Senin, 14 Mei 2018

MAKNA BIJA UNTUK PENDIDIKAN


Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ide Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa karena atas asung kerta waranugrahaNya penulis dapat menuliskan buku ini.
Buku ini dengan judul makna bija untuk pendidikan merupakan buah pemikiran penulis yang muncul setelah  lama menerapkan makna bija tersebut. Buku  ini baik dijadikan pedoman  oleh para guru atau oleh orang tua dalam mendidik anak-anak. Baik pula diterapkan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan manfaatnya.
Kiranya demikianlah latar belakang buku ini dituliskan. Buku ini penuh dengan keterbatasan, diakhir kata penulis mohon maaf jika dalam penulisan karya ini ada hal yang kurang berkenan dihati para pembaca sekalian. Om Santhi Santhi Santhi Om.
                                                                                                       Wanasari  agustus 2013
                                                                           
i
 
                                                                                                                       Penulis  

Pendahuluan

Pendidikan agama adalah suatu media untuk mendidik anak didik agar ada perobahan dalam diri mereka. Perubahan yang diharapkan adalah adanya kemajuan moral, kesadaran dan kecerdasan atau pendek kata perilakunya selaras dengan darma.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut tentunya pendidikan agama perlu ditopang oleh ilmu agama  yang diterapkan dalam proses pendidikan tersebut. Dengan bantuan ilmu agama seorang guru/orang tua akan mendapatkan suatu ideologi  yang dapat dijadikan pedoman dalam membina siswa/ anaknya.
Makna bija yang sering dipakai upacara persembahyangan baik sekali dijadikan ideologi dalam mendidik siswa/anak didik. Nilai filsafat/tattwa dari bija tersebut perlu diketahui dan dimengerti sehingga dalam mendidik anak ada ideologi/ pedoman yang baku dalam mendidik anak. Mendidik siswa dengan pedoman kelak akan menyebabkan ada perobahan dalam diri   siswa sesuai dengan program yang dicanangkan dalam pendidikan agama itu sendiri.



 
 
1.MAKNA BIJA

Makna dari bija dapat ditemukan melalui penggalian makna kata dan penggalian nilai filsafat dari beras yang dijadikan bija. Dari segi kata, kata bija dalam bahasa sanskerta artinya benih. Selanjutnya bila kata bija dipanjangkan menjadi “bijaksana”.  Wija adalah nama lain dari bija, kata wija dipanjangkan menjadi wijaya yang artinya kemenangan.
Beras  sebagai sarana untuk membuat bija nilai filsafatnya ditunjukkan oleh kepanjangan kata beras iaitu “berperasaan dan Berhasil”. Dalam bahasa Bali beras disebut baas, nilai filsafatnya sesuai kepanjangan kata baas iaitu “bebas”. Beras sebagai buah sendiri sebagai simbol budi yang berisi.

 
Dari penggalian nilai filsafat bija yang dibuat dari beras tersebut nilainya dapat dirangkum dengan definisi atau pengertian “bija adalah benih kebijaksanaan yang dapat membuat seseorang memiliki akal budi yang memungkinkan seseorang jadi lebih berperasaan, jadi  berhasil ,meraih kemenangan dan membuat batinnya bebaas dari kebodohan.
  Demikianlah nilai filsafat dari bija atau wija yang memberikan suatu pengertian singkat yang sekiranya baik sekali dijadikan ideologi atau pedoman dalam mendidik siswa.

2.Simbol mantra OM.

Dalam sastra weda mantra om merupakan benih dari semua mantra atau disebut dengan bijamantra. Bija yang dipakai sarana upacara persembahyangan sendiri merupakan simbol penggunaan bijamantra Om dalam  beragama. Selanjutnya bija mantraOm bila dihubungkan dengan pengertian bija diatas akan diperoleh pengertian  sebagai berikut:
  1.  Mantra Om adalah benih kebijaksanaan yang dapat membuat seseorang semakin berbudi, cerdas  yang memungkinkan seseorang kelak jadi orang berhasil meraih kemengan.
  2. Mntra OM  adalah  benih kebijaksanaan yang dapat  membuat  seseorang  semakin berbudi luhur  dengan  hati berperasaan
  3. Mantra OM  adalah benih kebijaksanaan yang dapat membuat seseorang  semakin berbudi  yang membuatnya bebas  dari kegelapa, bebas  dari kebodohan,  dan bebas  dari penderitaan. 
Demikianlah  tiga   definisi  atau pengertian dari bijamantra Om  yang dihubungka  dengan  filsafat bija  yang terbuat dari beras. Makna  bija tersebut penting  dimengerti  oleh seseorang  dalam berkeyakinan  sehingga  diperoleh hasil  sesuai  dengan yang  ditunjukkan  oleh  filsafat  bija tersebut.


3.Cara menerapkan bijamantra Om 
Cara menerapkan bija mantra Om dalam praktek pendidikan keagamaan adalah sesuai dengan penggunaan bija dalam upacara persembahyangan. Dalam persembahyangan bija diletakkan didahi, ditelan dengan mulut dan diletakkan dihulu hati. Dalam penerapannya penggunaan bija mantra Om tersebut sesuai dengan makna penempatan bija tersebut sebagai berikut:
1.   
  • Penempatan bija disela alis/dahi itu bermakna  bijamantra Om yang  diingat berkali-kali  dengan pikiran agar menempel dipikiran.
  •  Menelan bija dengan Mulut bermakna  bijamantra Om diucapkan berkali-kali dengan mulut.
  • Meletakkan bija dihulu hati bermakna ucapkan bijamantra Om didalam hati bila situasi lingkungan tidak mengijinkan.
Jadi sesuai dengan  penempatan bija  diatas sekiranya dalam praktek keagamaan ketika sembahyang yang perlu dilakukan adalah seseorang/umat/siswa harus menggunakan pikiran untuk mengingat mantra Om sebanyak-banyaknya dan menggunakan mulutnya untuk mengucapkan mantra Om sebanyak-banyaknya, serta ketika berada diluar tempat suci agar tidak disangka yang bukan bukan seseorang dapat mengucapkan mantra om didalam hatinya saja.

 
Jadi dalam proses pendidikan keagamaan praktek menerapkan makna bija dengan mengingat dan mengucapkan mantra om  perlu dianjurkan kepada siswa/umat agar mereka kelak jadi pribadi-pribadi yang bijaksana. Pribadi bijaksana,yang berbudi luhur, cerdas, berperasaan, bebas dari kebodohan itulah  harapan semua orang.

4.Proses pengisian akalbudi/idep

Bija yang dibuat dari beras adalah buah padi yang berisi, hal ini bermakna proses penerapan makna bija dalam praktek dengan mengingat dan mengucapkan mantra om berkali-kali atau sebanyak-banyaknya itu merupakan proses pengisian mental(akal budi)
Seperti buah padi ada proses pengisiannya kiranya demikian pula mengingat dan mengucapkan bijamantra Om berulang-ulang merupakan proses pengisian akal budi agar anak bisa jadi orang bebudi dan bijaksana.
Karena itu agar punya anak yang berbudi, cerdas dan bijaksana orang tua wajib menganjurkan anaknya untuk menggucapkan bijamantra Om sehari-hari. Bangun pagi suruh mereka ingat dan ucapkan mantra om sebanyak-banyaknya ketika memuja Tuhan dan sorenya juga demikian agar batinnya berisi.
6
 
Ketika proses pengisian berlangsung melalui mengingat mantra Om maka batin akan semakin berisi. Setelah diisi  maka pikiran yang awalnya kosong/kurang cerdas akan jadi berisi yang membuat kecerdasan semakin meningkat perlahan-lahan. Akal budi yang kosong bila selalu diisi membuat akal budi seseorang  semakin meningkat. Bila  pikiran semakin cerdas dan berakal  seperti beras yang berisi tentu akan menuntun seseorang jadi orang berhasil dalam mengejar cita-citanya didunia ini. Menjadi orang cerdas atau berbudi akan mengantarkan seseorang berhasil meraih kemenagan didunia ini. Apapun peran yang mereka mainkan dalam kehidupan ini karena berbudi mereka bisa berhasil meraih kemenangan.
Terbebas dari kebodohan dan kemiskinan juga disebabkan oleh kecerdasan itu sendiri. Karena itulah agar bertambah cerdas dan jadi orang berhasil meraih kemengan seseorang harus berusaha mengisi batinnya(pikiran dan akalnya) dengan selalu ingat mantra Om sebanyak-banyaknya...
7
 
 Seperti beras warnanya putih, kiranya demikian pula pikiran yang diisi dengan cara mengingat mantra Om, maka mantra om akan membuat pikiran jadi putih suci. Karena pikiran putih suci itu akan membuat  pikiran bebas dari kegelapan hati. Karena itu bagi orang yang dirundung kegelapan sucikan pikiran dengan selalu ingat  mantra Om sebanyak-banyaknya.
Mulut juga yang dipakai mengucapkan mantra Om akan berperan untuk menyucikan ucapan. Dari mulut yang suci akan keluar kata-kata yang suci  seperti berkata dengan lemah lembut, sopan dan mulut tidak mengucapkan kata-kata kotor seperti kata-kata jorok, fitnah dan sejenis umpatan. Bila mulut  sering mengucapkan kata-kata kotor alangkah baiknya  dibilas dengan mantra Om sebanyak-banyaknya.
Selanjutnya pengucapan mantra Om didalam hati atau tanpa suara dan tanpa gerak bibir itu merupakan proses pengisian hati agar hati jadi lebih berperasaan. Hati yang berperasaan itulah landasan dari sifat bijaksana. Dari hati yang berperasaan itulah melahirkan pemikiran yang bijaksana secara menyeluruh. Selanjutnya hati yang berperasaan itulah darma. Orang yang  hidup berlandaskan darma tentu hatinya berperasaan. Karena itu agar selaras dengan darma perlu pengisian batin dengan mempraktekkan filsafat bija tersebut.

5.TUMBUH ADALAH SIFAT-SIFAT BENIH.

 
Semua benih memiliki sifat tumbuh. Tergantung benih tanaman apa yang ditanam kelak buah yang dihasilkan juga sesuai dengan benih yang ditanam. Kiranya demikian pula bila bijamantra om yang ditanamkan dalam batin seseorang dari padanya akan tumbuh sifat-sifat yang bijaksana dikemudian hari dengan hatinya jadi lebih berperasaan. Karena itu agar dihasilkan anak yang bijaksana tanamkanlah benih kebijaksanaan iaitu mantra Om dalam diri siswa/umat.
Jika seseorang mengharapkan anaknya bijaksana tapi tidak menganjurkan mereka menanamkan benih kebijaksanaan hal ini sama dengan seseorang tidak menanam padi tetapi berharap buah padi. Kalau demikian adanya dari mana didapat panenan? Tentu tidak ada panenan. Mungkin hanya rumput yang tumbuh subur dilahannya. Dalam hal ini hanya kelakuan yang tidak bijaksana yang dimiliki oleh anak didiknya. Hal ini bagaikan rumput liar yang tiada berguna yang tumbuh dilahan persawahan...

6.BEBAS DARI PENDERITAAN

 
Bebas dari kebodohan dan bebas dari kemiskinan itu semua harapan dari setiap orang dibumi dan satunya bebas dari penderitaan atau sakit-sakitan juga dambaan dari setiap orang yang menderita. Setiap orang sudah hukumnya ingin terbebas dari penderitaan siapapun mereka. Agar terbebas dari penderitaan sesuai kepanjangan kata baas menjadi bebas, pengucapan mantra dan mengingat mantra om  akan membantu seseorang terbebas dari penderitaan perlahan-lahan.
Asalkan seseorang tekun mengucapkan mantra om sebanyak-banyaknya  maka mantra tersebut akan membantu seseorang bebas dari penderitaan sedikit demi sedikit. Bagi orang yang selalu menderita atau sakit-sakitan coba biasakan mengucapkan mantra om sebanyak-banyaknya. Bangun pagi ucapkan 100x sampai 500x dan sorenya juga demikian dan setelah sampai banyak seseorang akan merasakan manfaatnya. Karenanya agar sedikit terbebas dari penderitaan manusia harus berjuang melawan kemalasan dan mau mengucapkan mantra  om sebanyak mungkin.
Dalam urusan kesehatan padukan penggunaan obat medis, herbal, terapi atau bantuan orang pintar dengan pengucapan mantra Om sehari-hari niscaya penderitaan  bisa berkurang.. 



 
7. NIRGUNA DAN SAGUNA BRAHMAN

Mantra Om adalah aksara tunggal sebagai  nama Tuhan Yang Maha Esa atau yang disebut sang hyang Tunggal....  Mantra Om tersebut merupakan nama Tuhan yang hakekatnya bersifat nirguna atau tanpa diwujudkan. Mantra om tersebut kalau diucapkan sangat singkat sekali.
Karena singkatnya mantra tersebut lalu  mantra tersebut dijabarkan  menjadi mantra yang bersifat saguna brahman dalam wujud dewa-dewi. Mantra Om dirangkai dengan nama dewa-dewi. Hal ini bagaikan benih padi ditumbuhkan menjadi amburan . Berikut ini ada beberapa mantra dalam bentuk saguna brahman sebagai berikut:

  1.        OM Namah Siwaya,
  2.        Om Namo Narayanaya,
  3.       Om Sri Ganesa ya namaha,
  4.   Hari Om,
  5.   Om Namo Bhagawate wasudewaya
  6.    Gayatri mantra dll.
 
