Senin, 03 Desember 2018

UPAYA TUK CERDASKAN PIKIRAN


1.PENDAHULUAN
Setiap orang didunia ini  ingin  hidupnya menjadi pribadi yang cerdas  agar  mereka jadi orang terampil dan bisa  dengan mudah mempelajari  sesuatu  yang  memungkin  mereka  menjadi pribadi yang benar-benar  terampil. Dalam kehidupan  ini  bahkan  semua orang tua  berharap  memiliki anak anak  yang cerdas.   Denga  tujuan itu  semua orang tua berusaha  untuk menyekolahkan anaknya agar menjadi pribadi yang cerdas, terampil sehingga mereka kelak menjadi pribadi yang berguna  dan  dapat mempertanggung jawabkan hidupnya..
Dijaman modern  demi untuk mencerdaskan pikira semua orang yakin  bahwa dunia pedidikan formal merupakan tempat  tempat untuk meningkatkan kecerdasan pikiran  anak  didik. Karena itu  sekolah  formal  jadi pusat pedidikan. Seiring kemajuan  jaman, dijaman  modern  juga   produk-produk  makanan  yang bila  dikomsumsi  dapat  membuat    kecerdasan pikiran semakin bertambah..
Tetapi  bila direnungi   upaya yang dapat membuat pikiran  cerdas dijaman modern  rupa-rupanya  sangat mahal.. Menempuh pendidikan   sampai  kuliah  harganya sungguh mahal  dan kalau punya orang tua  miskin  tentu tak sanggup  kuliakan anak..  ditambah setelah tamat  kuliah  nganggur  itu hanya  menjadi beban  hidup semata..
Demikian juga adanya produk-produk makanan  yang membuat    pikiran dan akal bertambah cerdas  biayanya mahal  sekali.  Miskin secara  ekonomi  tidak mungkinlah  bisa membeliproduk tersebut. Produk yang mahal tersebut  bila dibeli terus  itu hanya  memperkaya  para pedagang multilevel semata.
Kalau hanya demi  membuat pikiran  jadi cerdas, jika  ada kemauan untuk menjadi cerdas  dan terampil  jadi  golongan  wong cilik  tidak mesti   memaksakan diri  harus  kuliah  tinggi.  Tamat sma saja  cukup  dan biarlah anak  wong  sugih saja  kuliah sampai  tinggi bahkan sampai keluar negeri. Dengan  mengenyam pendidikan  sampai kuliah tinggi-tinggi  toh tidak semuanya  benar-benar  cerdas.  Banyak juga  yang biasa-biasa saja..
Mengetahui   demikia adanya kalau ingin  cerdas  ada  teori  atau teknik  sederhana   yang membuat pikiran cerdas. Kalau semata  bikin cerdas  pikiran  teori atau teknik    ini  cukup  lumayan.  Dengan teori ini  cepat ataulambat  pikiran  yang kurang cerdas  bisa  dibuat  bertambah  cerdas.  Bagi para pelajar yang menginginkan pekerjaan memakai kecerdasan pikiran  dapat menggunakan teori ini. Dengan teori ini  akan membuat kecerdasan seseorang  jadi  bertambah atau  bisa pulih  sehingga dengan bertambahnya kecerdasan akan memungkinkan jadi anak yang terampil  dan  berguna.

II. PISAU  DAN  SANGIAN/BATU ASAH

Kalau hanya   untuk mencerdaskan pikiran  seseorang dapat belajar dan menjadikan  pisau dan  sangian atau batu asah  sebagai  petunjuknya.  Pisau  yang tajam  dapat dijadikan simbol  pikiran  yang cerdas. Seperti pisau  yang ketajaman  bisa  diasah,  sekiranya  demikian juga  padadasarnya kecerdasan pikiran itu bisa  diproses.   Dalam  hal ini sekiranya  pikiran  yang kurang cerdas  itu bisa diproses      agar berubah menjadi cerdas..
Selain  bisa  diproses  sekiranya melalui  petunjuk pisau tersebut  dimana pisau yang  yang tajam bisa menjadi tumpul itu juga  bisa dijadikan petunjuk  bahwa kecerdasan manusia  juga   bisa berubah  seperti  pisau yang tumpul..  Pisau yang tajam bisa    berubah jaditumpul  tentu karena saking sering dipakai.  Begitu juga kecerdasan  pikiran manusia  berkurang kecerdasanya  karena sering dipakai belajar, dipakai mengambil pekerjaan  dan lain sebagainya..
Berdasarkan petunjuk pisau yang bisa dipertajam  dengan  diasah  sekiranya  itulah  dapat  dijadikan petunjuk  yang sederhana sekali untuk mencerdaskan pikiran.. Berdasarkan petunjuk tersebut  sekiranya modal untuk mencerdaskan pikiran  jadi murahmeriah.
Batu asah   dalam bahasa  Bali disebut  Sangian.  Petunnjuk  untuk mencerdaskan pikiran dan yang membuat pikiran  bisa menjadi cerdas  ada pada kata  Sangian tersebut..  Kata  Sangian itu  menunjukkan  Sang Hyang  Widhi.  Kata  Widhi dalam bahasa sanskerta  artinya  Tahu”  jadi  Sang Hyang  widhi berarti   sang Hyang maha Tahu.
Batu asahatau  sangian tersebut    dipabrik  tentu   awalnya  besar  lalu demi agar bisa dimiliki oleh setiap orang  dicetak kecil-kecil   menjadi batu asah  yang  dijual ditoko-toko.  Batu  asah yang  sudah dijual ditoko itulah  yang  berguna  untuk mengasah pisau agar tajam..
Potongan batu asah  yang ada  dipasaran  itu   dapat dijadikan simbol  Atma atau Roh  yang telah dicetak  oleh Tuhan  sedemikian  rupa  untuk diletakkan dalam hatisetiap orang.  Sangian atau  batu  asah yang telah dipotong-potong itu simbol sang hyang Atma  atau sangHyang ROH. Sang Hyang  Atma tersebut  walau kecil juga  bersifat maha Tahu atauwidhi.  Seperti pisau  diasah pada  batu asah menjadi tajam, sekiranya  Sang Hyang Atma juga  bisa membuat pikiran  jadi cerdas..
Jadi untuk  mencerdaskan pikiran agar  pikiran menjadi  cepat mengetahui(widhi) sesuatu  seseorang bisa membawa pikirannya  pada Atma  yang ada dihatinya..  setiap orang  masing-masing  sudah memiliki  Atma  bagaikan  setiap rumah tangga  ada  batu asahnya.  Karena itu ingat  sanghyang widhi  yang ada dihatinya akan membuat pikiran jadi cerdas.

