebas,  dimana akal yang berisi  yang memberi keahlian  dapat  membebaskan  seseorang  dari  kebodohan, kemiskinan  dan tentu membebaskan  seseorang  dari kegelapan..
 Tetapi jika akal budi  kosong  hanya sebatas  wadahnya  iaitu punya pikiran saja  tanpa isi berupa akal budi  maka manusia  jadi  kurang berakal, kurang  cerdas sehingga  manusia  menjadi pribadi   idiot.  Karena idiot  biasanyamanusia  jadi suka  sewoot  dengan urusan orang lain. Sudah idiot  suka sewoot  menyebabkan   akal  budi jadi  dekil  dan daki  dipenuhi memori keburukan orang.
 Karena   dekil atau  daki pikirannya  akan membuat akal jadi semakin idiot. Karena idiot  makaa hidup dibelenggu kemiskinan, kebodohan  dan kegelapan  batin selamanya.  Susah meraih sukses yang sejati  bila  pikiran   terlalu idiot.  Karena idiot maka manusiapun  hanya bekerja mengandalkan otot.  Hidupun terasa  lebih  repot  jika bekerja  semata  hanya mengandalkan  otot..
Satu hal lagi kalau  akal budi  lemah  membuat  manusia  mempertahankan kebenaran denngan  cara  ngotot  dan  akhirnya berpeluang    mengadu otot. Jadi orang idiot  sangat  repot  diurusi atau dibina sebab  duluan  ngotot  dengan  kebenaran  yang dimilikinya.
Supaya  menjadi pribadi yang berasil, manusia  harus berusaha  mengisi akal budinya. Supaya memiliki  cara mengisi akal budi seseorang jangan ngotot dengan kebenaran  sendiri. Berusahalah membuka diri dan menerima  saran orang lain yang berpegetahuan...

FILSAFAT   BIJA.
Dari segi arti  bija  berarti benih.  Dalam filsafat agama  bija itu menunjukkan bijamantra. Dalam budaya  weda  diantara  bija mantra  yang berupa aksara-aksara, sekiranya  aksara Om merupakan bijamantra  yang paling  utama. Jika  kata  bija dipanjangkan  menjadi “bijaksana”.
Seperti sifat umum  dari  bija yang artinya benih iaitutumbuh, sekiranyanya   sifat  dari  bija mantra  juga memiliki kemampuan  tumbuh.. Dalam  hal ini  bila bijamantra om ditanamamkan dalam keyakinan  iaitu dengan diingat dan diucapkan  akan berfungsi untuk menumbuhkan  sifat-sifat  bijaksana iaitu jadi pribadi yang berperasaan. 
Sesuai makna beras  sebagai bagian isi, sekiranya  bila  bijamantra Om atau mantra  yang tersusun dari hurup-hurup yang merupakan susunan bija  mantra bila diingat dan diucapkan  akan berfungsi untuk  mengisi akal budi.  Jadi selain menumbuhkan sifat bijaksana,  bila bijamantra om ditanamkan dalam berkeyakinan  ia berfungsi untuk mengisi  akal budi  agar pikiran jadi bertambah cerdas  dan berakal.  Setelah  bertambah cerdas akan membuat seseorang bisa  jadi  berhasil.  Makna  dari  berhasil  ditunjukkan oleh pesan singkat dari kata beras  diatas.
Kata  bija yang artinya benih  bila  dihubungkan  dengan sifat benih iaitu  tumbuh, sekiranya bija mantra Om tersebut  bila  ditanamkan dan diperaktekkan dalam berkeyakinan berfungsi  untuk menumbuhkan  kecerdasan.  Dalam  hal ini  siapapun mereka  yang menanamkan  bija mantra Om  dalam   berkeyakinan  maka kecerdasannya akan tumbuh perlahan-lahan  dibarengi dengan kebijaksanaannya.
Jadi kesimpulannya  mantra om merupakan benih kebijaksanaan yang bila ditanamkan  dalam keyakinan akan menumbuhkan kebijaksanaan dan menumbuhkan kecerdasan. Sesuai arti bija yang terbuat dari beras dapat pula dikatakan  bahwa mantra om merupakan benih yang dapat membawa keberhasilan.  Bija  juga  disebut  wija  yang dipanjangkan menjadi wijaya yang artinya kemenangan. Dalam  hal ini bijamantra om merupakan benih yang dapat mengantarkan seseorang untuk meraih kemenangan(wijaya).