Jika mengucapkan mantra Om terlalu pendek dan tidak bisa memusatkan pikiran pada Sang Hyang Tunggal seseorang dapat memilih salah satu mantra diatas dan menggunakan wujud dewata sesuai mantra yang diucapkan. Sebagai contoh bila mengucapkan mantra Om namah siwaya seseorang memakai gambar dewa Siwa untuk berkonsentrasi. Kiranya demikian pula dengan menggunakan mantra yang lainnya...
Pengucapan mantra diatas manfaatnya sama pula iaitu untuk pengisian batin. Karenanya bagi orang yang kurang berisi, kurang berpotensi dapat mengisinya dengan mengucapkan mantra sehari-hari,

8.Mengisi batin dengan bernyanyi.

Tekhnik pengisian dengan mengucapkan mantra seperti diatas itu merupakan teknik dasar. Guru-guru kerohanian modern yang merupakan guru sejati mengembangkan tehnik pengisian tersebut dengan cara bernyanyi. Tekniknya saja yang dirobah atau dipareasi tetapi tujuannya tidak berubah iaitu untuk mengisi batin.
 
 Dalam teknik ini mantra dalam bentuk saguna brahman tersebut diolah menjadi lagu-lagu rohani. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan beramai-ramai. Akhirnya sambil bernyanyi perlahan-lahan pikiran dan budi semakin berisi.
Selain pengisian batin melalui bernyanyi itu akan memberikan perasaan riang dan gembira. Rasa sedih bisa hilang dalam suasana hati yang riang gembira.  Pepatah mengatakan sambil menyelam minum air kiranya demikianlah sambil bernyanyi selain mengisi batin ada rasa riang gembira yang dihasilkan dari menyanyikan lagu-lagu rohani. Teristimewa bila mantra dirubah dalam bentuk nyanyian akan lebih cepat dihapal.

 9.Ilmu Padi

Semakin berisi semakin merunduk adalah suatu pandangan dari para orang tua tentang konsep ilmu padi. Konsep ilmu padi yang dilontarkan para orang tua itu konsep lama, ada konsep baru tentang ilmu padi yang kebenarannya tersimpan pada kata PADI.

 
Ilmu padi baru ditunjukkan oleh kepanjangan setiap hurup dari kata padi tersebut iaitu “Patuhi Agama/Ajaran Dengan Ikhlas”. Jadi sesuai kepanjangan kata padi tersebut ilmu padi  intinya adalah patuhi ajaran agama dengan Ikhlas.
 Mematuhi agama dengan ikhlas  dengan menerapkan makna bija itu sebagai pertanda  tunduk pada ajaran agama. Tunduk pada ajaran agama itu yang menuntun seseorang perlahan-lahan jadi orang merunduk   atau jadi orang rendah hati. Kalau tidak menerapkan ilmu padi seseorang akan selalu meninggi bagaikan padi beluk yang selalu merasa diri baik atau merasa benar.
Karenanya agar jadi rendah hati seseorang harus patuhi agama dengan ikhlas iaitu terapkan makna bija tersebut. Jangan berharap macem-macem dalam beragama, intinya terapkan makna bija kelak kecerdasannya akan semakin berisi seperti buah padi semakin merunduk ketika mulai berisi.
Bila tekun menerapkan  makna bija maka bila waktunya kecerdasannya jadi matang dan siap dipanen. Kata panen dipanjangkan menjadi “pahala menentukan nasib”.  Dalam hal ini akal yang berisi  itu sebagai pahala  yang akan menentukan nasib  seseorang kelak..

10.Mental dedak/Oot
 
Dedak adalah kulit padi hasil  buangan dari menggiling padi. Seperti kata beras ada kepanjangannya, kata dedak pun ada kepanjangannya iaitu “demen daki”. Dihubungkan dengan mental sekiranya ada manusia bermental dedak.
Mental dedak tersebut demen dengan barang daki dalam artian suka dengan berita yang kotor-kotor, suka mendengar dan membicarakan keburukan orang lain. Mental dedak tidak suka dengan ajaran kebaikan dan menolak ajaran agama.
Dalam bahasa Bali dedak disebut dengan nama Oot, kata oot dipanjangkan menjadi “sewoot”. Dalam hal ini mental dedak yang demen barang daki kebiasaannya suka sewoot. Ada orang belajar agama mengikuti guru sejati mereka akan sewoot setengah mati sementara ia sendiri ditanya soal agama tidak tahu apa-apa soal agama. Mereka juga tidak menerapkan ajaran agama dalam kesehariannya.

 
Banyak lagi kepanjangan yang lain dari kata oot diantaranya adalah “idioot, ngotot, repot, otot merosot”. Penjelasannya mental  dedak yang doyan sewoot adalah orang-orang idiot yang tidak tahu ajaran agama yang benar. Mereka sangat susah disuruh menerapkan makna bija. Walau diberi penerangan susah mengerti karena idiot. Bagi orang idiot bertradisilah yang cocok baginya.
Karena idiot mereka  jadi ngotot mempertahankan tradisinya dan menganggap itulah kebenaran. Hal ini benar juga karena kemampuan berpikirnya lemah. Repot sekali memberi penerangan agama pada orang-orang idiot. Mereka hanya mengandalkan kekuatan otot belaka akal budinya lemah.
Orang yang bermental dedak sesungguhnya moral dan kesadarannya telah merosot tetapi karena idiot mereka tidak menyadari . Tidak menyadari diri  moral dan kesadaran merosot justru orang yang belajar mengikuti guru disalahkan atau disisihkan.

 
Karena tidak suka melihat orang belajar agama mengikuti guru  merekapun mendapat ganjarannya. Ganjarannya orang tua yang suka sewoot umumnya juga punya anak idiot/kurang cerdas. Suka   ngotot kalau minta sesuatu pada orang tua. Mengurusi anak yang ngotot tentu sangat merepotkan, tapi mau diapa itu merupakan pahala dari mereka jadi orang tua bermental dedak atau oot.
Karenanya agar ada perobahan generasi dan kesadaran kebodohan jangan dipelihara. Merasa diri bodoh harus mau belajar menerapkan makna bija. Kalau diri sudah bodoh lagi tak mau belajar tentu susah ada perobahan dan sepanjang hidup jadi bodoh selamanya.
Merosotnya kesadaran dalam berbangsa dan bernegara, merosotnya  kesadaran bergotong royong  perbaikan jalan tani merupakan salah satu ciri dari manusia  kebanyakan bermental dedak. Mereka kebanyakan tidak menerapkan makna bija.

11.Mental beluk

Buah padi yang keluar putih kulitnya tanpa isi disebut beluk.  Kata beluk dipanjangkan menjadi “berlagak luhur kelihatannya”. Kata beluk dalam bahasa Bali dipanjangkan menjadi “belog, upekarane Kukuhin” artinya bodoh, upacaranya dikukuhi”.

 
Sesuai kepanjangan kata beluk diatas mental beluk yang menyusupi kepribadian akan membuat seseorang berlagak luhur atau berlagak benar kelihatannya didepan umum. Orang macam begini tidak suka  belajar agama,  tidak senang melihat orang belajar ikut perguruan  rohani. Orang  yang belajar  agama  ikut  perguruan  karena  diuji   biasa  salah bicara  dan  bahkan  salah bertindak.
Orang  yang berlagak luhur   disinilah mereka tidak  suka melihat orang yang ikut  perguruan  yang  berbuat  salah ketika  diuji.  Orang  yang berlagak  benar maunya  orang belajar  ikut  perguruan  seharusnya  lebih  baik, tidak salah-salah. Dalam belajar  mustahil  tidak  salah.  Justru  dari  kesalahan  yang pernah  diperbuat bagi  yang belajar dapat belajar  dari kesalahannya. Ini  yang  tidak mau  dimengerti oleh orang berlagak luhur.
Dengan  melihat  kesalahan  yang  biasa  dilakukan oleh orang ikut perguruan   itu membuat orang yang  tidak  ikut perguruan  merasa  diri lebih luhur  dan berlagak lebih  baik.  Berlagak luhur,  merasa diri  benar  dan memandang  rendah padaorang yang  ikut  perguruan  rohani.
Ikut  perguruan  rohani  juga   dipandang salah karena   meninggalkan  tradisi   dari warisan leluhur.  Agama  secara  tradisi  yang banyak upacara   itu  hanya  kulit-kulit  agama.  Orang  yang  cerdas mengetahui  hal itu maka  mereka   cari perguruan  rohani.
Alam  gaib  tahu  kondisi  mental  manusia  yang  sebenarnya.  Masyarakat  yang tak suka  belajar  dan  yang merasa   diri   lebih  baik  juga  diliriknya.   Salah  satu  dari masyarakatny  suatu saat ada  yang dipaksa  oleh  gaib agar  jadi pemimpin umat/pemangku.
Pemangku  dari golongan orang yang tak  suka  belajar  ikut  perguruan  diberikan  tugas  menjalankan  upacara  keagamaan. Pelajaran mereka   diseputar  bagaimana  caranya  melaksanakan upacara keagamaan.
Karena  tugasnya  sebatas  itu  maka kalau  ditanya apa maknanya  mereka  akan tidak  bisa  menerangkannya.  Mereka bagaikan  buah padi beluk  yang  keluar putih kulinya  tetapi kosong tanpa  isi.
Banyak mental masyarakat  seperti buah padi bluk iaitu  baiknya  secara  formal didepan umum,  tetapi  isi kebaikan  dihatinya  kosong, kurang berperasaan tetapi  pintar berlagak luhur/berlagak  baik atau pintar ngakali. 
Orang  yang pintar  ngakali  seperti tersebutlah  diakali  juga oleh  Alam  gaib  agar  ada kegiatan agama  dengan diberi   aturan  upacara  yang banyak  agar   mereka   belajar berkorban.  Tanpa  diberi upacara  mereka   tak  ada kegiatan  sama sekali  dalam keagamaan dalam kesehariannya.
Dibuatkanlah  hari-hari  suci  secara  formal  sehingga  masyarakat  nampak  sibuk berupacara   pada  hari tersebut.  Selepas  dari hari  formal   maka kegiatan  keagamaan  tidak ada  sama  sekali.
Hanya orang  yang belajar  agama  ikut  perguruan  yang hari-harinya  sibuk  dalam urusan  agama. Mereka  beragama  seperti  anak sekolah iaitu setiap hari  berusaha menerapkan disiplin sembahyang,  setiap hari berjapamantra  dan berkumpul  dengarkan  ceramah  agama  setiap minggu  sekali.
Tentu  juga  sebagai manusia biasa  orang  yang ikut perguruan  bukan berarti mereka  lebih pintar  dari orang yang tidak ikut perguruan.  Justru mereka mungkin lebih bodoh  tetapi menyadari kebodohannya   lalu  mereka belajar  kerohanian  berharap   minta bimbingan  dari guru  kerohanian  yang  memiliki keahlian..
Sebenarnya  masyarakat  tidak ingin jauh-jauh  cari guru kerohanian, tetapi  apa boleh buat pemangkunya  hanya  tahu  sebatas  urusan upacara saja.  Karena itu  terpaksalah loncat  cari guru kerohaian  dan belajar pada  seorang guru  yang berpengetahuan agar kelak bisa  jadi orang  yang akalnya berisi  seperti  beras.
Begitu  saja intinya orang belajar  kerohanian  agar  ia kelak jadi orang yang awalnya  kosong berubah jadi pribadi yang berisi, berasil.
Bagaikan menanam padi  agar kelak  dihasilkan buah padi iaitu beras  yang bisa  dipakai nasi.  Bukan  mengharap buah padi beluk  yang putih  tanpa  isi.  Petani  saja sedih  bila  padi  yang ditanam  kebanyakan berbuah keluar putih...

12.Mental hama

Didunia  ini ada tanaman padi tentu ada pula hamanya atau merane dalam bahasa Balinya. Kiranya demikian pula didunia ini ada orang yang berusaha menerapkan ilmu padi dan ada pula manusia bermental hama.
Manusia bermental hama tersebut sesuai kepanjangan kata hama iaitu “hanya materi”. Manusia bermental hama  dipikiran mereka hanya materi saja yang dipikirkan. Mereka tidak tertarik mendalami agama. Orang yang menerapkan ilmu padi  yang berada dilingkungan yang kebanyakan bermental hama hidupnya akan sering dipermainkan, dilecehkan. Hal ini  ibarat padi yang direbut oleh hama.
Kata hama dapat juga dipanjangkan menjadi “ hanya makan, main,mabuk-mabukan ,madat dan manak”. Hidup bermental hama hari-hari mengejar materi hal itu semata-mata agar bisa makan, main judi, mabuk-mabukan, madat lalu manak. Sangat sulit sekali menganjurkan ilmu padi  dengan menerapkan makna bija dilingkungan manusia bermental hama.