III. PROSES MENCERDASKAN PIKIRAN.

Untuk mencerdaskan pikiran  itu butuh prose atau cara.  Caranya sederhana  iaitu  seperti  proses  menempelkan  pisau pada sangian  lalu menggesek-gesekkannya.  Dalam  hal ini adalah  dengan cara pikiran dipakai ingat sang Hyang Atma  yang ada didalam hati.
Cara  mengingat sang Hyang Atma/ Roh   yang paling singkat adalah dengan  ingat mantra atau nama Tuhan  berkali-kali. Karena Atma ada didalam hati maka agar pikiran menempel pada Atma , mantranya harus diucapkan  didalam  hati.
Saat mantra diucapkan didalam  hati akan membuat    terjadi gesekan antara  pikiran dengan Atman  bagaikan pisau bergesekan  dengan sangian.  Gesekan itu yang membuat pikiran perlahan-lahan jadi  tajam atau cerdas. Adapun  yang membuat adanya gesekan  pada pikiran adalah karena adanya genggaman panca indra  yang duniawi  dan  kerah ketuhanan  yang saling tarik tarikan.. pegangan pancaindra  yang mendua  arah itu  yang membuat  adanya gesekan  dengan Atma itu bagaikan kedua tangan  saat memegang pisau yang sedang diasah..
Sudah hukumnya  akan terjadi tarik tarikkan dalam  panca indra manusia saat ia ingat Tuhan  yang ada dalam hatinya sediri  yang berwujud sang Hyang Atme atau Roh.  Bila seseorang terus memaksakan  diri tuk ingat  sang Hyang Widhi  dihatinya dengan mengulang-ngulang mantra  berkali kali sampai sejaman  maka pikirannya    akan berubah  jadi tajam atau cerdas..
Seperti para pekerja  atau petani dipedesaan   dipagi hari  sebelum   berangkat bekerja  maka mereka terlebih dahulu mengasahnya.  Kebiasaan mengasah  pisau dipagi hari  itu dapatdijadikan  petunjuk    iaitudemi  akal tetap cerdas atau bertambah cerdas  setiap pagi sebelum bekerja, sebelum belajar  haruslah ingat Sang Hyang Atma atau Sang Hyang  widhi dengan  cara  mengucapkan namaNya  didalam hati..
Ingat- dan  ingatnama Tuhan berkali-kali  dan biaskan  saja  kedua indra  yang berlawanan  melakukan aksi tarik menarik agar terjadi gesekan  anatara  pikiran  dengan Atman.  Melalui  gesekan tersebut akan membuat pikiran jadi lebih cerdas.. sore  harinya  juga  pikiran  dibuat demikian  maka pikiran tetap  jadi  cerdas  dan bersih.

IV.Pilsafat Batu Asah

Sepertisudah  diketahui batu asah atau Sangian  itu dapat dijadikan  simbol  Roh atau Atma, sekiranya  seperti kata  sangian  memiliki  makna,  maka batu asahpun memiliki makna.   Makna yang terdapat pada  kata batu asah    dimana kata  batunya menunjukkan batin tulus  dan kata asah dipanjangkan menjadi  “pasrahkan”..
Dalam  hal ini  agar pikiran bisa menempel pada  Atma atau  yang merupakan batu asah abadi didalam  hati  maka  batinnya harus  tulus  dalam ingat Tuhan..  Jangan ada keinginan  macem-macem  dan  parahkan dan serahkan  saja pikirannya pada Atma  dan biarlah  Atma itu merubah pikiran agar menjadi tajam dan cerdas..
Jadi  syarat pikiran   menempel pada Atma  agar  bisa jadi  cerdas   adalah  pertama  batin  tulus  dan kedua adalah pasrahkan saja  pada  kehendak  Atma yang ada dihati..  jangan   ada  memohon  macem-macem  atau dapat dikatakan bila ingat mantra atau nama Tuhan berulang-ulang   semata  hanya  ingat dan  ingat  saja mantranya sampai sebanyak mungkin..
Ingat pula   Atman itu ada dalam hati maka agar pikiran langsung  menempel  pada  Atma sekiranya  ingat mantranya  harus  didalam hati.. Kalau  mantra diucapkan  dibibir     membuat pikiran lama sekali sampai dihati. Karena itu  perlu melatih mengucapkan mantra didalam hati menutup mulut agar  pikiran  menempel pada Atma  yang membuatpikiran jadi  cerdas...
Kalau sudah  cerdas  nantinya  pikiran dengan mudah dipakai mempelajari sesuatu  seperti pisau  dipakai memotong kayu , mengolah bumbu, atau mengolah bahan  masakan.  Kalau tumpul    hanya menguras tenaga saja.