CARA MENGISI AKAL BUDI
Setelah mengetahui  filsafat beras  dan bija   seperti diatas  bagi orang yang ingin mengisi atau menambah akalbudinya  supaya bertambah cerdas langkah selanjutnya adalah peraktek mengisi akal budi. Dalam peraktek keagamaan  untuk mengisi akal budi  pada pikiran agar bertambah cerdas  caranya ditunjukkan oleh makna penempatan bija  pada saat sehabis persembahyangan. Makna penempatan bija tersebut  adalah:
1.              Bija  ditaruh disela alis bermakna mantra Om diingat-ingat  dengan pikiran.
2.               Bija  ditelan dengan mulut bermakna  mantra om tersebut  diucapkan   dengan  mulut
3.              Bija mantra Om ditaruh diarah hulu hati bermakna  mantra om diucapkan dalam  hati.
4.              Sisanya ditaburkan dikepala  bermakna  bija  mantra om  diucapkan  supaya  memenuhi pikiran atau sebanyak mungkin.

Sesuai makna penempatan  bija tersebut  untuk mengisi akal budi  agar  bertambah cerdas  seseorang dapat melakukannya   dengan cara  duduk bersila melakukan pemujaan . setelah memuja  ingatlah mantra om dengan pikiran, ucapkan  dengan  mulut atau ucapkan dalam hati.   Dengan  teori dan peraktek seperti tersebut  maka  kecerdasan    akan semakin bertambah.
Seperti beras  agar  bisa  dinikmati untuk dimasak dijadikan nasi  perlu beras dalam jumlah yang banyak.  Begitu juga agar kecerdasannya bisa  dinikmati  bisa menghasilkan pengetahuan, keterampilan ,   cerdas    dan cemerlang perlu pengucapan  dan mengingat  mantra  dalam jumlah yang banyak  sekali.
Karena itu demi  kecerdasan  sempurna  berusahalah  duduk  bersila lalu ucapkan  mantra Om  sebanyak   100x  sampai  500x bahkan  sampai ribuan. Lakukan  tiap pagi, sore  dan malam  hari.  Bila  sudah terkumpul dalam jumlah yang banyak  disanalahakan dirasakan  kecerdasan  dan keterampilannya   tumbuh dari diri sendiri.
Kalau baru sedikit  seperti  memasak  hanya  lima biji beras  tentu tidak akan  membuat rasa kenyang diperut. Begitu pula  kalau baru mengucapkan mantra  sampai sepuluh kali  tidak akan  ada perubahan  yang berarti. Karena itu usahakan  mengucapkan mantra   tiap hari paling sedikit  1000x  dan bila tekun  selama sebulan  berarti sudah mengumpulkan  jumlah mantra  dalam  jumlah  30.000x.   Dengan  jumlah mantra sebanyak itu  barulah akan dirasakan adanya  perubahan didalam diri.
Mengisi akal budi dengan  cara  mengucapkan  mantra  baiknya  dijadikan kegiatan rutinitas.  Bagi  orang yang masih muda  atau  bagi orang yang tiada pekerjaan merupakan  kesempatan yang bagus untuk mengisi  akalbudinya.  Dengan  mengetahui  cara mengisi akal budi  sesungguhnya  tidak ada   hari menganggur karena  waktu lowong dipakai mengisi akal budi.