 
Hama dalam bahasa Bali disebut merane. Kata merane dipanjangkan menjadi “merase beneh” artinya merasa diri benar. Hal ini dapat diterangkan manusia bermental hama merasa diri benar dalam beragama yang hanya sebatas upacara. Baginya berupacara itulah cara beragama yang benar. Karena merasa diri benar tentu saja orang yang menerapkan maknanya dipandang salah. Salahnya tidak mengikuti tradisi.
Kalau diukur dari tradisi  orang yang menerapkan ilmu padi iaitu menerapkan makna bija jelas salah tetapi  agama membenarkan. Karena alasan itulah orang yang mengerti taat menjalankan ilmu padi dan tidak terlalu kukuh dengan tradisi.
Hukumnya orang belajar ada ujiannya, kiranya demikian pula orang yang menerapkan ilmu padi ada ujiannya. Ujiannya dipermainkan oleh orang yang bermental hama. Sementara orang yang bermental hama tidak akan mendapat ujian  dan mereka hanya mendapat ganjaran.
Ganjaran dari orang bermental hama adalah tanamannya dipermaikan oleh banyaknya hama. Ketika  tanamannya diserang banyak hama disanalah mereka pernah merasakan  kesedihan. kesedihan macam ini pula yang dirasakan oleh orang yang taat pada ilmu padi ketika diuji/dipermainkan.
20
 
Seperti hama tak punya perasaan yang penting dapat melahap tanaman petani, kiranya demikian pula manusia bermental hama tidak punya perasaan yang penting senang dapat mempermainkan orang yang taat pada ilmu padi..
Hama tanaman akan menghabiskan isi buah, kiranya  mental hama dalam diri dapat menghabiskan kecerdasan. Karena itu demi akal budi semakin berisi orang yang taat  pada ilmu padi  berusaha mengurangi mental hama  didlam dirinya.

13.Gabah, sekam  dan nasi

Gabah adalah buah padi yang masih berkulit. Kulit padi setelah dikupas disebut sekam. Kata gabah dan sekam semuanya bermakna dan berhubungan satu sama lain.

Kata gabah dipanjangkan menjadi “gegabah” atau ceroboh. Sekam sendiri dipanjangkan menjadi “semata Kama”. Hal ini dapat dijelaskan seseorang yang budinya  berisi yang masih dibalut oleh kama  mereka sering bertindak gegabah atau ceroboh dalam bertindak. Perbuatan yang ceroboh atau gegabah tersebut disebabkan semata-mata oleh dorongan kama atau hawa nafsu.
Hawanafsu tersebut menyelubungi hati yang berperasaan. Karenanya agar budi bebas dari nafsu seseorang perlu menggiling budi dengan cara pergi berkeliling jalan kaki berkelana. Melalui berkelana budi jadi bebas dan kecerdasannya meningkat yang dapat membawa keberhasilan.
Nasi sendiri dipanjangkan menjadi nasib. Hal ini bermakna dengan memiliki kecerdasan kelak nasibnyapun jadi berubah. Karenanya agar nasib berubah seseorang harus berani panas/menderita dalam menerapkan makna bija seperti nasi dipanasi.

14.Sloka-sloka
1.      
22
 
  • Aksara tunggal OM adalah Brahman yang tertinggi, pranayama adalah bentuk kesucian yang tertinggi, tetapi tidak ada yang melebihi sawitri, kebenaran adalah lebih baik dari berdiam diri(MDS II -83)
Berdasarkan sloka diatas aksara tunggal OM yang merupakan bijamantra tersebut adalah brahman atau Tuhan yang  maha tinggi. Sloka tersebut menegaskan mantra OM dan Brahman itu satu. Jadi ketika umat mengucapkan mantra OM  itu berarti mereka berhubungan langsung dengan Tuhan. Bila dengan sabar mengucapkan mantra OM maka Tuhan akan menganugrahkan  keberhasilan bagi umatnya bila saatnya.
  •  Semua upacara yajna ditetapkan didalam weda, pembakaran kurban dan upacara yajna lainnya terlampaui  tetapi ketahuailah bahwa Omkara itu kekal abadi dan itu adalah brahman, penguasa mahluk(MDS II-84).
23
 
Sloka diatas lagi menyebutkan Omkara atau mantra OM itu kekal abadi, hal ini dapat diterangkan bila seseorang selalu mengucapkan mantra OM mereka berhubungan dengan kehidupan kekal. Hidup kekal itu adalah Tuhan dan berhubungan dengan Tuhan kelak rahmat Tuhan membuat apa yang dimiliki oleh umatnya menjadi kekal. Kekal dalam artian bisa dinikmati turun temurun.
  • Hendaklah mengucapkan pranawa(aksara OM) pada permulan dan penutup pelajaran weda, karena kalau tak didahului dengan Om pelajaran akan tergelincir menyasar dan kalau tidak diikuti pada penutup maka pelajaran itu akan menghilang(MDS II-74)
Pada seloka diatas menegaskan kepada orang yang belajar  atau membuka weda wajib memulainya dengan pengucapan  mantra Om. Jika tidak didahului dengan pengucapan mantra OM pelajarannya bisa tergelincir atau menyimpang dari tujuan yang  ditetapkan oleh agama. sebaliknya pada penutup pelajaran jika tidak mengucapkan mantra Om maka apa yang dipelajari dari kitab suci akan lenyap atau hilang dari ingatan.  Karena itu penting sekali mengucapkan mantra om tersebut dan agar ingatan semakin kuat kiranya bija mantra itu harus diucapkan berulang-ulang sampai banyak...
4.      
24
 
  • Dengan mengucapkan aksara tunggal OM, iaitu Brahman dan memikirkan Aku sewaktu ajal akan meninggalkan badan jasmani, ia akan berangkat mencapai tujuan tertinggi(Bhagawadgita III-13)  

Karenanya  agar mampu  mengucapkan  mantra Om  saat ajal meninggal  perlu membiasakan diri untuk mengucapkan mantra  Om  sehari-hari. Bila  saat  ajal tiba mampu mengucapkan mantra Om atau nama Tuhan   niscaya seseorang  berangkat menuju  tujuan yang tertinggi  bersatu  dengan  Tuhan.