V.JENIS_JENIS SANGIAN.
Sangian atau batu asah banyak ragamnya  dan dalam bahasa  bali dan namanya juga  dibedakan .nama –nama  sangian atau batu asah dalam bahasa  bali adalah  sebagai berikut:
1.     1.  Sangian Orton
2.      2. Sangian  serawad
3.      3. Sangian  lembat.
Dari ketiga  nama  sangian tersebut    memiliki makna  tiga  cara atau teknik untuk mencerdaskan pikiran. Maknanya  ditunjukkan oleh kepanjangan  kata  dari nama sangian tersebut . Kata Orton kepanjangannya “ortone” yang artinya  berita atau kisah-kisah.  Dalam hal ini sangian orton itu  menunjukkan  cerita atau berita-berita ketuhanan  yang ditulis didalam kitab suci  itu  berfungsi  untuk mencerdaskan pikiran. isi kitab itu penting  dibaca-baca yang berguna tuk mencairkan pikiran.  Didalam kitab suci  tersebut ada petunjuk untuk ingat sanghyang widhi yang membuat pikiran  jadi cerdas.. 
Kata  serawad  punya kepanjangan  “serahang apang  wadih”  artinya serahkan pikiran  supaya  lama banget sampai terasa  bosan.  Dalam  hal ini  agar pikiran cerdas  sekiranya serahkan atau bawa pikiran pada Atma  sampai lama sekali  sampai dirasa bosan.  Dalam  hal ini seseorangdalam berserah diri pada  Tuhan dalam  hati  bisa sampai mengucapkan mantra berulang-ulang sampai berjam-jam.  Dengan  cara seperti itu  pikiran  berubah jadi cerdas...
Kata LEMBAT kepanjanganya  “lembut, hebat”.  Dalam  hal ini pikiran   yang   dipakai  ingat  Tuhan didalam  hati   akan berubah  jadi lembut  atau halus seperti pisau yang lama  diasah.. pikiran  yang lembut dan  halus itu yang membuat pikiran jadi hebat iaitu  cerdas  sekali. Jika  tidak pernah diasah  dantidak ada budaya ingat  Tuhan  sesuai  filsafatnya maka  pikiran seperti pisau  kasar  dan tumpul.  Karena itu demi pikiran cerdas   yang membuat  seseorang jadi pribadi yang hebat  makapikirannya  selalu dipasrahkan pada sang Hyang widhi yang maka Tahu...

VI.MAKNA  PISAU , TIUK..

Benda  tajam yang dibuat dari besi yang disebut pisau tersebut  itu memiliki makna yang ditunjukkan oleh kepanjangan kata pisau iaitu “penting ingat Sang Hyang Atma, ulang-ulng mantranya”.  Sesuai kepanjagan kata pisau tersebut  agar   pikiran  cerdas  sekiranya  penting  ingat  sang Hyang Atma   dengan  cara  mantra  diulang-ulang  sebanyak mungkin sampai   terasa  bosan sekali..
Kata  tiuk sendiri  kepanjangannya “Tuhane ingetang, ucapang  mantrane kerengin”  artinya  Tuhannya  diingat, ucapkan namaNya dibandelin”.  Jadi kalau ingin  cerdas pikirannya seperti pisau sekiranya  Tuhannya  diingat  dan  ucapkan  nama Tuhan  berulang-ulang dibandelin setiap pagi  dan sore hari bahkan setiap saat..
Demi  pikiran  cerdas   bila ada waktu lowong    dari pada pikiran dipakai   mikir  yang bukan-bukan  lebih baik dipakai ingat nama Tuhan sebanyak mungkin didalam hati. Dengan cara sep[erti itu  maka  pikiran   bisa berubah menjadi cerdas..

VII.PISAU  KARATAN.

Pisau  yang digeletakkan pada  tanah akan membuat  pikiran  cepat   memerah  lalu karatan.  Warna  merah pada pisau itu simbol  bara ambisi  duniawi  yang menempel  dipikiran.  Karatan itu simbol memori  duniawi yang menempel dipikiran  yang  dapat menggelapkan pikiran..Karatan  kepanjangannya  “kaku dan keberatan”.
Pisau yang digeletakkan  pada  tanah itu  melambangkan pikiran  yang dibiarkan begitu saja  hanya  ingat  dengan urusan duniawi.  Ingat kerja, ingat  makan, ingat tidur  dan  hanya ingat semua  kegiatan  duniawi. Pada pikiran  yang demikian  akan dibakar  oleh ambisi  duniawi bagai pisau memerah.
Akibat  ambisia  duniawi yang berlebihan tersebut membuat ada kenangan memori duniawi  yang membuat pikiran  jadi seperti  pisau karatan.  Kalau pikiran sudah karatan  maka     pribadi seseorang jadi kaku dan keberatan..
Karena  wataknya kaku dan keberatan  maka kesadarannya  jadi menurun  dalam hal keagamaan, kemanusiaan, kegiatan  sosial.. Manusia  jadinya  hanya berambisi untuk memenuhi kebutuhan pribadinya semata. Manusia  yang  pikirannya berkarat    tidak berguna  demi kemajuan bersama bagai pisau  berkarat yang tiada  gunanya..
Karena itu  supaya tidak menjadi pribadi yang berkarat  sekiranya penting ingat  sanghyang  widhi.  Ingat-ingat namaNya berkali-kali dan pasrahkan atau serahkan pikiran padaNya agar  dirombak biar tajam atau cerdaspikiranya.
Sarung   dan pegangan
Sarung atausaung  adalah tempat menutup  pisau agar aman  dan agar tidak membahayakan .  Dalam hal ini  kecerdasan itu  bagaikan pisau tajam  bisa juga membahayakan orang lain.  Karena  menjadi orang cerdas    bisa  saja  membuat perasaan orang terluka karena merasa terkalahkan.  Supaya  tidak melukai  orang dan hidup aman maka  kecerdasanya perlu  dimasukkan kesarungnya.
Sarung kepanjangannya “sadar,urungkan  niat”. Dalam  hal ini walau cerdas  dan tahu  urungkan saja  niatnya  dalam  mengeluarkan pandangan”.  Diduniaini  banyak orang yang merasa  pintar  dan  ingin dipandang pintar.  Mereka  yang demikian akan  sakit hatinya  bila  ada  yang mengalahkan.. karena itu demi aman   harus  sadar  urungkan  niat  tuk bicara/komentar.
Dalam  bahasa  bali  disebut  saung yang kepanjangannya  “sadar  buung  ngomong” artinya  sadar  batal bicara”. Ya  demi   aman dan tidak melukai hati seseorang,  jadi orang cerdas  harus  sadar, batal bicara, biar orang yang tumpul tidak merasa tersakiti karena dikalahkan.  Dalam hal ini  orang yang pikiranya cerdas seperti pisau yang masuk sarung..
Pegangan  pisau menunjukkan pegangan hidup atau pekerjaan. Pegangan disebut pati dalam  bahasa bali pati  itu menunjukkan pasupati artinya telah bertuah atau berguna.. Dalam hidup sebaiknya  hidup  seperti  pisau masuk sarung yang penting sudah punya pegangan sendiri atau pekerjaan sendiri  yang bermanfaat  Dalam hal ini kecerdasannya  difokuskan pada  kerjaan   masing-masing.  Tak perlu banyak omong sekiranya pekerjaan itu yang  lebih utama  yang  mestidijalani yang memberi tuah atau manfaat  dalam hidup ini.Biarlah  orang yang tidak punya pegangan  yang bertuah  yang  bebas  bicara omongkosong. Pembicaraan yang tidak bertuah(pasupati)  toh  tidak ada    gunanya.Orang yang pikirannya cerdas  harus pokus pada pegangannya/pekerjaannya..