SAGUNA  BRAHMAN.
Mantra om merupakan  mantra yang dipakai untuk mengingat Tuhan  yang nirguna atau tanpa perwujudan.. Bagi orang yang belum bisa  berkeyakinan pada Tuhan  yang  murni tak berwujud  sekiranya  dapat mengingat tuhan dalam aspek saguna brahman.  Saguna  brahman adalah  aspek Tuhan yang berwujud dewa dewi.  Untuk mengingat dewa dewi  seseorang dapat menggunakan mantra-mantra seperti berikut:
1.     OM  Nama Siwaya,
2.     OM Sri Laksmi yanamaha
3.     Om namo Narayanaya,
4.     Hari Om
5.     OM namo bhagawate wasudewa yanamaha,
6.     Gayatri mantra dll
Mantra tersebut  bisa dipilih salah satunya  untuk diucapkan sebanyak mungkin.  Sebaiknya mantranya  jangan digonta-gati.  Mana mantra  yang sudah jadi pilihan  harus  terus  dipertahankan.  Mengucapkan    satu mantra  sangat membantu untuk membentuk pikiran  jadi cepat terfokus  seperti tangkai  bunga teratai yang tak bercabang.
Pikiran yang terfokus  tak bercabang merupakan  bentuk pikiran  yang sehat.  Dari pikiran  yang sehat  membuat  perasaan  sehat. Sementara  pikiran  yang penuh percabangan  merupakan bentuk pikiran yang  tidak sehat.  Adanya  kepala yang sering  sakit  atau sedikit-sedikit sakit bila dipakai mikir  itu  pertanda pikiran  sudah kurang sehat. Pikiran  yang demikian sudah  bercabang-cabang.
Mengucapkan  satu jenis mantra  berulang-ulang  berguna untuk memangkas  pikiran yang bercabang agar  kembali  terfokus lurus tak bercabang.  Saat pikiran kembali lurus maka perasaan sering sakit  bisa  berkurang. Karena itu penting memfokuskan pikiran  dengan cara  mengucapkan satu jenis mantra berulang  ulang agar pikiran  jadi sehat. Sehat pikiran  maka  perasaan dan  fisik jadi sehat...
Perihal mantra untuk diulang-ulang atau dalam bahasa   agama disebut berjapamantra  sekiranya  banyak ada mantra lainnya.  Pada buku  JapaYoga  hasil karya  Swami Siwananda disana  banyak terdapat  mantra-mantra  yang bisa dipakai berjapamantra.  Pada buku tersebut  banyak  diulas tentang  japamantra.
Salah satu ulasan   tentang japamantra  yang bersifat ilmiah  dari swami siwananda adala  japamantra itu bagai ilmu pasti. Dalam artian  bila tiap hari mantra tersebut diulang-ulang maka  jumlah mantra akan bertambah banyak. Setelah dalam jumlah yang banyak  barulah dirasakan manfaatnya .  karena itu  cobalah  ucapkan  mantra sebanyak mungkin. Setelah banyak  pasti akan ada saja hasilnya. Kesehatanpun akan dirasakan jika   sudah mengucapkan mantra dalam jumlah yang banyak..

BAAS, BEBAAS, PEMBEBAS.
Sesuai kepanjangan  kata baas iaitu bebaas, sekiranya  mantra Om atau mantra Om yang disertai  nama dewa-dewi   berperan sebagai pembebas umat manusia  dari penderitaan  atau meringankan beban  manusia. Mantra itu  sebagai pembebas  kegelapan, pembebas  dari kebodohan  bahkan pembebas  dari kemiskinan..
Bila seseorang merasa  sumpek, tidak tenang, kacau, bingung  coba  disaat  sore hari duduklah  bersila  lakukan pemujaan  dan  coba  ucapkan  mantra pilihan tersebut  sebisanya  sampai  500x. Kalau bisa  sesuai  jumlah patung candi perambanan yang 1000 buah,  coba  pada saat mulai malam hari ucapkan mantra  kalau bisa  1000x  bahkan lebih. Seseorang akan merasakan manfaatnya  demi kesehatan...
Jika seseorang sedang  sakit  sudah kesana kemari  berobat  tak sembuh-sembuh  coba  padukan dengan pengucapan mantra  berulang-ulang sampai banyak kali.  Upayakan atau paksakan sedikit  agar mampu ucapkan mantra  sampai ribuan kali  saat malam hari. Bila bersungguh-sungguh   pastilah bila  waktunya   hidup terbebas  dari penderitaan atau diringankan beban deritanya...
Alangkah baiknya  mengucapkan mantra  dikala  baru dirasa  agak loyo   dari pada   sudah terlanjur  sakit parah.  Kalau sakit terlalu parah itu  bagaikan batre hp  sudah terlalu lowbed. Kalau sudah terlalu lowbet  tentu  lama banget ngisinya. Sekiranya begitulah  jika  fisik terlalu  loyo  dan kesakitan  susah pulihnya. Butuh waktu yang lama.