Sabtu, 12 Mei 2018

YOGA AKHIRI PENDERITAAN

I.PENDAHULUAN. Ketika manusia dalam kondisi fisiknya sehat walafiat kebanyakan mereka ceroboh berbuat dan tidak begitu berpikir akan datangnya sakit atau penderitaan. Adanya berbagai makanan yang dilarang oleh dokter atau dilarang oleh ajaran agama karena dalam kondisi sehat kebanyakan manusia tidak mau hiraukan. Begitu juga dikala fisik kuat manusia akan mengambil pekerjaan diluar batas waktu sampai fisiknya tidak pernah diistirahatkan.. . Hanya ketika manusia mengalami kesakitan atau hidup dalam derita barulah sebagian besar manusia berharap terlepas dari penderitaan atau kesakitan.. Demi hidupnya segera sembuh maka manusia akan berusaha berobat kesana kemari.. Karena demi hidup sehat berapapun biaya dikeluarkan bahkan harta benda bisa habis untuk berobat demi berharap kembali sehat.. Akan tetapi mungkin ada sebagian dari orang-orang sudah kesana kemari berobat tidak juga dapat kesembuhan.. Kepada orang-orang yang tidak ada kesembuhan karena obat atau bantuan dari orang pintar, mungkin sang waktu menghendaki seseorang harus mandiri dan jangan terus ketergantungan sama obat atau orang lain.. Yoga merupakan suatu jalan terakhir yang mungkin dapat membebaskan atau memutuskan seseorang dari penderitaan... Yoga dikatakan sebagai pemutus penderitaan sebab ada sebuat ayat dalam kitab suci Bhagawadgita yang mengatakan sebagi berikut: “supaya diketahui bahwa yang dinamakan yoga, adalah putusnya hubungan dengan penderitaan; yoga ini yang harus dilaksanakan dengan keteguhan hati dan pikiran yang mantap(Bhagawadgita VI-23) Jadi menurut ayat diatas hendaknya supaya diketahui bahwa yoga itu dilakukan adalah untuk memutuskan hubungan dengan penderitaan atau untuk mengakhiri penderitaan.. Karena itu sebagian dari orang yang sudah menjalani yoga adalah orang yang dirundung penderitaan atau mengalami kesulitan dalam hidupnya. Kesulitan dalam mencari rejeki, kesulitan dalam cari pekerjaan, tidak ada kebahagiaan dalam hidup, kesulitan cari jodoh, selalu hidup kesakitan dan berbagai kesulitan atau penderitaan yang sudah tiada solusinya lagi.. Orang –orang yang demikianlah yang memutuskan diri untuk melakukan yoga.. Agar bisa menjalani atau memperaktekkan yoga mereka-mereka ini akan mencari seorang guru spiritual dan kemudian mereka ikut perguruan rohani.. Di organisasi perguruan itu mereka lalu dapat pengetahuan tentang yoga dan memperolehbuku-buku panduan tentang cara beryoga.. Bila mereka merasakan ada perubahan dimana keluh kesah, derita hidupnya merasa teringankan maka merekapun mantap dalam beryoga.. Putusnya hubungan dengan penderitaan atau berkurangnya derita hidup yang dirasakan itu membuat seseorang menjalani yoga dengan keteguhan hati seperti yang disebutkan oleh ayat diatas. Yoga itu benar benar akan menjadi penghapus duka bila disertai dengan hidup yang teratur seperti dinyatakan oleh ayat berikut: Bagi yang tidak berlebihan dalam hal makan dan rekreasi, yang wajar-wajar saja dalam kegiatan kerjanya, yang tidur dan bangunnya teratur, yoga akan menjadi penghapus dukanya(Bhagawadgita VI-17).. Jadi yoga akan sebagai penghapus duka bila manusia tidak berlebihan dalam makan atau tidak berlebihan dalam rekreasi dalam hal ini manusia harus ingat waktu untuk beryoga.. Begitu juga bagi yang bekerja dengan wajar iaitu disamping bekerja ingat waktu beryoga maka yoga akan menghapus duka manusia.. Selain itu bagi yang tidur dan bangunnya teratur iaitu bangun sesuai waktu yang ditetapkan dan tidurnya tidak sampai lewat waktu disanalah yoga dapat sebagai penghapus penderitaan atau duka manusia.. jika tidur dan bangun sudah tidah teratur atau tidak mengikuti ketetapan untuk beryoga maka yoga tidak mungkin bisa sebagai penghapus duka. Orang-orang disaat fisik sehat enak bekerja kebanyakan lupa waktu untuk beryoga apalagi beruntung dalam pekerjaan kebanyakan orang lalai akhirnya karena lalai bekerja disanalah orang terjebak oleh penderitaan berkepanjangan bila energi sucinya telah habis masa pakainya..Yoga itu bagi orang yang mau teratur atau mau diatur dan yoga bukan untuk orang yang dinyatakan oleh ayat berikut: “Sesungguhnya Yoga bukanlah bagi orang yang makan terlalu banyak atau puasa terlalu banyak, Wahai Arjuna, juga bukan untuk orang yang tidur terlalu banyak atau melek terlalu banyak(Bhagawadgita VI-16).. II. ARTI YOGA Satu hal yang sangat penting diketahui orang yang ingin melakukan yoga untuk mengakhiri penderitaan, seseorang harus tahu arti Yoga itu sendiri.. Yoga itu sebuah kata dalam bahasa sansekerta yang artinya “penyatuan”. Dari beberapa sumber yoga juga diartikan “hubungan”.. Demi terbebas dari penderitaan sekiranya arti yoga iaitu penyatuan itu yang perlu dipahami dulu sesudah itu baru menjalankan yoga. Penyatuan dalam beryoga yang perlu diketahui adalah sebuah usaha penyatuan pikiran dengan Atma atau Roh yang ada didalam hati . Bukan penyatuan pada yang lain seperti yang disebutkan oleh ayat berikut: “Dengan berpegang pada keseimbangan akal, ia harus dapat mencapai ketengan sedikit demi sedikit dengan menambatkan pikiran pada Atma, tidak memikirkan apapun yang lain(Bhagawadgita VI-25).. Jadi dalam beryoga sesui ayat diatas adalah sebuah upaya penyatuan pikiran melalui upaya menenangkan pikiran sedikit-demi sedikit melalui latihan meditasi dengan menambatkan pada Atma yang ada dihatinya.. Agar seseorang bisa menyatukan pikiran dengan Atma atau bisa menambatkan pikiran dengan atma, seseorang harus berpegang pada pertimbangan akal budinya.. Dalam hal ini perlu kecerdasan untuk menimbang-nimbang dan dengan berbekal kecerdasan untuk memahami bahwa yoga dapat menghapus dukanya itu akan dapat membuat seseorang jadi mantap melakukan yoga.. Yoga secara umum dapat diartikan pula sebagai hubungan dengan Tuhan.. Melalui pengertian ini banyak orng yang dalam deritanya sudah berhubungan atau memusatkan pikirannya dengan melantunkan doa dan lagu pujaan kepada Tuhan atau memuja dewa-dewa tetapi hasilnya ada yang kurang memuaskan.. Jika kurang memuaskan sekiranya orang-orang harus berhubungan dengan menyatukan pikirannya pada Atma yang dihatinya.. Seseorang yang tidak ada solusi lagi tuk menghapus dukanya dengan memuja Tuhan atau dewa dewi yang ada diatas sana, sekiranya seseorang dianjurkan untuk menyatukan pikiran dengan Atma yang ada dihatinya.. Ada sebuah ungkapan suci weda yang terkenal iaitu “Brahman Atman aikyam” artinya Tuhan dan Atma satu”.. Pengertian Tuhan dan atman satu itu dapat dipertegas lagi iaitu Atman dihati itulah Tuhan.. Mengetahui kebenaran ini para yogi berusaha menyatukan pikirannya pada Atma yang ada dihatinya.. Karena itu seseorang yang ingin memutuskan derita hidup yang sudah tiada solusinya lagi harus mencoba melakukan yoga seperti yang dilakukan oleh para yogi. Dengan melakukan yoga atau menyatukan pikiran pada Atma maka seseorang akan bisa merasakan kebahagiaan hidup seperti yang dinyatakan oleh ayat berikut: “sesungguhnya kebahagiaan tertinggi datang pada Yogi yang pikirannya tenteram, damai yang hawa nafsunya tiada lagi, tiada noda, bersatu dengan brahman( Bhagawadgita VI-27).. Bila seseorang berusaha menyatukan pikiran pada Atma yang dihati dengan cara meditasi itu pertanda seseorang tergolong seoranng yogi.. Disaat pikiran tenteram, tenang dan damai tiada bergolak, pikiran murni, hening disanalah pikiran bersatu denga brahman dan brahman yang dimaksud sesuai maha wakya Brahman Atman aikyam adalah Atma itu sendiri.. Seperti dinyatakan oleh sloka diatas kebahagiaan datang menghampiri seorang yogi yang pikirannya terlah bersatu dengan brahman.. Dalam hal ini yang perlu diketahui Atman itu merupakan sumber kebahagiaan tertinggi. Karena Atma sumber kebahagiaan tertinggi dalam hidup demi terputusnya dari penderitaan maka pikiran harus disatukan pada Atma yang merupakan brahman yang ada dalam hati setiap insani. Demi untuk memperoleh kebahagiaan dan membebaskan diri dari penderitaan maka ayat suci berikut memerintahkan kepada manusia lewat arjuna sebagai berikut: Apapun yang menyebabkan pikiran berubah-ubah, tidak tetap, mengembara kemana-mana, cobalah usahakan mengendalikan pikiran itu sendiri dibawah pengawasan Atman(Bhagawadgita VI-26) Penderitaan yang dialami manusia sesungguhnya karena beban keinginan dalam pikiran. Beban itu membuat pikiran berubah-ubah, suka mengembara kemana-mana menerawang terjebak oleh kekuatan maya. Pikiran yang selalu banyak pikir, larut dalam hayalan duniawi itu sesungguhnya sebagai sebab penderitaan. Menyadari kondisi pikiran ayat diatas menganjurkan kepada manusia untuk mengendalikan pikiran agar menyatu dengan Atma lewat bermeditasi. Ketika pikiran bersatu dengan Atma maka Atma akan bekerja mengawasi pikiran.. Dalam pengawasan Atma atau dalam pancaran cahaya Atma maka kegelapan dipikiran dan noda-noda dipikiran akan dilenyapkan oleh pancaran cahaya Atma.. Di dunia kesehatan modern ada terapi dengan sinar infra merah, sekiraya dalam beryoga sesungguhnya seseorang sedang melakukan terapi sinar suci Atma. Benih penyakit yang ada dipikiran, noda-noda yang ada dipikiran akan dibersihkan atau dinetralisir oleh pancaran cahaya Atma yang membuat kondisi pikiran jadi segar. Setelah pikiran segar disanalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan dalam hidupnya dan terlepas dari penderitaan. III. CARA BERYOGA. Bab VI dari kitab suci bhagawadgita berjudul Dyana yoga.. Kata dyana tersebut berarti meditasi.. Arti dyana digabungkan dengan arti kata yoga dapatlah diketakui meditasi itu merupakan cara menyatukan pikiran dengan Atma.. Untuk menyatukan pikiran dengan Atma atau beryoga dalam Bhagawadkita seseorang dianjurkan beryoga ditempat terpencil seperti dinyatakan oleh Ayat berikut: “Hendaknya seorang yogi selalu berusaha untuk memusatkan pikiran ditempat terpecil sendirian, setelah menguasai pikiran dan raganya bebas dari nafsu keinginan dan kemilikan(BhagawadgitaVI-10).. Sesuai ayat diatas bagi orang yang berkeinginan menyatukan pikirannya/ beryoga mereka harus pergi ketempat terpencil sendirian. Ditempat itu mereka memusatkan pikiran pada Atmanya.. Menurut pakar yoga Swami siwanda ditempat terpencil, dihutan pikiran dengan mudah hening sehingga pikiran dengan mudah menyatu dengan Atma.. Saat pikiran telah terkendali dalam persatuan dengan Atma, maka disaat itu pikiran manusia bebas dari kendali nafsu, bebas dari kendali triguna dan bebas dari sifat keakuan atau kemilikan.. sering-sering menyatukan pikiran dengan Atma maka pikiran jadi terbebas dari kendali nafsu dan Ego.. Atma yang menjaga pikiran sehingga nafsu dan ego tidak terlalu mengendalikan pikiran.. Tetapi bagi wanita atau kaum yang lemah untuk mengikuti pernyataan ayat diatas tidak mungkinlah harus ketempat sepi , kegunung-gunung. Mereka dapat meditasi dikamar sendiri menyepi disanalah mereka bermeditasi tukmenyatukan pikiran pada Atma dengan cara memandang sebuah titik seperti dinyatakan oleh ayat berikut: Disana, dengan memusatkan pikiran kesatu titik, mengendalikan kemampuan pikiran dan kerja panca indra, duduk diatas tempat duduknya, melaksanakan yoga pada Atma guna menyucikan pikiran(Bhagawadgita VI-12).. Dalam bermeditasi tuk membuat pikiran menyatu atau terfokus pada Atma, pikirannya dipusatkan kesatu titik..Dalam prakteknya seseorang dapat membuat sebuah titik bulat sebesar kurang lebih 3 mm pada sebuah kertas.. Kemudian kertas yang berisi titik itu ditempelkan didinding berjarak kurang lebih satu meter dari tempat duduk meditasi. Saat memulai meditasi setelah duduk bersila demi memudahkan pikiran menyatu pandanglah titik itu selama lima sampai sepuluh menit. Sesudah itu pejamkan mata dan pusatkan perhatian disela alis dan biarkan perhatian selalu disela alis.. Dengan meditasi diawali memandang sebuah titik dan kemudian memusatkan perhatian disela alis akan memudahkan pikiran dan panca indra jadi diam atau jinak, dibandingkan langsung memejamkan mata dan memusatkan perhatian pada titik disela alis.. Kalau tidak makai sebuah titik seseorang bisa juga disaat malam hari dengan memandang nyala api dupa barang bebrapa menit sesudah itu baru memejamkan mata dan memusatkan perhatian disela alis. Titik kepanjangannya “tidak berkutik”. Meditasi dengan memusatkan pikiran disatu titik akan membantu pikiran jadi cepat tidak berkutik atau diam tak kemana-mana.. Ketika pikiran diam tidak berkutik maka disaat itu pikiran menyatu pada Atma. Ketika pikiran menyatu pada Atma maka seseorang telah berhasil dalam yoga seperti yang dinyatakan dalam ayat suci berikut: “Bila pikirannya yang telah terkendalikan hanya bersandar pada Atman saja, bebas dari segala keinginan akan obyek-obyek indra, maka ia dikatakan berhasil dalam yoga(Bhagawadgita VI-18). Jadi dengan berpedoman pada ayat suci diatas pikiran dikatakan berhasil dalam yoga atau bersatu dengan Atma manakala pikiran bersandar pada Atma. Pikiran yang berhasil bersandar pada Atma adalah pikiran yang diam tidak berkutik.. Memandang sebuah titik, lalu memusatkan perhatian disela alis dengan mata terpejam saat meditasi itulah cara untuk melakukan yoga iaitu menyatukan pikiran dengan Atma.. Bagi orang yang penuh derita sudah tidak ada solusi yang memuaskan cobalah lakukan yoga.. Melakukan yoga bisa ditempat sepi dipegunungan atau bisa buat kamar suci yang tertutup rapat dan disitulah seseorang dapat bermeditasi... Buat alas duduk yang tebal dari kasur atau dari spon dan alasi dengan kain bersih kemudian duduklah meditasi.. lalukan setiap pagi dan sore serta bisa malam hari antara jam 9 dan jam sepuluh.. Dengan cara itu mudah-mudahan derita yang sudah tak bisa diatasi bisa tersembuhkan. IV. PENTINGNYA MANTRA Secara umum mantra dikenal sebagai kata-kata suci yang biasa diucapkan dalam berkeyakinan. Selanjutnya kata Mantra bila dipecah dalam bahasa sanskerta menjadi suku kata man dan tra. Kata man itu menunjukkan manah