VIII. TUHAN SUMBER KECERDASAN

Bila  direnungi   berdasarkan  nilai  filsafat   dari sangian dan pisau tersebut  bila disimpulkan  sekiraya  Tuhan  sumber kecerdasan.  Demi menolong Umatnya   agar menjadi  pribadi yang cerdas, Tuhan  telah menempatkan  bagian dari dirinya didalam  hati setiap makhluk sebagai Atma atau Roh.
Denganadanya  Roh dihati setiap orang, sekiranya  seseorang diharapkan  membawa pikirannya pada Atma  yang ada dihatinya agar menjadi cerdas  dan terampil  yang memungkinkan seseorang memiliki pegangan  hidup seperti pisau  yang ada pegangannya..
 Bila  sudah  diberikan Atma  dihatinya  lantas  sepanjang hidupmanusia  tak kenali Atmanya, tak membawa pikirannya pada Atma , tidak ingat sang Hyang Atma dihatinya itu salahnya mereka sendiri.  Mereka   telah bersekongkol dengan  egonya,  yang membuat mereka  tak kenali  Sang Hyang  Atma  dan  kenal  cara   mencerdaskan pikiranya..
Dimanapun  suatu kaum  yang  telah bersekongkol dengan  egonya  sulitlahlahmenerima  saran atau pengetahuan  yang dapat mencerdaskan pikirannya.. karena itu manusia  jangan bersekongko dengan  ego, melainkan bersekongkollah dengan Atma agar jadi pribadi yang cerdas.

IX.MANTRA MANTRA  TUK INGAT  TUHAN

Mantra mantra atau nama Tuhan untuk menepelkan pikiran  pada  sang Hyang Atma  didalam hati tidak  mesti harus  panjang –panjang. Mantra-mantra pendek  yang berupa  rumusan  nama Tuhan  itu saja   sudah cukup .  Bagi orang yang tak suka  hobi  mantra yang  banyak  cukup  pilih satu nama Tuhan  saja  yang dipilih lalu diulang-ulang  sebanyak mungkin  didalam hati.
 Dengan  cara seperti itu pikiran  langsung tertuju pada  Atma  yang membuat pikiran  jadi  cerdas  dan yang membersihkan pikiran dari karat-karat memori atau karmawasana..  ketika  pikiran menyentuh Atma   seketika itu pula  ada air  keabadian    yang membersihkan dan menyejukkan pikiran.Dalam  hal ini Atma itu sendiri sifatnya bagai air  yang dapat  membersihkan dan mencairkan pikiran.  Jadi  demi pikiran langsung terpusat pada Atma ucapkan  mantra yang pendekpendek saja. Berikut ada beberapa mantra  pendek-pendeka  yang  dapat  dipilih satu saja  untuk diulang-ulang.  Mantra-mantra tersebut diantaranya segabai berikut:
1.       Hari om
2.       OM namah Siwaya
3.       OM Atma tatwatma sudhamam swaha
4.       Om namo narayanaya dll..
Banyak ada mantra  pendek-pedek  yang bisa  diucapkan  berulang-ulang sebanyak mungkin.  Jika  ingin tahu  lagi mantra  yang lain   silahkan  baca    buku  yang berjudul   JAPA YOGA    terbitan   PARAMITA. Pada  buku itu  terdapat lebih  banyak lagi mantra pendek-pendek dan  walau banyak  demi  cepat terfokus mantra itu harus  dipilih hanya satu  selamanya tidak  boleh diganti-ganti.  Hak ini seperti masuk sekolah kejuruan harsu memilih satu jurusan saja  agar  cepat tamat dan berhasil.

X.BIASAKAN  MULAI KANAK-KANAK..