PURAKSARANA.
Membaca  buku japayoga  swami siwananda  didalamnya ada  istilah  yang disebut puraksarana . Puraksarana tersebut  merupakan  kegiatan disiplin japamantra pada hari hari tertentu  dalam  kurun waktu  selama  seminggu atau sebulanan disertai dengan  laku pertapaan.  Laku pertapaan  yang dimaksud adalah pada  saat melakukan kegiatan tersebut seseorang  hanya  memakan makanan yang tanpa daging, tanpa telur, tanpa garam dan tanpa bumbu. Nasi putih, tempe, tahu, buah, umbi, susu dan gula   bisa  dimakan.
Dalam kurun  waktu itu pula  seseorang harus melakukan japamantra  paling sedikit  1000x  dalam sehari. Mantra dalam jumlah tersebut dicicil  dari pagi, siang dan  sore hari.  Supaya pertapaannya berhasil  pada saat melakukan puraksarana  kalau bisa  kurangi kegiatan   yang berurusan dengan duniawi. Nanti setelah selesai  baru lakukan kegiatan sebagai mana mestinya.Pada  saat kegiatan pertapaan sebaiknya kegiatan kerja  dikurangi agar  tenaga dan pikiranya  bisa  terfokus untuk mengucapkan mantra. Setelah selesai puraksarananya  silahkan lakukan kegiatan sebagai mana mestinya.
.
Namanya kegiatan pertapaan  pada  saat melakukan kegiatan puraksarana  kalau bisa dan  diupayakan  harus  banyak mengurung diri atau  banyak menyepi.  Kalau bisa  lakukan japa  dikamar suci  atau diruang tertutup  yang tidak boleh  dimasuki orang lain.  Hal ini  bagaikan  menyekap pisang   ditempat tertutup agar cepat matang.  sebelum matang tak boleh dibuka buka. begitulah hukum melakukan pertapaan agar  isi akal budinya matang/berguna. Setelah selesai  bisa kembali berbaur dengan masyarakat sebagai mana mestinya.
Sesuai dengan pengalaman  hasil dari kegiatan puraksarana tersebut  sungguh luar biasa.  Ada   nilai plus  yang dirasakan  dari kegiatan tersebut  terutama bagi diri sendiri  dan bahkan   bagi orang lain.  Dalam praktek ini satu hal yang dibutuhkan adalah keyakinan pada  Tuhan.    Hanya itu saja  dan  bila  waktunya  Tuhan akan  mencurahkan  RahmatNya.
Rahmat yang utama sesuai  filsafat beras tersebut sekiranya pengisian   akal budi jadi lebih fokus dengan disertai kegiatan pertapaan. Selain  pengisian akal budi tentu ada rahmat Tuhan yang menyertai yang  tentunya membuat ada kebangkitan hidup   baru setelah akal budi terisi.
Karena itu bagi yang ingin berhasil dalam hidupnya sekiranya  diusia mudalah paling tepat melakukan pertapaan puraksarana. Masa muda masih banyak waktu lowong  nanti setelah dewasa disambut kehidupan berkeluarga tentu peluang  mengisi akal budi dengan melakukan pertapaan sudah terbatas.  Banyak tanggung jawab dalam hidup berkeluarga yang membuat peluang untuk melakukan pertapaan jadi tidakfokus..
HIDUP KEHABISAN AKAL
Hidup kehabisan akal  bagaikan seseorang yang kehabisan beras    yang membuat seseorang tidak bisa memasak.  Begitu pula  seseorang yang sudah kehabisan akal  membuat  mereka jadi manusia  tak berdaya, bodoh  dan  bahkan lemah tiada tenaga  serta gairah  hidup..
Menyadari diri  kehabisan akal  maka  kalau ingin ada perobahan dalam hidupnya seseorang harus  mau mengisi akalnya sendiri.   Tuhan yang disebut  maha pengasih  sudah memberi  bonus akal   sejak  manusia  terlahir. Jika  setelah  kurun  waktu tertentu akalnya habis  itu menjadi urusan manusia sendiri.  Jika  tidak mau mengisi kembali itu berarti hidupnya sudah berakhir.  Jika  berusaha mengisi  kembali akalnya berarti seseorang memperpanjang masa kontrak hidupnya.
Kebanyakan  manusia  dalam kondisi sehat mereka tidak mau masa kontrak hidupnya berakhir. Kecuali hidup dalam derita mereka  berkeinginan  ingin cepat-cepat mengakhiri  masa  hidupnya.  Karena derita  atau dililit masalah  banyak orang  nekat menghabisi kontrak hidupnya  dengan cara  bunuh diri.  Tetapi ada juga walau menderita  seseorang ingin memperpanjang  kontrak hidup didunia.
Dengan mengisi  akal budi kembali  dengan rutin mengulang-ngulang nama  Tuhan merupakan salah satu  jalan  yang berguna untuk memperpanjang masa  kontrak  hidup didunia.  Bagi orang yang masih sayang dengan  sanak saudara  silahkan perpanjang masa kontraknya  dengan  cara  rajin mengisi akal budi agar tidak kehabisan akal.