yang artinya pikiran dan tra meununjukkan traiti yang artinya melindungi. Bila arti kata tersebut digabungkan menjadi “melindungi pikiran.. Dalam hal ini dapat diberi pengertian mantra adalah sebuah kata-kata suci yang diucapkan dalam beriman atau beryoga itu berguna untuk melindungi pikiran agar pikiran dengan mudah menyatu dengan Atma. Pikiran itu goyah, liar suka mengembara kemana-mana karenanya untuk melindungi pikiran agar tidak pergi kesana kemari pada saat beryoga, sekiranya mantra itu perlu diucapkan berulang-ulang.. Karena itu pada saat beryoga selain perhatian terpusat disela alis, sekiranya mantra perlu diucapkan berulang-ulang disepanjang waktu saat melakukan meditasi.. Dengan cara mengulang-ngulang mantra terus menerus saat meditasi memusatkan pikiran disela alis akan memmungkinkan pikiran jadi cepat hening, diam lalu pikiran cepat bersatu pada Atma.. Jadi dalam meditasi untuk pikiran manusia yang selalu liar bergolak, terpencar agar mudah terpusat saat meditasi haruslah dikurung dengan mantra yang diucapkan berulang-ulang.. Satu mantra yang diulang-ulang sebanyak mungkin dengan memakai japamala itulah yang disebut japa mantra. Tetapi sebelum memulai japa mantra dan memusatkan pikiran alangkah baiknya diawali dengan melantunkan doa pujaan atau lagu pujian lalu berjapa dan meditasi serta diakhiri dengan doa tuntunan dan kedamaian.. V.TAPABRATA.. Untuk menekuni kedyatmikan atau adaya upaya melakukan yoga menyatukan pikiran pada Atma, sesungguhnya tapabrata, yoga dan samadhi merupakan satu kesatuan.. Tapa secara sederhana dapat diartikan dengan melakukan puasa seperti saat ulat berkepompong. Brata sendiri artinya berpantang tidak makan atau tidak minum . Dalam berpuasa itu sudah otomatis seseorang berpantang tidak makan dan tidak minum . Karena itu maka taparata digabungkan menjadi satu baru yoga dan terakhir samadhi. Tapabrata itu merupakan suatu hal yang penting dalam melakukan yoga.. Tapa brata iaitu berpuasa dengan berpantang makan dan minum itu berguna untuk menghilangkan rasa malas, bosan dan meringankan berat badan.. Berpuasa itu untuk menghilangkan rasa kantuk pada saat berjapa dan meditasi.. Dengan dihilangkannya sifat malas dan rasa kantuk yang diakibatkan oleh sifat tamas(sifat gelap) akan memungkinkan pikiran lebih mudah menyatu pada Atma.. Bila tidak melakukan tapa brata maka sifat tamas akan mempengaruhi perasaan jadi malas berjapa danmeditasi atau mata dibuat ngantuk terus saat mau melakukan japa dan meditasi. Karena mata dibuat mengantuk akan membuat pikiran melantur tidak terarah sehingga pikiran tidak pernah bersatu pada Atma... karena itu tapa brata merupakan satu rangkaian dengan yoga dan samadhi tak boleh dipisahkan. Tapa brata dijaman modern gambarannya seperti orang yang tiap bulan ngetap oli motornya. Ngetap kepanjangannya “ngelakoni tapa brata” yang artinya melakukan tapa brata” iaitu puasa mengosongi perut seperti membuka oli motor dan mengosonginya agar oli kotornya keluar lalu diganti dengan oli baru. Oli kepanjangannya “ojo lali ingete” artinya jangan lupa ingat dalam hal ini ingat mantra berulang-ulang untuk mengisi energi suci yang membuat pikiran dan peralatan dalam dapat pelumas energi suci/rohani. Dengan tapa brata dan tambahan energi suci membuat gerakan fisik semakin lincah untuk beryoga dan berkarma. Samadi secara sederhana dapat dipanjangkan menjadi “bersama DIA” yang dapat dimaknai bila pikiran sudah menyatu pada Atma maka pikiran akan bersama-sama dengan Atma.. Pikiran bersama-sama dengan Atma itulah hasil dari melakukan yoga.. Pikiran bersama-sama Atma itu bagaikan seorang pria bisa bersatu menikah dengan seorang gadis yang dicintai.. seperti pria dan wanita yang merasa bahagia dalam pernikahannya, sekiranya demikian pula dalam kebersamaan pikiran dengan Atma itu yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan terbebas dari duka.. Tetapi pikiran itu bagaikan seorang suami yang suka selingkuh.. Dalam hal ini pikiran itu suka selingkuh dengan obyek-obyek duniawi.. sudah memiliki sumber kebahagiaan sejati, pikiran masing kepingin menikmati kebahagiaan duniawi bersama kelima pelayannya iaitu panca indranya.. VI.ATMA PELITA ABADI. Hidup dalam penderitaan berkepanjangan, selalu dirundung masalah atau tanpa sadar hidup suka membikin masalah itu pertanda hidup dalam kegelapan...Hidup dalam kecurangan, tidak suka terus terang itu juga pertanda hidup dalam kegelapan.. Berkata sesuka hati tidak menuruti agama itu juga hidup dalam kendali sifat gelap. Sifat tamas yang mengurung pikiran yang membuat hidup dalam kegelapan.. Hidup dalam derita berkepanjangan itu merupakan akibat karma dalam kegelapan yang sudah berbuah.. Disaat kehidupan medapat buah karma yang membuat hidup dalm penderitaan atau duka lara disanalah manusia sangat berharap bebas dari penderitaaan.. Untuk membebaskan diri dari kegelapan tersebut, satu satunya manusia harus cari pelita.. Atma merupakan pelita yang dapat melenyapkan kegelapan hidup. Atma itu bagaikan lampu yang menyala terang ditempat yang tak berangin seperti dinyatakan oleh ayat berikut: “Seperti lampu ditempat tak berangin nyalanya tak mengerdip”, inilah perumpamakan yang digunakan bagi pikiran yang terkendali dari seorang yogi yang melatih konsentrasi pada Atma(Bhagawadgita VI-19). Cahaya Api Atma seperti cahaya api lampu yang tenang tak mengerdip pada sebuah tempat yang tidak berangin..Begitulah cahaya Api Atma akan nampak seperti cahaya api lampu pada pikiran yang tenang tidak bergerak sama sekali.. Bila pikiran goyang atau bergerak itu bagaikan tempat yang berangin yang membuat cahaya api Atma bagaikan api lampu mengerdip ditempat berangin.. Bila angin kencang maka api lampu jadi padam. Begitu pula bila pikiran bergerak kesana kemari tidak diam maka cahaya Api Atma tidak nampak.. Karena itu butuh ketenangan pikiran agar Cahaya Api Atma yang ada dalam diri nampak bersinar bagai api lampu. Meditasi merupakan upaya untuk menenangkan pikiran dan meditasi dengan pikiran yang difokuskan pada Atma semata itu itu merupakan meditasi jalan terang. Dengan pikiran yang suci bermeditasi pada Atma semata itu membuat pikiran yang menyatu pada Atma bagaikan sebuah lilin yang berisi nyala api.. Pikiran yang berisi api Atma itu membuat pikiran cemerlang..Pikiran yang demikian disebut telah memperoleh penerangan dan Atmalah pelita penerang abadi.. Pikiran yang terang karena telah bersatu pada Atma itu membuat pikiran seseorang jadi brilian, cerdas berpengetahuan yang langsung keluar dari Atma.. Atma yang terang bersinar itu sumber penerangan dan sumber pengetahuan sejati. Pancaran cahaya Atma itulah yang membebaskan diri dari kegelapan dan duka lara.. Karena itu bagi siapapun yang hidupnya selalu dalam derita, hidup dalam kesusahan carilah Atma agar ada titik terang dalam hidup dan agar tidak selamanya dalam kegelapan.. Lakukan latihan meditasi rutin tiap hari dan fokuskan pikiran pada Atma semata tidak pada yang lain.. Meditsi pada Atma merupakan meditasi jalan terang.. Sementara meditasi selain menuju Atma jika mental tak kuat akan memungkinkan seseorang semakin terpuruk dalam kegelapan. VII. AYAT-AYAT SUCI. 1. Atma itu sendirilah yang merupakan semua dewa, Alam semesta ada pada Atma; karena Atmalah yang menghasilkan hubungan dari semua makhluk dengan karma(Manawa DS XII-119) Penjelasan singkat : Atma sesungguhnya inti dari semua dewa.. berbagai wujud dewata sesungguhnya wujud dari Atma semata. Atma memiliki kemampuan mewujudkan diri dalam berbagai rupa dewata.. 2. Aku adalah Atma yang ada dalam hati semua makhluk, wahai Gudakesa, Akulah permulaan dan akhir dari makhluk semua(Bhagawadgita X-20) Penjelasannya: Sri Krisna yang dianggap sebagai perwujudan Tuhan, beliau sendiri menyatakan dirinya Adalah Atma yang ada dalam diri manusia.. Jadi Atma itu sendiri sebagai asal mula segala wujud dewata.. 3.Dia yang memuja AKU yang bersemayam dalam semua insan, dengan tujuan manunggal, yogi yang demikian dapat tinggal dalam diriKu, walau bagaimanapun cara hidupnya(Bhagawadgita VI-31) Penjelasan singkat: Dia yang memuja Aku yang bersemayam dalam semua insan sesuai ayat 20 bab X diatas, dimana kata Aku itu menunjukkan Atma.. Kalau Tuhan diwujudkan, maka manusia akan menyembah dengan menyakupkan tangan didepan wujud Tuhan. Karena sebagai Atma maka pikiran yang tertuju pada Atma itu merupakan cara menyembah secara mental. Cara menyembah dengan pikiran itu merupakan sebuah cara dengan tujuan pikiran manunggal pada Atma.. Pikiran seorang yogi yang menyatu dengan Atma itu yang memungkinkan bisa hidup bersatu dengan Atma atau hidup dengan dilandasi kesadaran yang datangnya dari Atma.. Seorang yogi atau seseorang yang ingin menyatukan pikiran pada Atma yang ada dihatinya ia bebas dalam menempuh cara hidup dalam beriman. Mereka tidak dibatasi aturan macam-macam dalam memuja Tuhan yang ada dalam dirinya. Hal ini ibarat seseorang bekerja dirumah sendiri maka mereka bebas mengatur pekerjaannya Kalau seseorang memuja Tuhan yang ada disebuah tepat suci atau ditempat tertentu maka mereka akan terkena aturan formal yang berlaku ditempat tersebut.. Tata cara berpakaian, adat istiadat harus mengikuti aturan formal yang berlaku didaerah tersebut.. Bila memuja Tuhan ada dalam diri soal cara bersembahyang, mau sebagai apa itu bebas sesuai aturan sendiri .. VIII.SINGA PIRANG.. Singa memiliki bulu berwarna pirang. Sebagai sosok singa sebagai raja para binatang ia bergerak bebas kesana kemari penuh percaya diri. Meyakini Tuhan dalam diri dengan tujuan pikiran menyatu pada Atma itu merupakan tingkat ajaran paling tinggi. Keyakinan pada Atma itu bagaikan singa diantara para binatang. Singa kepanjangannya “semata-mata ingat Atma” dan kata pirang kepanjangannya “pikiran terang”.. Jadi bila dalam beriman semata-mata ingat Atma atau pikiran menyatu pada Atma itu membuat pikiran terang. Bila pikiran terang dalam pancaran cahaya Atma itu membuat hidup bebas dari kegelapan.. Kuasa gelap akan menyingkir atau berpikir bila pikira terang dalam pancaran cahaya Atma.. Hal itu bagaikan sosok binatang lainnya akan berpikir seribu kali untuk melawan singa kecuali dengan cara merebutnya beramai-ramai... Tetapi tujuan menyatukan pikiran pada Atma intinya adalah untuk membuat pikiran jadi terang dan terbebas dari hidup yang kelam.. sebagai manusia yang berpegang norma meyakini Atma bukanlahuntuk menyakiti orang lain. IX YOGA ASANA.. Secara formal masyarakat mengenal kata yoga melalui berbagai kegiatan yoga secara fisik yang diselenggararakan oleh pelatih-pelatih yoga yang biasa ditayangkan di media televisi... Yoga-yoga yang berupa berbagai gerakan fisik tersebut sesungguhnya disebut dengan yoga asana. Asana berarti sikap tubuh.. Dalam kegiatan yang dilakukan dimedia televisi itu yogaitu menyangkut berbagai sikap tubuh.. Sikap-sikap tubuh itu sesungguhnya sama dengan senam yang berfungsi untuk membantu fisik agar lemas, lentur.. Fisik yang lemas ,lentur itu sangat membantu dalam pelaksanaan yoga atau dalam upaya penyatuan pikiran pada Atma.. Karena itu sehabis beryoga atau sebelum beryoga dengan cara bermeditasi dan berjapa baik sekali melakukan senam atau melakukan asana.. Tetapi manusia perlu sadar jangan terpaku pada asana semata. Sesuai arti kata Yoga hendaknya upaya penyatuan pikiran pada Atma yang lebih penting. . X. Praktek mantra dan puja.. Dalam upaya penyatuan pikiran pada Atma atau beryoga dengan cara meditasi, kiranya tidak bisa terlepas dari kegiatan puja dan japa.. Penulis biasa melakukan puja seperti susunan puja dan mantra sebagai berikut: 1. Mantra OM diucapkan 3x biasa juga 9x, 11x atau lebih. 2. Gayatri mantra 3x OM Bhur Bhuwah Swah Tat sawitur warenyam Bhargo dewasya dimahi, Dhiyo yonah pracodayat 3. Santi mantra 3x 4. Mantra guru satu kali Om Gurur Brahma, Gurur Wisnu, guru saksat param brahma, tasmahe sri guruwe namaha 5. Langsung japa gayatri dirangkaikan meditasi 6. Akhiri dengan mantra Santi 3x. 7. Doa tuntunan.. Asatoma sad gamaya, tamasoma jyotir gamaya, mrityotma amritaam gamaya, Loka samasta sukino bhawantu 3x. Akhiri mantra santi 3x(0m santhi3 om)... Hakekat Pujian kepada Tuhan.. Pujian kepada Tuhan dengan syair pujian berupa doa dan mantra hakekatnya hampir sama dengan seseorang pria memuji seorang gadis dengan sepucuk surat cinta.. Orang yang pintar bikin surat cinta akan membuat kata-kata cintanya sesuai kemampuannya. Sementara orang yang tidak bisa bikin sendiri akan menjiplak surat cinta dari orang yang pintar.. Begitu juga orang yang ahli dalam membuat syair pujian kepada Tuhan akan menyusun doa-doa pujian dengan caranya sendiri.. Bagi umat yang tidak bisa membikin syair pujaan sendiri mereka akan mengikuti tata cara mereka yang ahli lalu dijadikan tradisi dan jadi corak sebuah agamanya. Tidak demikian halnya bagi yang bisa menyusun kata-kata pujian kepada Tuhan. Baginya bebas membikin pujian .. mereka tidak mutlak mengikuti tata cara yang sudah ada. Mereka bisa merangkai kata-kata sendiri dalam memuja Tuhan. Pemahaman seperti ini jarang dimiliki oleh masyarakat awam dibidang agama.. Karena jika ada cara memuja yang lain sudah dianggap keluar dari agamanya. Tuhan tidak melarangnya tetapi masyarakat yang heboh.. Kata Pengantar. OM swastyastu Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadapan Ide Sang Hyang Widhi Wasa karena atas kasihNya penulis diberi kesempatan menuliskan buku ini.. Buku yang kami tuliskan berjudul YOGA Akhiri penderitaan”. Isi dari buku yang kami tuliskan kami ambilkan dari ayat suci bhagawadgita yang penulis paparkan dalam buku ini.. Buku yang kami tuliskan itu berdasarkan pemahaman penulis yang serba terbatas, tetapi walau demikian penulis mencoba memberanikan diri menuliskannya. Karena itu diakhir kata penulis mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan dihati pembaca sekalian... Wanasari 31 Desember 2017