Mengucapkan  mantra atau nama Tuhan berulang-ulang  hanya ingat Sang Hyang Atma  didalam hati  bukanlah mengucapkan mantra agar jadi orang sakti atau demi hidupkan  kundalini.  Ingat Nama Tuhan berulang-ulang adalah  mengarahkan pikiran  manusia  intinya agar ingat dengan sang penciptanya iaitu Tuhan..  Ingat Tuhan  diberi bonus  jadi  pribadi cerdas  dan trampil itu  merupakan suatu keruntungan. 
Karena itu  demi    tercipta anak-anak yang cerdas  dan terampil  sejak dari kecilmereka  dibiasakan agar ingat  nama Tuhan berkali-kali   jika mereka  menghadap Tuhannya. Jadikan kebiasaan ingat Tuhan agar mereka jadi anak-anak yang cerdas..
Berikan pemahaman  pada anak didik  bahwa  Tuhan itu satu  dan  namanya  saja  yang banyak sesuai  jumlah bahasa  manusia yang ada  dimuka  bumi. Asalkan   umat itu serius ingat nama Tuhan didalam hati  maka mereka semua akan jadi pribadi yang cerdas  pula.   Jika  manusia ingat Tuhan seperti  burung beo  hanya ngoceh melulutidak didalam hati maka selamanya manusia akan menjadi beo yang bego.
 Manusia  bukanlah burung beo yang bego  yang  sepanjang masa  setia  membeo  tapi tetap bego  tidak mengerti adanya keanekaragaman  nama Tuhan  dalam kehidupan ini.  Manusia  jangan menirukan  burung  beo, manusia  dalam beriman  harus  juga menggunakan kesadarannya sendiri untuk menimbang-nimbang    antara  yang benar dan salah.   Didunia ini jangan egois  seperti beo yang hanya setia  membeo. Dunia ini penuh  warna warnai keimanan bagai  suara burung dan  warna bulu burung  yang ada dimuka bumi.  semua memiliki  corak tersendiri  yang tidak mungkin  disama ratakan ..

DUPA, PETUNJUK PENERANG MENTAL


I. PENDAHULUAN
Tujuan  dari  agama  diturunkan kemuka bumi    dimana  ajaran agama  tersebut berfungsi  sebagai petunjuk kejalann yang benar  iaitu dijalan  yang terang.  Dalam kehidupan  ini  kegelapan  yang utama  dialami oleh manusia  yang membuat hidupnya tersesat, terjebak dan terperangkap adalah kegelapan disisi mental.  Karena kegelapan yang utama ada disisi mental maka sesungguhnya ajaran agama itu sebagai petunjuk penerang mental..
Agama  hindu diantara agama  yang lain  yang ada dimuka bumi juga merupakan petunjuk penerang mental..  agama   hindu sebagai petunjuk penerang mental  merupakan agama  yang sarat dengan upacara   dan tentunya  ada  filsafat serta   ada ajaran etika atau susila  didalamnya..
Adanya  penggunaan  dupa  dalam  ajaran  hindu  itu merupakan  sisi upacaranya.  Dupa merupakan salah satu sarana upacara  yang utama dalam ajaran hindu.  Dibalik  dupa  ini terdapat nilai  filsafat  yang  bisa dijadikan petunjuk untuk menerangi mental..
Upacara  yang dalam bahasa  sansekerta  yang  terdiri dari kata upa  yang artinya dekat, pendekatan, sekiranya  adanya bentuk dupa  yang sedemikian rupa  didalamnya terdapat nilai  filsafat  yang didalamnya terdapat tatacara atau teknik  untuk mendekatkan atau tehnik untuk mempermudah agar seseorang bisa mengerti  cara untuk  membuat  mental menjadi terang..
Dapat pula  pada  dupa setelah  ditemukan  nilai  filsafatnya  didalammnya terdapat petunjuk untuk  membuat mental menjadi terang. Melalui dupa  yang merupakan  simbol tersebut setelah  filsafatnya ditemukan membuat seseorang  dengan mudah mengerti  caranya untuk membuat mental menjadi terang.
Pikiran- kacau,  ruwet,  bingung, sumpek, penat, kebimbangan,  galau, prustasi, tegang, loyo tiada  gairah dan  termasuk  orang  yang suka  berulah,  suka kejahatan merupakan  wujud  mental  gelap.  Kegelapan mental tersebut bisa  dihilangkan bila  menggunakan petunjuk pada  dupa  dalam beragama.  Beragama  disertai dengan menerapkan  nilai  filsafatnya akan membuat agama  jadi praktis  dan jelas. Asalkan  diterapkan sesuai filsafatnya  pastilah  mental manusia berubah menjadi terang..
Jika  dalam beragama  hanya upacara melulu iaitu membuat  banyak upacara dan  mempersembahkan upacara kehadapan Tuhan sementara  filsafatnya   kurang  maka  hasil dari pelaksanaan agama  kurang   sesuai harapan.  Agama kurang filsafat kurang mampu menerangi mental  masyarakat  yang ada dalam keterpurukan, atau kegelapan.  Bila beragama  hanya berupacara semata itu hanya  dapat memuaskan perasaan umat yang lagi mujur  berkelimpahan  rahmat.  Sementara  yang kegelapan, yang terpuruk  tetap  berasa  dalam  kegelapan hingga akhir  hayatnya.
Karena itu agar  mental jadi terang  sekiranya  beragama  jangan  sebatas  berupacara, melainkan  harus disertai  filsafatnya, harus belajar  jangan  hanya mewarisi.  Dengan menerapkan filsafatnya perlahan tapi pasti akan ada perubahan iaitu mental yang gelap  berubah menjadi terang. Mental bobrok akan berubah jadi  normal perlahan-lahan. Dengan   diterapkan  ajaran agama sesuai  filsafatnya  perlahan lahan tapi pasti  kelak akan ada perubahan kearah yang lebih baik bagi orang  yang menerapkannya.