MENGISI AKAL DENGAN MENJADI ABDI

Supaya akal budi bertambah isinya sekiranya seseorang bisa menjadi seorang abdi  dalam hidup bermasyarakat.  Cara menjadi seorang abdi tuk mengisi akal budi  ditunjukkan oleh kepanjangan kata abdi iaitu:
1.       Abdi kepanjangannya “ aku berbuat dilandasi iman”
2.       Abdi kepanjangannya” Aku berbuat dengan ikhlas”
3.       Abdi kepanjangannya “Akal Budi Ditambah Isinya”
4.       Abdi kepanjangannya “akhirya  banyak dapatkan ide,inpsirasi, ilmu.
5.       Abdi  kepanjangannya “aku bisa berdikari”
6.       Abdi kepanjangannya “abadi”
7.       Abdi kepanjangannya “abad- abad dinikmati”.
Sesuai kepanjangan kata abdi diatas sekiranya untuk menjadi seorang abdi yang pertama seseorang harus berikrar didalam hati dan berkata  Aku berbuat dilandasi iman atau keyakinan pada Tuhan. Sebagai bukti yakin pada Tuhan dalam mengabdi seseorang harus berbuat dengan dilandasi keikhlasan. 

Berbuat dilandasi keikhlasan seperti menolong, membantu, melayani  , memuja Tuhan  semua itu membuat isi akal budi bertambah.  Setelah isi akal budi bertambah  tentu seseorang bisa  banyak dapat ide, dapat inspirasi dan dapat kan ilmu pengetahuan serta kecerdasannya bertambah.
setelah isinya akal budi bertambah  dengan  kecerdasan meningkat, banyak ide, ada ilmu pengetahuan tentu manusia bisa berdikari.  Hasil  karya  yang dilandasi  akal budi yang cerdas dan berpengetahuan tentu hasilnya bersifat abadi dalam artian bisa diwariskan sampai berabad-abad/ratusan tahun..
karena itu jadilah orang berbudi dengan menjadi seorang abdi dimata Tuhan.

MEMASAK.SECARA  SPIRITUAL
Kata memasak kepanjangannya "memasuki masa keemasan".  Bila sudah jadi orang berakal seperti banyaknya beras tersimpan  ditempat beras(PULU=putra luhur) itu pertanda seseorang bisa memasuki masa keemasan. Cara memasuki masa keemasan adalah dengan cara mematangkan akal budinya lewat berjapa dan meditasi  tuk menyalakan api rohani  yang berada di tungku ruang dalam hati.
kayu bakar yang dimasukkan itu simbol keinginan yang tulus dalam berjapamantra dan meditasi ingat Tuhan dalam hati sebagai Atman(Brahman Atman aikyam)  sebagai bahan bakarnya yang membuat nyala api atma membesar. Nyala api Atma yang membesar tersebut yang berfungsi mematangkan akal budi agar masak seperti beras berubah menjadi nasi(nasi=Nasib).akal budi yang masak  yang menghasilkan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi orang banyak itulah yang membuat seseorang memasuki masa keemasan/ kebangkitan..