MEMBIDIK BINTANG TUJUAN DALAM BERAGAMA

MEMBIDIK BINTANG TUJUAN DALAM BERAGAMA
 SEUNTAI KATA
Tujuan merupakan penyebab utama bagi setiap orang dalam mencari sesuatu. Tujuan itu pula yang membuat seseorang penuh semangat dalam mencari dan menjalaninya.. Begitu juga dalam beragama tujuan yang membuat seseorang bangkit dalam beragama. Tetapi karena kegelapan banyak orang tidak tahu tujuan beragama dengan jelas sehingga semangat imannya loyo. Lama beriman hidup tetap kelam Melalui catatan ini seseorang bisa mengenal tujuan dengan jelas dalam beragama. Tujuan yang jelas dapat memacu semangat dalam iman dan tentu berharap kelak dari menjalani iman bisa jadi sosok seorang bintang..

 BANDAR JUANDA DAN TUGU NASIONAL
Aa
 Suatu hari dibulan juni 2017 sehabis panen entah mengapa perasaan hati seperti terpanggil pergi kebandar juanda surabaya. Bersamaan dengan itu saudara minta diantar kemakasar. Akhirnya dari Angkona luwu timur berangkat kemakasar dan tiba Tanggal 10 juni 2017. Dari kampung hanya saudara dan anaknya yang dipesankan tiket melalui traveloka. Sengaja tidak memesan tiket agar keberangkatan kesurabaya tak diketahui. Masalah panggilan hati itu susah kasi tahu siapapun karena akan disangka bukan-bukan. Karena itu setelah saudara naik pesawat baru beli tiket secara dadakan. Para calo tiketpun tak perlu diajari mereka tahu mana orang yang mau beli tiket dan tidak. Mereka ramai berebutan hendak belikan tiket. Karena pada rebutan penulis berkata pada mereka kalau dapat tiket paling murah saya berangkat. Begitu saja dengan enteng bicaranya. Singkat cerita ada seorang calo yang bawakan tiket seharga 700 ribu. Setelah dapat tiket disini sedikit agak seru. Mungkin secara formal kuota berangkat sudah habis tapi karena faktor lain masih ada peluang untuk berangkat. Penjaga yang bertugas jaga dipitu masuk tahu aturan formalnya demikian ia marah-marah dan berusaha menghalangi calo tersebut. Akhirnya karena rayuan demi rayuan para calo walau petugas rada kesal akhirnya mengijinkannya masuk . Tanggal 10 juni 2017 penulispun akhirnya tiba dibandara juanda. Sesampai dibandara juanda langsung jalan kaki kearah pura dekat sana kemudian naik ojek dan bermalamlah dipura itu. BINTANG DIUJUNG MENARA. Besoknya berjalan kaki begitu saja turuti perasaan hati kemana saja mau-maunya hati . Sambil turuti perasaan hati lalu ada niat buka gogel tuk lihat-lihat masjid besar di surabaya dan pilihannya jatuh kemasjid Nasional Surabaya. Perjalanannya dari pura dekat juanda sampai tugu nasional lumayan melelahkan dicapai dengan jalan kaki. Bantuan map embah gogel sangat membantu mempermudah agar sampai kemasjid tersebut. Akhirya tiba juga di malam hari di masjid itu bertepatan dengan diadakan sebuah pentas budaya dalam rangka menyambut hari raya idul fitri. Karena perjalaan melelahkan penulispun ikut bergeletakan tidur dipelataran masjid tersebut. Esok harinya baru terbangun lalu memandangi ujung tugu nasional berbentuk seperti peluru senapan. Diatasnya ada bulan sabit horisontal dan ditengah-tengahnya ada lukisan bintang. Kalau diperhatikan disetiap masjid diatas kubahnya semua ada bintangnya. Tetapi ditugu nasional kesannya lain. Adanya sebuah bentuk menyerupai peluru menuju arah bintang itu yang membuat lain dari yang lainnya.

JUANDA, TUJUAN DALAM AGAMA.

 Adanya bentuk peluru dipuncak menara tugu nasional dimasjid surabaya yang mengarah kegambar bintang dari nama bandar juanda melahirkan inspirasi. Inspirasi yang keluar dari kata juanda ditunjukkan oleh kepanjangan kata juanda iaitu “tujuan dalam beragama”. Tujuan dalam beragama sesuai lambang bintang ditugu nasional adalah Bintang itu sendiri. Bentuk peluru itu memberi petunjuk bahwa yang dibidik dalam iman adalah bintang itu sendiri. Bulan sabit adalah sebuah keker dalam iman agar arah bidikan lurus hanya tertuju pada bintang sebagai tujuan dalam beragama atau menjalani agama. Bila bintang itu dibidik akan memungkinkan seseorang berpeluang jadi sosok seorang bintang. Bila menjadi seorang bintang maka seorang berpeluang jadi seorang pemenang sejati dan tentu nasib jadi gemilang. Tahu tujuan dengan jelas dalam beragama atau menjalani agama dengan jelas akan memberikan kepastian. Dalam hal ini pasti jadi bintang yang membuat nasib jadi gemilang. Karena itu dalam beragama penting tahu tujuan dengan jelas agar jadi semangat dalam beragama. Jika beragama tidak tahu tujuan yang jelas maka beragama jadi kurang bersemangat.

BINTANG KEHIDUPAN 
Dalam beriman langsung membidik bintang dilangit biru dengan peluru senapan angin itu merupakan keimanan yang sia-sia. Seseorang harus tahu bintang kehidupan. Bintang yang bertaburan dilangit yang biru itu hanyalah simbol Roh atau Atma yang jumlahnya banyak yang ada dihati setiap manusia. Roh dihati itulah bintang kehidupan yang jadi tujuan dalam beragama. Bentuk peluru diatas tugu nasional simbol pemikiran yang lurus yang hanya dibidikkan pada Roh. Bulan sabit itu simbol kecerdasan yang membantu tuk mengarahkan pikiran agar arahnya lurus menuju roh semata. Agar pikiran dalam beriman bisa menembus sasaran iaitu Roh atau Atma dihati itulah pentingnya pikiran dibuat hening, diam dan tidak bergerak sama sekali. Meditasi merupakan latihan yang membuat pikiran bisa hening dan kekuatan nama Tuhan yang diulang-ulang yang mendorong pikiran menuju Roh. Keihlasan hati sebagai pelatuknya yang membuat pikiran lepas landas menukik menembus bintang dihati. Seperti bintang dilangit bersinar terang, sekiranya semua roh dihati terang bercahaya. Cahayanya itu yang membuat nasib terang. Pikiran cerdas dan cemerlang juga datangnya dari pacaran cahaya Roh dihati.. Tetapi seperti langit biasa penuh awan dan mendung akan membuat bintang tak kelihatan. Sekiranya demikia pula cahaya roh dihati setiap orang ada kemungkinan tertutup hawa nafsu dan memori. Karena tertutup hawa nafsu dan memori membuat cahaya kebintangan seseorang jadi tertutup. Karena itu penting batasi hawa nafsu dan hapus memori agar bisa jadi seorang bintang..

 MENARA KEHIDUPAN.

 Dalam iman pikiran yang ditegakkan dalam iman pada Roh semata itulah sebuah menara kehidupan. Kata menara memiliki inspirasi sesuai kepanjangan kata menara iaitu “memenangkan rahmat”.. Dalam hal ini bila pikiran seseorag berhasil menembus roh dihati itu tandanya seseorang memenangkan rahmat Tuhan. Melalui orang yang menembus alam rohani rahmat Tuhan akan melimpah. Tetapi Perkara membawa pikiran agar lurus menuju Roh dihati bukan perkara yang mudah. Banyak hal yang membelokkan pikiran agar tidak mengarah pada Roh. Disinilah dibutuhkan bulan sabit akal yang luhur yang tahu mengarahkan pikiran agar sampai pada Roh dihati. Karena saking susahnya menembus Roh maka bila berhasil membidik Roh maka mereka layak memenangkan Rahmat Tuhan. Rahmat Tuhan itu yang membuat seseorang berpeluang sebagai seorang bintang yang gemilang..

 MASA JAYA ITU DATANG.

 Kata masjid dipanjangkan menjadi “masa jaya itu datang”. Dalam hal ini bila seseorang berhasil memenangkan rahmat Tuhan sehingga mereka jadi seorang bintang maka masa kejayaan itu pun datang. Sekiranya demikianlah inspirasi setiap adanya gambar bintang diatas masjid. Masa kejayaan itu datang bila seseorang sudah berhasil jadi sosok seorang bintang. Rahmat Tuhan yang menyertainya.. Karena itu bidiklah bintang rohani sebagai tujua utama dalam beragama agar nasib gemilang jadi seorang bintang. Buatlah pikiran seperti peluru senapan. Bila berhasil maka seseorang bisa berpeluang jadi sosok bintang dan masa kejayaan itupun segera datang.

PANAH PASUPATI, PANAH BULAN SABIT

Dalam kisah pewayangan Diantara panca pandawa sekiranya hanya arjunalah yang mampu membidik mata burung diatas dahan. Seorang arjuna yang mampu membidik mata burung itu simbol anak manusia yang mampu membidik Roh dihatinya. Karena mampu membidik Roh dihati Arjuna juga akhirya berhak memiliki panas pasupati iaitu panah dengan ujungnya ada bulan sabitnya.. Panah menunjukkan sebuah pandagan hidup atau pedoman hidup. Pasupati kepanjangannya “pandangan suci pasti ilmiah”.. Dalam kehidupan ini agar seseorang meraih posisi atau kemenangan maka seseorang mau tak mau akan berperang dengan pandangan-pandagannya. Dengan pandangan yang berupa keyakinan itulah yang membuat seseorang bertahan dan berusaha mempertahankannya. Sebuah pandangan dalam sebuah negeri akan mempengaruhi kondisi mental, moral dan kesadaran manusia. Adanya pandangan kaku, beku dengan sistem-sistemnya yang tidak ilmiah itu akan membuat kondisi mental, moral dan kesadaran manusia jadi bobrok.. Demi ada perubahan moral dan kesadaran jadi lebih baik maka pandangan seperti panas pasupati sebagai pemungkasnya. Pandangan seperti panah pasupati sifatnya langsung mematikan pandangan orang lain yang tidak ilmiah. Demi ada perubahan walau dengan berat hati maka pandangan orang-orang yang lebih tua, semua para guru harus juga dilawan seperti kisah arjuna perang melepas panah pasupatinya... Tidak ada kata kuwalat melawan orang yang lebih tua kalau sudah kehendak dewata demi sebuah perubahan kearah yang lebih baik demi sebuahkejayaan bangsa.

 API KEBANGKITAN.

 Roh dihati adalah api kehidupan. Api rohani itu bagaikan percikan api pada busi yang membuat motor bisa hidup. Demikian pula adanya api rohani dalam tubuh membuat terjadi pembakaran dalam tubuh yang membuat dihasilkanya tenaga. Busi motor dalam tubuh adalah budi suci. Pada akalbudi yang suci ada api rohani yang aktif. Apinya itu yang membakar sari-sari makanan agar jadi energi. Semasih usia muda semua orang akalbudinya bersih yang membuat usia muda tenaga jadi fit atau segar. Sering dengan waktu karena proses pembakaran dalam tubuh akal budi jadi kotor. Makin dewasa budi manusia bagai busi kotor.karena kotor perapian dibusi jadi kecil bahkan padam. Karena tiada perapian maka motorpun susah hidup. Sekiranya api rohani juga akan padam bila pikiran sudah kotor penuh memori.. Karena itu agar akal budi kembali bersih hati harus terbuka, buka buku suci lalu ambil amplas. Amplas kepanjangannya “ambil mantra penting lalu sikir”. Mantra atau lapal suci/nama Tuhan diulang-ulang tuk bersihkan memori. Setelah akal dan pikiran bersih maka api rohani akan muncul kembali di akalbudi. Api rohanipun siap melakuakan pembakaran dalam tubuh. Pembakaran terjadi maka tenaga jadi bangkit dan tubuh jadi ringan digerakkan..

 SIDOARJO

 Sidoarjo kepanjangannya sido raharjo artinya mampu sejahtera atau makmur. Hal ini dapat diterangkan bila tujuan dalam beragam sudah tercapai akan membuat seseorang mampu mencapai taraf hidup sejahtera atau hidup makmur.. Setiap orang berharap hidup makmur atau mencapai taraf hidup sejahtera. Hidup makmur atau taraf hidup yang sejahtera dapat saja dicapai dengan semangat hidup yang membara dalam bekerja. Tetapi dengan melupakan iman dan tida membidikkan pada roh dihati maka hidup sering hanyut disungai porong. Porong artinya tanda hitam yang dibawa lahir. Hal ini bermakna untuk mencapi hidup makmur terkadang lewat cara gelap. Karena itu menjalani hidup diawali dengan jalani iman dengan membidik bintang mental jadi terang dalam pancaran cahaya rohani , rahmat Tuhan menyertai akan mampu hidup sejahtera atau makmur. Bungurasih artinya hidup bererbunga-bunga dalam kasih Tuhan bagai tanaman bunga yang bunganya bernakeka warna. Begitulah gambaran hidup sejahtera jikamanusia beriman tahu tujuan yang pasti.

LAGU BINTANG KECIL.

Lagu bintang kecil mengingatkan pada semua orang dikala usia masih kecil harus sudah belajar membidik bintang kehidupannya. Dalam hal ini sejak usia kecil sudah belajar mengarahkan pikirannya menuju Roh yang ada dihatinya. Dari kecil dibiasakan pikirannya membidik Roh dengan cara ikuti kepanjangan setiap hurup dari kata Bintang iaitu “bangkit ingat nama Tuhan agar nasib gemilang”. Bersamaan dengan itu pikiran dilatih diam atau terpusat disela halis . Dengan cara seperti itu pikiran akan melaju menuju Roh dihati. Pancaran Cahaya Roh dihati itu yang membuat mental jadi terang dan upaya membidik roh itulah yang membuat mental manusia jadi terang. Generasi anak bangsa yang rajin membidik Roh dihatinya kelak akan menjadi pribadi-pribadi yang berjiwa terang. Selain mengingatkan orang-orang diusia kecil tuk membidik bintang kehidupan, sekiranya lagu bintang kecil itu mengingatkan pada gologan orang-orang kecil agar membidik bintang. Buruh, kuli, tani itulah golongan kaum kecil. Jadi golongan kecil dalam kehidupan ini umumnya kalah saing dalam kehidupan ini. Peluang kerja dan peluang hidup lebih banyak dikuasai oleh orang gedean. Agar golongan kecil kelak bisa memenangkan peluang dalam hidup harus jadi seorang bintang. Agar jadi seorang bintang mereka harus berjuang membidik bintang kehidupannya yang ada dihatinya. Mereka harus bangkit ingat nama Tuhan agar nasibnya gemilang. Inilah pesan ajaran singkat dari kepanjangan kata bintang. Jika jadi orang kecil tidak ikuti kepanjangan kata bintang ya mau tak mau susah nasibnya gemilang.