II. FILSAFAT  DUPA.
Dupa  yang sedemikian rupa  tersebut   sarat dengan  nilai-nilai keagamaan  atau nilai filsafat.  Nilai  filsafat pada  dupa didalamnya  berupa petunjuk atau tatacara  dalam menerapkan ajaran agama agar mental manusia  langsung terang. Nilai  filsafat  yang terdapat  pada  dupa tersebut tentu  tidak tertulis  pada kitab suci. Betuk upacara yang nilai filsafatnya  tidak tertulis pada   kitab suci tersebut  ibarat sebuah soal  yang  diberikan oleh guru  tanpa jawabannya.  Dalam hal ini  nilai  filsafatnya itu merupakan  tugas  umatlah  yang menemukan. Hal ini ibarat seorang siswalah yang menulis jawaban dari soal yang diberikan oleh gurunya.
Perihal  tentang kebenaran nilai  filsafat pada  dupa,  sekiranya perlu diketahui  bahwa nilai filsafat pada dupa  hanya berupa petunjuk singkat  yang berupa singkatan kata-kata. Kata  dupa,  hio, lidi  sebagai bahan pembuat  dupa  dan  kata api  semuanya  merupakan pesan singkat dalam singkatan kata-kata.  Bila  pesan singkat  dalam  kata  dupa  dan kata  lainnya   setelah dipanjangkan  barulah pesan ajaran yang singkat bisa  ditemukan  dan diperaktekkan. Pesan singkat  dari ajaran agama pada kata dupa tersebut   dapat dikenali sesuai kepanjangan  kata dupa dan kata lainnya sebagai berikut :
1.      1. DUPA..
Kata  dupa  dipanjangkan menjadi  “duduk berjapa mantra”.  Hal ini dapat diterangkan  pesan ajaran  yang terkandung pada kata  dupa  adalah  hendaknya dalam menjalankan ajaran agama  seseorang  harus mengambil sikap duduk bersila.  Setelah duduk bersila  lakukan japamantra iaitu mengucapkan  mantra  sampai berkali kali.  Dupa  yang tertancap ditanah itu meyimbolkan sikap duduk bersila saat berjapa  diam tidak kemana-mana sampai berjam-jam.  Jadi  sesuai  nilai  filsafat pada kata  dupa  cara menerapkan ajaran agama adalah dengan cara  duduk bersila   diam  ditempat selama mungkin melakukan japamantra.
2.     2.   HIO.
HIO merupakan  nama lain dari  dupa  dalam  pengaruh  bahasa  cina.  Masyarakat  cina  mengenal  nama dupa  iaitu hio  karena  dalam masyarakat cina  dalam  berkeyakinan  menggunakan  dupa.  Karena itu    dicina  ada  nama  dupa dalam bahasa  cina.
Nilai filsafat yang terdapat pada kata  Hio  ditunjukkan oleh kepanjangan dari setiap hurup dari kata  hio iaitu “harus ingat OM”.  Dalam ajaran hindu  mantra Om merupakan  mantra utama yang harus diucapkan  diawal mengucapkan mantra apa saja.  Dalam berjapamantra  harus diawali  dengan mengucapkan mantra Om dahulu sampai  beberapa kali  baru lanjutkan dengan berjapa mantra. Tentang keharusan mengucapkan mantra  OM ada  slokanya di kitab manawadharmasastra).
3.      3. LIDI  DAN SERBUK KAYU
Dupa  dibuat dari sebuah lidi  yang  dilekati serbuk kayu yang  halus  dan lembut  yang  diolah  sedemikian  rupa.  Nilai filsafat  dari  kata  lidi ditunjukkan  oleh kepanjangan  kata lidi iaitu “lihatlah Dia”.   Hal ini  dapat  diterangkan saat menerapkan ajaran agama  dengan melakukan  japamantra  disaat duduk,  hendaknya seseorang berusaha  melihat  Dia   Tuhan yang ada didalam hati  iaitu Atma.  Dalam hal ini  pikirannya  yang  dipakai  untuk melihat Atma dihati  dengan cara  mengarahkan pikiran  disela alis. Melalui mengarahkan pandangan disela alis  sambil memejamkan  mata  bila pikiran diam, hening tidak kemana-mana  maka  pikiran  bisa menemukan Atma. Saat pikiran menemukan Atma  pada saat hening biasanya  disaat itu ada sepercik cahaya terang. Bila  bermeditasi ditempat gelap ataudiruang tertutup tanda-tanda  menemukan  Atma  biasanya    saat mata terpejam  suasana yang awalnya gelap perlahan  nampak terang padahal mata ditutup. Adanya  cahaya terang tersebut ibarat ujung dupa dikasi nyala api. Kehadiran cahaya  Atma tersebut     membuat pikiran jadi terang dan mentalitas  langsung jadi terang.
Lidi  dupa  yang lurus sedemikian rupa  merupakan  simbol pikiran  yang diarahkan pada Atma  dan pikiran itulah yang dipakai melihat  Atma  dalam keheningan meditasi. Atma  tak bisa dilihat  dengan  mata  biasa dan hanya bisa dilihat dengan pikiran sebagai mata ketiga.

Pikiran bisa melihat Atma  bilamana pikiran benar benar lurus eperti dupa yang lurus tertancap pada tanah. Pikiran bisa lurus menuju Atma bila pikiran hening.  Sudah sifat pikiran kocak, maunya  pergi kesana kemari.  Agar pikiran diam itu pentingnya  berjapamantra  Berjapamantra mengucapkan satu jenis mantra  sampai sebanyak mungkin  membantu membuat pikiran  yang kocak agar jadi hening.
Karena itu kalau pikiran   masih kocak, susah didiamkan  saat meditasi agar berubah jadi hening lakukan japa mantra terus menerus sambil berusaha  mengkeningkan pikiran dengan mengarahkan perhatian pikiran disela alis.
Selanjutnya  nilai  yang terdapat pada kata serbuk kayu yang menempel pada dupa ditunjukkan oleh kepanjangan kata  serbuk iaitu “sering buka kitab suci”.. Melalui sering –sering membaca kitab suci membuat  ada kenangan  isi kitab suci dipikiran.  Kenangan kitab suci yang dibaca   itu akan melekat dipikiran bagai  lidi dupa  yang dilekati dengan sebuk kayu.
Adanya kenangan kitab suci dipikiran membuat  nyala api  Atma  jadi lebih lama  diam dipikiran. Nyala api Atma yang lama dipikiran  bila  saat pagi hari bermeditasi dan berjapamantra  cukuplah sekiranya menerangi pikiran dari pagi sampai sore hari. Setelah itu sorenya lagi meditasi  maka  cahaya atma dipikiran  cukup menerangi mental selama tidur dimalam harinya.  
Jika  dalam pikiran  tidak ada kenangan   ayat-ayat suci  karena tidak rajin membaca kitab suci  maka pikiran  hanya  bagaikan lidi semata  tanpa serbuk kayu.  Pada pikiran yang demikian   akan membuat  nyala api Atma  hanya sebentar dan sesudah itu padam. Karena itu selain berjapamantra  meditasi tuk memusatkan pikiran pada Atma penting juga  rajin buka kitab suci untuk membacanya.  Rajin membaca kitab suci bagaikan  orang menempelkan serbuk kayu pada lidi untuk dijadikan dupa.