 ZIKIR,ZIKAT PIKIRAN

 Pikiran bercengkrama dengan pancaindra membuat pikiran jadi sibuk memikirkan obyek-obyek indrawi.Mikirkan kerjaan, mikir kesenangan, mikir mobil, mikir jodoh dan lain-lain.. Akibat dari mikir obyek indrawi tersebut membuat pikiran penuh memori. Memori itu menggelapkan dan kekuatan gelap ikut nempel dimemori. Memori dan kekutan gelap itu lalu bermain menutupi pancaran cahaya Roh dihati. Demi terang memori itu harus dizikat dengan cara berzikir sebanyak mungkin. Karena berzikir tuk menyikat memori maka kata Zikir dipanjangkan menjadi “zikat pikiran”. Demi pikiran selalu terang bagai langit biru tanpa awan maka setiap hari wajib berzikir.. Jika tidak berzikir maka mentalnya jadi porong. Ada kekuatan gelap mengendalikan pikiran.. Nasibpun bisa jadi kelam... Porong kepanjangannya “pongah merongrong”. Mental gelap pongah merongrong uang negara maka negara tidak akan pernah mencapai sidoarjo iaitu “sido raharjo”.

UMROH KEDUNIA ROHANI

UMROH KE DUNIA ROHANI
 SEUNTAI KATA.
 Seiring sang waktu berlalu tanaman yang ditanam tumbuh lalu mengeluarkan bunga dan buah sendiri. Begitu juga dari iman yang selalu dijalani tiap hari dari padanya membuat ada buah pemikiran yang bermunculan.. Salah satunya adalah buah pemikiran “umroh kedunia Rohani”.Buah pemikiran ini lalu dipetik dan ditempatkan pada kertas sebagai wadahnya. Buah pemikiran dalam wadah kertas dibagi-bagikan siapa tahu ada yang berminat. Buah pemikiran ini tidak mutlak benar.karena itu jangan langsung begitu saja dinikmati dan jangan pula langsung memponisnya.nilai dulu!
 JALAN PELUNCUR.
 Keyakinan masyarakat umum yang bisa dijalani beramai-ramai dalam permainan catur itu bagaikan langkah pion yang bergerup. Iman gaya pion tersebut merupakan iman yang lurus dan sah secara formal atau diakui undang-undang negara. Termasuk kegiatan umroh ke tanah suci dan tata caranya yang bisa dijalani oleh seluruh umat muslim juga tergolong dalam grup pion. Keyakinan umat sudah bulat bahwa apa yang dicontohkan oleh nabi sudah benar. Disisi lain dibalik umroh yang bersifat formal, tentu ada segelintir orang yang menempuh perjalanan umroh kedunia rohani. Orang yang menempuh umroh keduni rohani dalam catur tergolong jalannya peluncur. Jalan orang miring-miringan. Arah perjalanan umroh kedunia rohani sebenarnya lurus jalannya tetapi agak miring seperti langkah peluncur dipapan catur. Jumlah orang macam peluncur agak langka dan aneh dimata publik. Kepala peluncur yang lancip melambangkan kecerdasan orang-orang seperti peluncur lancip dan tajam sehingga bisa menempuh umroh secara rohani. Seperti jalur pion dan peluncur yang berdekatan, sekiranya jalan yang diambil peluncur sebenarnya tidak begitu jauh dari keyakinan umum. karena ketajaman kepalanya(inteleknya) yang runcing membuat ia menemukan ada makna dibalik kegiatan umroh secara umum tersebut. Maknanya itulah yang dipraktekkan oleh sipeluncur sehingga jalannya lain. Orang umroh kemekah mereka umroh kedunia rohani. Bagi orang yang ingin ikutan umroh kedunia rohani sekiranya dapat ikuti jalan yang ditempuh oleh peluncur. Tapi harus rela dicap miring oleh masyarakat golongan pion . Tidak boleh marah dan tidak boleh menghina itu sudah hukumnya. Dihina boleh tapi menghina tidak boleh. Jika menghina itu tandanya gagal.

 MAKNA UMROH.

 Kalau diperhatikan jalan peluncur dipapan catur merupakan jalan potong kompas atau jalan singkat. Dalam hal ini ketajaman kepala(intelek) peluncur yang membuat ia bisa menemukan maknanya sehingga bisa berjalan potong kompas, lebih singkat dan lebih bermanfaat. Karena jalan singkat maka maknanya juga sebagian berupa singkatan kata-kata. Kata umroh, jumroh, kata haji, kotak hitam, batu hitam, tawaf, masjidil haram dan air zam-zam semuanya ada makna yang ditemukannya. Maknanya adalah sebagai berikut:
 1. UMROH 
Kata Umroh merupakan singkatan dari “untuk menemukan ROH dihati”. Sesuai kepanjangan kata Umroh tersebut, perjalanan umroh secara rohani adalah sebuah upaya untuk menemukan roh yang ada didalam hati. Dalam upaya menemukan Roh dihati dimana pikiranlah yang diarahkan kedalam hati dengan laku zikir dan tapakur atau menghening. Pikiran bisa menemukan Roh dihati bila pikiran benar-benar hening. Kegiatan umroh kedunia rohani rutin dilakukan setiap hari pagi dan sore hari. Bangun pagi mandi, lakukan solat diteruskan berzikir lalu heningkan dan diamkan pikiran. Sorenya juga demikian.. setelah cukup sejam lakukan kegiatan seperti biasanya. 
2. HAJI
 Kata haji setiap hurupnya dipanjangkan menjadi “Hanya Allah jadi incaran”. Dalam menekuni dunia rohani sekiranya hanya Allah yang jadi incaran, bukan yang lainnya. Allah atau Tuhan ada didalam hati iaitu ROH itu sendiri. Pikiran peluncur yang tajam mampu temukan bahwa ROH dihati itulah Allah atau TUHAN. Mampu temukan Roh maka rahmatNya akan tercurah.
 3. KA’BAH.
 Ka’bah artinya kubus. Dalam hal ini ka’bah merupakan bangunan yang berbentuk kubus atau berbentuk kotak. Ka’bah yang berbentuk kubus atau kotak yang dibungkus kain hitam itu hanyalah simbol pikiran bawah sadar. Kain hitam yang membungkus ka’bah itu simbol memori duniawi dari setiap keinginan manusia yang menempel dipikiran bawah sadar. Memori duniawi itu menggelapkan pikiran. Ada kekuatan gelap dimemori itu yang membuat pikiran jadi gelap. Kekuatan gelap datang dari dari alam dunia. Pikiran bawah sadar dengan memorinya itu bagai kotak yang menutup keberadaan Roh dihati. Cahaya Roh yang cemerlang tak terlihat karena ditutupi oleh memori tersebut. Kekuatan gelap dipikran juga melarang pikiran secara sadar untuk menemukannya. Kotak kepanjangannya “kotor tak akan kelihatan”. Bila pikiran kotor pul memori duniawi membuat cahaya Roh tidak akan kelihatan. Perlu membersihkan memori agar cahaya Roh ditemukan. Ka’bahkepanjangannya “karakter berubah” bila cahaya roh telah ditemukan .cahayanya yang merubah kepribadian. Mekah kepanjagannya “merekah” kasih Tuhan dihati bila cahaya Roh ditemukan. Mekah kepanjangannya “memiliki kasih sayang” bila cahaya Roh memancar.
4. BATU HITAM. 
Batu hitam yang bulat tersebut dalam hati itu simbol Roh dihati. Roh dihati bisa ditemukan bila tekad telah bulat dalam iman. Roh dihati tersebut aslinya suci, terang bercahaya tetapi karena adanya hawa nafsu dan memori duniawi dipikiran membuat cahayaNya yang suci tertutupi. Hal inilah yang diberitakan oleh nabi bahwa aslinya batu hitam itu putih dan menjadi hitam karena dosa manusia. Batu ini dikatakan batu surgawi pemberian malaikan jibril. Maknanya pancaran cahaya Roh itu bisa memberikan kehidupan surga. Kehidupan surga adalah kehidupan dengan nasib yang cemerlang dalam pancaran cahaya Rohani. Kata Jibril dipanjangkan menjadi “jiwa brilian”. Bila pikiran secara sadar bisa masuk pada Roh saat zikir dan meditasi itu akan membuat seseorang jadi berjiwa briliant atau cemerlang. Tetapi sesuai warna batu hitam tersebut seseorang yang menekuni dunia rohani langkahnya akan terlihat gelap oleh orang-0rang dibumi. Dicap miring seperti langkah peluncur Tetapi dibalik gelap aslinya dia briliant. Karena briliant membuat seseorang berpengetahuan dengan sendirinya. Pengetahuan itu keluar dari pancaran cahaya Roh. Hajar kepanjangannya “hanya yang terpelajar ”. Aswad kepanjangannya “akan sebagai wadah”. Hal ini dapat diterangkan hanya orang yang terpelajar iaitu orang yang inteleknya runcing dan tajam seperti peluncur batinnya akan berperan sebagai wadah untuk meneriwa pengetahuan Rohani. Kalau pikiran bulat seperti pion, tumpul seperti benteng dan terlalu buka mulut seperti kuda tidak layak. Pikirannya kurang lancip
. 5. JUMROH
Jumroh atau melempar batu . Batu merupakan bahan pondasi dari sebuah bangunan. Kata Batu kepanjangannya “batin tulus”. Batin tulus merupakan pondasi iman agar tercapai tujuan menemukan Roh. Batin yang tulus dalam iman akan dibuang begitu saja kearah Roh oleh panca indra. Panca indra tak suka dengan batin yang tulus karena batin yang tulus mengabaikan kesenangan indrawi. Panca indra manusia cenderung ingin menikmati kesengan indrawi. Karena suka dengan kesenangan indrawi maka batin tulus tak ada gunanya bagi sipanca indra. Karena tak ada gunanya maka pancaindra melemparkannya begitu saja pada Roh.. Panca indra melemparkan batin tulus pada roh bagaikan tangan melemparkankan batu disekeliling ka’bah. Kegiatan melempar batu disebut Jumroh. Kata Jumroh kepanjangannya “jumpa Roh”. Dalam hal ini dilandasi batin tulus yang membuat pikiran bisa berjumpa pada Roh dihati. Batin yang tidak tulus yang lebih memilih bercengkrama dengan panca indra menuruti kesengan indrawi tentu pikiran tak akan ketemu Roh. Dalam kenyataannya orang yang menekuni rohani akan akan dibuang dalam pergaulan orang duniawi.
 6. Tawaf 
Tawaf merupakan kegiatan mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Mengelilingi ka’bah tujuh kali itu bermakna memutar tasbih sampai tujuh putaran tasbih agar pikiran sampai pada Roh sebagai tujuan iman. Berzikir sampai tujuh putaran tasbih itu berfungsi untuk mengurung dan mengikat pikirang agar bisa sampai pada Roh. Kalau tidak diikat pikiran cenderung lari, liar dan susah diajak menghening. Berzikir juga berguna untuk menyikat memori dipikiran agar pikiran jadi bersih. Setelah bersih pikiran jadi mudah didiamkan dan cahaya Roh dihati jadi bisa memancar menembus pikiran. Zikir kepanjangannya “zikat pikiran”. jadi dalam hal ini demi menemukan roh sekiranya harus berzikir tuk menyikat memori sebisanya sebanyak tujuh putaran tasbih.. Tawaf kepanjangannya “taat wajib filsafat”. Dalam hal ini bila taati ajaran rohani wajib pakai filsafat atau maknanya agar tidak tersesat arah...
7. Mencium batu Hitam
 Anak muda yang sedang cium-ciuman itu tandanya mereka sedang bermain cinta. Dalam hal ini mencium batu hitam itu simbol adanya rasa cinta pada ROH dihati. Rasa cinta pada Roh dihati yang membuat seseorang melakukan umroh kedunia rohani. Muka atau wajah menempel pada batu hitam itu simbol pikiran menempel pada Roh saat hening. Menempelnya pikiran pada Roh itu tandanya tujuan iman telah sampai pada tujuan. Pikiran berlabuh pada Roh dihati.. Roh dihati itu sebagai batu penjuru iman. Roh dihati merupakan arah kiblat dari iman seorang peluncur. Karena kiblat imannya ada dihati maka kemanapun sikap pisiknya baginya oke-oke saja. Tetapi sebagai manusia bernorma kalau ada dilingkungan pion harus ikuti kebersamamaan.
 8. AIR ZAM_ZAM
 Air Zam-zam itu merupakan simbol kesadaran rohani yang ada disumur kedalaman hati. Roh itu sumber kesadaran yang tidak ada habisnya sepanjang masa. Pikiran yang hening yang mampu meneguk air kesadaran rohani. Berzikir sebanyak mungkin didalam hati lalu menghening merupakan cara meneguk air kesadaran rohani tersebut. Agar kesadaran diri tidak kering sama sekali, sekiranya penting sekali menyelam kedalam hati untuk meneguk air kesadaran rohani yang abadi. Jika tidak meneguk air kesadaran rohani didalam hati, maka kesadaran jiwa jadi kering dan bahkan bisa tandus bagai dipadang pasir. Hiduppun selalu merasa haus akan keduniawian tidak pernah merasa cukup. Karena terus haus itu yang membuat manusia suka berperang. Sedikit-sedikit perang hanya mengadu otot. Bagaikan tanaman yang kekeringan susah hidup lama. Begitu juga hidup manusia yang mengering kesadaran jiwanya tidak mungkin bisa berumur panjang. Umur manusia yang pendek-pendek dijaman modern itu pertanda kesadarannya kebanyakan kering. Karena itu menempuh kehidupan rohani membuat hidup jadi berkelimpahan aliran kesadaran rohani. Zam-zam artinya berkelimpahan. Dalam hal ini hidup jadi berkelimpahan aliran kesadaran rohani bila pikiran dibawa menyelam kedalam roh didalam hati. Manusia haruslah mencari air keabadian ini agar fisik dan mentalnya jadi segar. Akal encer, cair atau cerdas dan energi pun mencair bila pikiran sampai pada Roh dihati. Zam-zam ada juga yang mengartikan “stop-stop. Kalau diartikan stop-stop ini dapat dimaknai seseorang harus berjuang untuk menyetop gerak pikirannya. Saat pikiran mampu distop sampai tidak bergerak sama sekali maka disaat itulah pikiran menempel pada Roh. Kalau pikiran kocak sulitlah menemukan Roh. Zam-Zam ada yang mengartikan “berkumpullah”. Hal ini dapat di terangkan jika seseorang ingin dapatkan air kesdaran rohani pikirannya harus berkumpul dengan roh. kata Zam-zam dipanjangkan menjadi zamar-zamar. Hall ini menerangkan keberadaan roh dihati manusia itu zamar-samar antara ada dan tiada. Mereka ada bagi yang percaya dan tidak ada bagi yang tak percaya.