4.       4. API
Api  yang dinyalakaan pada  dupa  membuat ada  nyala terang yang terlihat.. adanya  nyala terang pada  dupa  itu memberi petunjuk kepada manusia  dalam menerapkan ajaran agama dengan cara duduk berjapa mantra  dan meditasi agar mental manusia   menemukan terang dan agar langsung menjadi terang benderang.
Nilai agama yang terdapat pada  kata Api ditujukkan oleh kepanjangan setiap hurup dari kata Api iaitu “ Atma Pelita Insani”.  Sesuai kepanjangan kata  Api tersebut  Atma didalam hati manusia  merupakan pelita  setiap Insani atau  setiap orang.  Karena Atma sebagai pelita abadi  maka pikiran yang gelap, pikiran yang kacau, ruwet  dan sumpek  harus diarahkan pada  Atma. Duduk berjapamantra disertai meditasi ditempat sepi atau dikamar itulah cara Pikiran  yang kegelapan  agar terang  harus  membawa pikiran menuju Atma..
Pikiran sumpek, stress, pikiran berisi niat jahat,  pikiran kalut, bingung  itu tanda-tanda kegelapan.  Kegelapan dalam pikiran  seperti itu  hanya  atma penerangnya, hanya atma yang melenyapkan kegelapan tersebut. Bila pikiran  hening menyatu pada Atma  maka pikiran  yang gelap langsung berubah jadi terang .
Pikiran terang  menempel pada Atma itulah sebagai  hasil  yang harus diupayakan dalam menjalankan ajaran agama dengan japamantra dan meditasi. Dengan menempelnya pikiran pada Atma  seseorang telah mencapai penerangan. Kalau sudah terang   maka kegelapan dan keruwetan dipikiran  jadi lenyap bagai kegelapan malam  akan lenyap bila  matahari terbit..
Sesuai nyala api  yang  memberi terang, sekiranya orang yang menerapkan ajaran agama dengan  cara  duduk berjapamantra dan meditasi adalah orang-orang yang kegelapan didunia.  Degan   cara  berjapamantra dan meditasi  ia  akan merasakan terangdan plong hatinya.. sementara bagi orang yang  terang mentalnya yang berkelimpahan harta bolehlah mereka  hanya  membikin banyak upacara dan puas  hanya berupacara saja.

III. ATMA  API KEHIDUPAN, sumber tenaga

Atma  didalam hati manusia merupakan  api kehidupan iaitu api  yang membuat manusia menjadi hidup. Tanda-tanda adanya kehidupan  pada manusia  adalah adanya  tenaga. Hidup  dantenaga  tidak bisa  dipisahkan  karena itu  tanda-tanda  hidup adalah adanya tenaga untuk melakukan aktivitas.
Atma  itu sendiri sumber tenaga  yang ada pada manusia.  Atma sebagai api kehidupan yang ada didalam  hati merupakan  sumber tenaga.  Dengan  adanya tenaga yang  bersumber  dari Atma  yang membuat  manusia dan semua  makhluk  menjadi hidup. Atma sebagai api kehidupan  sebagai sumber tenaga  itu bagaikan perapian pada busi  sepeda motor.
Dalam hal ini api Atma  pada  pikiran bagaikan   api  busi pada motor  yang berperan sebagai  pembakar  bensin  agar dihasilkan tenaga untuk menggerakkan  motor.  Dalam hal ini   api  Atma yang ada  dipikiran  akan memungkinkan adanya pembakaran sari-sari makanan didalam  tubuh manusia.  Melaui pembakaran tersebut  akan  dihasilkan tenaga  untuk melakukan  aktivitas..
Dalam kehidupan ini jika ada orang  yang sudah makan tetapi  tidak ada tenaga dihasilkan  itu menandakan dipikiran dan akal budinya  sudah tidak ada apinya. Pikirannya sudah gelap.  Walau makan  secukupnya jika  tidak ada nyala api Atma dipikiran maka tidak akan terjadi pembakaran  sari-sari makanan.  Tidak adanya  pembakaran  maka tidak dihasilkan tenaga  untuk bergerak.
Kalau  sudah tidak ada tenaga maka manusia  terlihat bagaikan motor yang mati.  Tubuhpun terasa berat dipakai berjalan bagaikan menuntun motor mati saja.  Karena itu agar  ada tenaga  untuk melakukan  aktivitas  penting sekali melakukan japamantra dan meditasi  untuk menghidupkan nyala api Atma dipikiran.
Dengan  nyala api Atma dipikiran  akan memungkinkan  adanya  pembakaran sari-sari makanan sehingga ada tenaga  untuk  menjalani hidup.  Nyala api Atma itu  yang membuat ada tenaga   untuk bangkit dan Atma itu sendiri api kebangkitan dalam hidup ini.  Karena itu  bila ingin ada kebangkitan ingatlah Atma  dengan rajin berjapa dan meditasi.
 Latihlah dan biasakan  diri melakukan japamantra dan meditasi memusatkan pandangan disela alis. Seperti  orang yang bisa  naik sepeda diawali latihan, sekiranya  japa dan meditasi  diawali dengan latihan atau pembiasaan.  Dengan menjadikan japa mantra dan meditasi  sebagai kebiasaan maka  perlahan-lahan  pikiran bisa terang   dan  ada kebangkitan  dalam hidup.
Bagi orang yang ingin  bangkit  silahkan lakukan  japamantra  dan meditasi . japa mantra dan meditasi itulah jalan  terang  yang dapat membuat pikiran  dan mental menjadi teranng..

IV. ATMA TENAGA TAK TERKIRA
Tenaga   yang memancar  atau mengalir  dari Atma,  rasanya  tak  terkira atau tak terbandingkan  dengan  tenaga  yang dihasilkan  dari   hasil mengkomsumsi makanan  suplemen  penghasil tenaga  buatan pabrik manapun.
Bila  dalam  meditasi  dan berjapa  bila benar-benar  hening    dan sampai menemukan  pancaran  cahayaNya   yang terang maka secara  mendadak  fisik jadi segar bertenaga.  Tubuh  yang loyo  tak bertenaga  seketika jadi bangkit  bila pikiran dalam keheningan mampu menemukan  cahaya Atma  yang terang.
Pikiran sumpek, kalut bingungpun  akan  lenyap seketika   bila kehadiran  cahaya Atma  dalam keheningan.  Demi  ada kebangkitan tenaga  dan  hidup jadi lebih sehat bersemangat   sekiranya  pancaran  cahaya Atma itulah yang diincar-incar dengan berjapa  dan meditasi..

V. MENIUP API  AGAR SEMAKIN TERANG.

Api   atau bara api bila ditiup-tiup   secara  halus maka nyalanya  akan semakin terang/ membesar.  Sekiranya  dalam berjapamantra  dan  bermeditasi penting disertai terus  dengan pernapasan  yang halus  dan sepanjang mungkin  lalu menahan napas  semampunya.  Pernapasan  itu  dapat membuat  cahaya Atma  semakin terang..
Karena itu  dalam berjapa mantra  dan meditasi  jangan melulu mengikuti    hanya menghitung  jumlah mantra  melulu sampai  ribuan, sekiranya penting  lakukan pernapasan tuk meniup  api Atma akan  cahayanya  semakin terang..
Pernapasan itu penting juga  agar    pikiran  tetap sejuk  dan tidak cepat panas.  Pernapasan itu  bagaikan  sistem pengaturan udara  pada kabulator.  Unsur udara itu penting juga  yang membuat  api Atma  bisa menyala.  Bila unsur  udara tidak ada  masuk kedalam lokasi hati lewat paru paru maka  Nyala api Atma  akan padam.  Karena  unsur pernapasan dan menjaga paru-paru  agar selaku sehat...
VI.DITEMPAT TERTUTUP ATAU DITEMPAT SEPI.
Diruang tertutup seperti  dikamar   dan ditempat-tempat sepi  seperti dihutan dan dipegunungan  merupakan tempat  yang  baik untuk berjapa dan  meditasi.  Ditempat itu   secara alami tempatnya hening.  Ditempat  yang alami hening  akan membuat pikiran cepat sekali hening.. disaat pikiran hening  biasanya  cahaya Atma mudah sekali   nampak membesar.
Bagaikan api  lilin  diruang tenang tak kencang anginnya   nyalanya biasa  terang  begitulah  cahaya api Atma dihati akan terang  dan  nampak  bila pikiran hening, diam.  Bila pikiran  bergerak kesana kemari   maka  cahaya Atma  tidak nampak  bagaikan  cahaya api lilin  ditempat yang  kencang anginnya akan lenyap padam tak terlihat..
Bagi orang yang sudah loyo-loyoan  yang sudah  tidak mempan didoping  dengan  makanan suplemen  cobalah lakuka meditasi ditempat hening . kalau takut dihutan malam hari  lakukan  saja disore harinya    dan  cobalah duduuk bermeditasi dan berjapa mantra..  Jika benar-benar hening  tak perlu  lama tinggal dihutan.  Cukup  satu jamlah  sudah ada  kebangkitan tenaga  dan sesudahitu balik lagi kerumah..
Petunjuk sudah jelas  dan terang mengapa lama-lama tinggal dihutan?.  Intinya  mental  sudah diterangi  dan segar tenaganya , ya  balik lagi kerumah kalau memang  masih ada  tanggung jawab  hidup bermasyarakat.  Jadi  bila  tenaga  sudah  agaakloyo  sekali-kali luangkan waktunya  kegunung, kehutan atau kepantai  dan  duduklah  berjapa serta bermeditasi.  Jadikan meditasi dan berjapa ditempat sepi  tuk merepres pikiran atau  represing untuk penyegaran.  Dengan  cara itu  hidup jadilebih segar danlebih sehat..
MEMBAKAR GULA
Adanya penyakit  gula  yang semarak  menyerang masyarakat dewasa ini itu dikarenakan  zari-zari makanan  iaitu  karbohidrat   telah menumpuk  berkelebihan.  Zat gula yang berkelebihan  itu yang lama-lama  jadi penyakit kencing manis.
Agar tidak menumpuk  berkelebihan  jadi penyakit gula  sekiranya  Zat gula itu  harus  dibakar. Cara membakarnya hadirkanlah api Atma dalam keheningan  meditasi dan japamantra  setiap pagi dan sore hari..   Kehadiran  api Atma  yang terang itu akan membakarnya lalu dirubahnya menjadi tenaga.  Dengan  tenaga  tersebut  akan membuat tenaga  jadi bangkit  sehingga  hidup   bisa  bergeraklincah kesana  kemari.