9.TROWONGAN MINA.
Trowongan merupakan simbol ruang atau jalannya pikiran yang telah mengenali Roh didalam hati. Mina dalam bahasa sanskerta artinya ikan. Ikan kepanjangannya “kebajikan”. Ikan hidup didalam air dalam hal ini kebajikan tersebut ada bila pikiran menembus alam rohani. Diantara bangsa ikan sekiranya lindunglah yang bisa bikin terowongan atau lubang kedalam tanah. Dalam hal ini pikiran yang diarahkan menuju Roh dihati itu bagaikan seekor lindung dan Roh dihati itulah pelindung sejati setiap manusia. Bila pikiran menukik kedalam roh dihati seperti lindung bikin terowongan maka Roh itu akan jadi pelindung sejati. Tapi jika pikiran tidak dibawa kedalam roh maka roh tidak akan menjaganya.
 Jadi terowongan mina itu menunjukkan jalan kerohanian yang ditempuh pikiran tuk menuju alam rohani. Dalam hal ini pikiran menemukan roh bagaikan lindung masuk kedalam tanah  menemukan air tanah.
 10. MASJIDIL HARAM.
 Lokasi masjidil haram merupakan tempat yang suasananya dianggap paling damai. Ditempat ini dipantangkan membunuh binatang dan menebang pohon tanpa tujuan.. Hal ini bermakna untuk menekuni kerohanian agar pikiran bisa menemukan Roh, sekiranya diharamkan melakukan tindak kekerasan, bahkan dipantangkan sama sekali tidak makan daging apapun. Melakukan tindak kekerasan itu sifat-sifat binatang. Memakan daging dapat memicu sifat binatang iaitu suka kekerasan baik keras secara nyata atau kaku dalam batin. Karena itu bagi penekun kerohanian harus mengurangi makan daging. Pikiran akan susah diajak hening kalau suka makan daging. Karena pantang kekerasaan, mau mengalah maka tentu saja hidup akan damai. Ciri utama penekun rohani adalah suka damai. Tetapi jangan juga tertipu penjudi, peminum juga suka suasana damai agar tidak ketahuan polisi. Mereka juga suka berdamai dengan cara membayar agar tidak masuk penjara. Tetapi kedamaian seperti bersifat semu. Pikiran menyatu pada Roh merupakan wujud kedamaian sejati. Roh itu sumber kedamaian. Menjalani dunia rohani penting suasana damai dan menuju dunia rohani merupakan cara mendamaikan batin agar tidak selamanya membrontak. Air kesadaran rohani berperan sebagai pendingin hati. . Masjidil kepanjangannya “masa jaya itu datang, ide-ide lahir. HARAM kepanjangannya “hasil rajin meditasi”. Jadi bila pikiran sudah menemukan Roh dihati maka ide-ide lahir mengalir sebagai pertanda masa jaya itu datang. Semua itu hasil dari meditasi.
 BIKIN BATU PERMATA.
 Menekuni dunia rohani itu seperti membuat batu permata. Adanya kilatan cahaya pada batu permata itu simbol cahaya Roh yang memancar padapikiran yang bersih. Batu yang bulat itu simbol batin tulus menjalani dan dengan tekad yang bulat. Kegiatan menggosok batu merupakan simbol simbol berzikir berulang-ulang. Dari gesekan amplas yang berulang-ulang membuat batu jadi mengkilap. sekiranya dari gesekan nama Tuhan yang diulang-ulang pada batin iaitu pada pikiran dan akal budi membuat cahaya Roh memancar. Permata kepanjangannya “perannya sebagai mata ilmu pengetahuan”. Dalam hal ini pancaran cahaya Roh itu berperan sebagai mata ilmu pengetahuan.. Karena itu jika dalam hidup tidak ada pekerjaan atau jadi anak pengangguran sekiranya masih ada pekerjaan iaitu membikin batu permata spiritual.. gosok pikiran dengan berzikir dan jadikan sebagai hobi... Rajin ber zikir atau berjapa Siapa tahu hidup dikemudian hari bernilai seperti permata. Biar kecil nilainya bisa mahal seperti batu bacan.. modalnya Cuma bacan iaitu bacaan atau lapal yang dihapalkan dan dirapalkan...

Sabtu, 11 November 2017

IDEOLOGI PANCASILA MODERN

Pancasila sebagai ideologi  bangsa merupakan pedoman utama bagai seluruh rakyat indonesia dalam berbangsa dan bernegara.. Ideologi sebagai pedoman hidup    merupakan sebuah pedoman yang seharusnya  dijadikan  petunjuk mejalani hidup dalam berbangsa dan bernegara agar  tercapainya kemakmuran  dan kejayaan bangsa..
Karena kemajuan jaman yang semakin laju yang membuat bangsa ini   berada dijaman modern  membuat pemikiran anak-anak bangsa  tentu berbeda dengan kehidupan masyarakat dimasa lampau.. Ideologi pancasila dengan pola pemikiran  yang sudah lampau tentu  kurang pas dengan kehidupan generasi yang serba modern.
Karena pola pemikiran dalam penjabaran pancasila yang sudah tua  tentu kurang  mampu memberi tuntunan pada generasi masa kini..Akibatnya ada  generasi bangsa mengabaikan ideologi pancasila dan berusaha ingin menggantikannya..
Karena itu agar ideologi pancasila  kembali dapat dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara oleh masyarakat indonesia modern,  sekiranya ideologi pancasila  harus juga dimodernisasi.. Berikut salah satu  wujud   sila-sila dari pancasila dengan ide-ide modern iaitu:
1. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA , LAMBANGNYA BINTANG
 Sila ketuhanan  menerangkan bahwa  setiap manusia indonesia  harus menyadari  bahwa  dirinya dilandasi asas ketuhanan. atau ada Zat Tuhan  yang melandasi hidupnya.
Zat Tuhan tersebut bersifat asasi atau mendasari hidupnya.. Zat Tuhan atau asasketuhanan ada dalam hatinya masing-masing dengan sebutan bermacam-macam. Ada yang menyebut Atma, Roh, spirit  atau soul..
kata Maha menunjukkan  jumlah Zat Tuhan itu besar ataudalam jumlah yang banyak  sebanyak manusia dibumi dan semua makhluk hidup ada asas ketuhanan yang melandasinya...
Kata Esa menunjukkan  walaupun zat Tuhan ada dalam jumlah yang banyak, namun zat itu memiliki sifat esa  iaitu  terang, bersinar dan memiliki  energi kasih..
Bintang sebagai lambang asas ketuhanan itu menunjukkan Roh itu  dihati semua orang  bersinar  bagai bintang-bintang dilangit  dan menerangi  perjalanan hidup manusia dibumi agar terang mentalnya.
Akan tetapi karena ada ruang pembatas dan sesuatu lain hal membuat   cahaya Roh yang cemerlang tidak memancar menerangi  mental manusia. Hal itu bagaikan bintang dilangit dikala malam hari ditutup oleh mendung  dan awan.
Dalam diri manusia ada awan berupahawa nafsu dan memdung memori yang menempel dipikiran yang membendung  pancaran cahaya Rohani tersebut.  karena pancarannya yang suci terhalang maka kelamlah nasib manusia dibumi..
Manusia harus menghapus memorinya  agar cahaya Roh memancar meneranginya  hidup manusia..Cara menghapus memori adalah dengan mengikuti kepanjangan setiap hurup dari kata Bintang iaitu "Bangkit Ingat Nama Tuhan Agar Nasib Gemilang"..
seseorang harus bankit ingat nama Tuhan setiap pagi dan sore agar pikirannya bersih yang membuat nasibnya gemilang dan bisa berpeluang jadi seorang bintang.
Sila ketuhanan ditempatkan pada urut nomer satu itu mengingatkan kepada masyarakat dalam menjalani  hidupnya harus menomer satukan asas ketuhanan agar mentalnya terang. dari mental-mental terang  akan membuat nasib bangsa jadi gemilang  dipimpin oleh manusia bermental terang.
2. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
LAMBANNGNYA RANTAI
Sifat kemanusiaan yang adil dan beradab dengan sendirinya ada pada pribadi seseorang bila  asas ketuhanan didalam batin manusia memancar menerangi mentalnya.. Karena itu  agar  ada sifat kemanusiaan yang adil dan beradab manusia harus   ikuti kepanjangan kata Rantai iaitu rajin taati iman"
Iman  itu sebagai rantai pengikat mental yang mebuat manusia  memiliki sifat kemanusiaan yang adil dan beradab.. Iman sebagai rantai  pengikat mental bila manusia indonesia rajin taati imannya. Bila manusia  tidak taati iman maka mental manusia jadi liar seperti binatang tak bertali  dan manusiapun tidak memiliki sifat adil dan beradab.. perilaku manusiapun jadi liar, suka korupsi  seperti binatang liar yang suka merusak

3, PERSATUAN INDONESIA BERLAMBANG BERINGIN..

Pohon beringin merupakan simbol keimanan yang teguh .. Kata beringin kepanjangannya "memberi angin segar".. Hal ini dapat diterangkan  dari iman yang teguh  akan membuat pancaran cahaya Rohaani akan membuat  angin berhembus memberi kesegaran mental.. dari kesegaran mental tersebut  membuat terwujudnya persatuan Indonesia..
Nama Tuhan yang diucapkan dalam iman  sangat besar manfaatnya iaitu membantu menyebarkan  kesucian yang memancar dari roh yang membuat angin berhembus memberi kesegaran..Nama Tuhan itu ibarat biji beringin yang kecil bisa tumbuh jadi pohon beringin yang besar  yang dapat mempersatukan manusia..
Jika manusia melalaikan manfaat nama Tuhan yang suci maka  angin akan berhembus jadi panas akibat hawa nafsu manusia belaka dan  dorongan hawa nafsu itu yang suka dengan perpecahan  dimana-mana..

4.SILAKERAKYATAN YANGDIPIMPIN OLEH HIKMAH DAN KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN BERLAMBANG SAPI..

Sila kerakyatan menunjukkan asas demokrasi  yang berlaku dinegara Indonesia.. pemimpin bangsa ditentukan oleh pilihan rakyat dan rakyat yang memilih pemimpin yang memiliki hikmah dan kebijaksanaan. pemimpin yang memiliki hikmah dan kebijaksanaan dipilih melalui musyawarah atau dengan sistem perwakilan.
Sapi sebagai lambang punya makna dimana kata sapi menunjukkan pribadi yang " insapi diri"  dalam hal ini pemimpin yang dipilih adalah orang yang sudah " menginsapi diri"  iaitu pemimpin yang sudah mengolah ladang hatinya seperti sapi yang  bisa dipakai membajak lahan agar jadi gembur layak ditanami padi dan kapas..Pemimpin yang insap dipilih maka masyarakat akan ikut jadi orang insap yang mau bersama-sama merombak bangsa  agar mejadi maju atau lebih baik.

5.SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA LAMBANGNYA PADI DAN KAPAS.
Keadilan  sosial bagi seluruh rakyat indonesia akan terwujud bila  masyarakat semuanya menerapkan ilmu padi modern dan ilmu kapas. Ilmu padi modern  itu sesuai kepanjangan setiap hurup dari kata padi iaitu "patuhi agama dengan ikhlas".. Bila patuhi agama dengan ikhlas itu akan membuat akal manusia berisi seperti buah padi berisi yang kemudian  menjadi beras.  Kata beras menunjukkan "berhasil"  karena akal berisi. berhasil karena akal berisi itu merupakan  hukum keadilan semesta.. Keadilan semesta itu yang berlaku dalam kehidupan sosial iaitu orang yang berisi pastilah jadi orang berhasil.
Ilmu kapasnya  diperoleh dari kepanjangan kata kapas iaitu "kasih sayangpada sesama".. Jadi orang berhasil dan memiliki kasih sayang pada sesama itu akan membuat  terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh Rakyat indonesia.
Intinya kembali  kesila pertama sebagai kepalanya.. Bila pemahaman asas  ketuhanan  benar  maka sila-sila yang lainnya akan menyertai...