Selasa, 03 Desember 2019

ILMU AGAMA MODERN UNTUK MEMACU LAJU KESADARAN DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA


SEUNTAI KATA
Puji syukur senantiasa penulis persembahkan kehadapat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang karena atas kasihnya kami dapat menuliskan sebuah ide-ide spirit yang bisa dijadikan sebuah ilmu dalam beragama.
Ilmu agama yang berupa ide-ide spirit tersebut harapan penulis  dapat berguna untuk memacu kesadaran  seseorang untuk mentaati norma-norma. Disaat kesadaran kita yang sedang mengalami kemuduran sekiranya ide-ide ini sangat tepat sekali diterapkan siapa tahu  bermanfaat.
Demikianlah seuntai kata dari penulis tentang tulisan ini  yang jumlahnya hanya seberapa lembar saja. Tentu saja tulisan ini jauh dari sempurna karena itu penulis mohon maaf jika ide-ide  pada tulisan ini  kurang keren  dan kurang berbobot.                                                Wanasari , Desember 2019

                                                                                                                  Penulis...
PENDAHULUAN
Zaman boleh modern, teknologi boleh canggih akan  tetapi nampaknya  nilai kesadaran  pada seseorang  dewasa ini mengalami kemunduran. Kemunduran nilai kesadaran untuk mentaati norma( dalam berbangsa dan bernegara) sepertinya merupakan  efek samping dari kemajuan dunia teknologi . Akan tetapi bila direnungi  merosotnya kesadaran  seseorang  juga  sebagai akibat ajaran agama  kurang begitu mengimbangi perkembangan zaman dengan inovasi-inovasi dibidang keagamaan.
Faktor zaman gelap(KALI YUGA,Hindu) juga  membuat pemikiran manusia  dalam beragama sulit mengembang. Karena pengaruh zaman  gelap membuat manusia beragama sebatas mengikuti dogma  yang dibakukan sebagai kitab suci terdahulu.. karena pembakuan ajaran tersebut membuat inovasi  dibidang keagamaan sesuai jamannya kurang berkembang sehigga jaman telah modern pemahaman agamanya kebanyakan tetap seperti 2000 tahun yang lalu.
Supaya pemahaman agama berkembang sesuai jamannya dan bangkitnya kesadaran diri,  seseorang boleh mencoba ilmu agama modern. Ilmu agama modern merupakan ilmu agama yang bersumber dari praktek kemandirian dari laku spiritual dan panggilan  jiwa.  Dari laku spiritual tersebut melahirkan ide-ide spirit atau inspirasi yang dikumpulkan menjadi ilmu agama modern.
Ilmu agama modern tersebut  salah satunya diambil dari pemaknaan sebuah sepeda dayung. Pada sepeda dayung tersebut  terdapat ide-ide spirit yang bisa dijadikan sebuah ilmu dalam beragama. Dengan ilmu agama pada sepeda dayung tersebut akan memungkinkan kesadaran seseorang bisa laju. Selain kesadaran laju sekiranya gerakan fisik manusia juga bisa jadi lebih enerjik dan gesit.
Demi kesadaran  bisa laju sekiranya seseorang tidak ada salahnya mencoba ilmu agama modern tersebut. Apapun latar belakang agama seseorang bisa mencoba ilmu agama modern tersebut. Seperti sepeda dayung yang ada ditoko  bisa dimiliki oleh siapa saja yang berminat dan memiliki uang.
Sekiranya demikian pada seseorang yang masihmemiliki kecintaan pada bangsa dan negaranya silahkan pacu kesadarannya dengan ilmu agama modern agar bangkit.

NILAI NILAI SPIRIT PADA SEPEDA.

Untuk menerapkan ilmu agama modern demi untuk memacu kesadaran untuk mentaati norma terlebih dahulu seseorang harus mengenal nilai-nilai spirit pada sebuah sepeda dayung. Dengan mengenal nilai-nilai spirit tersebut akan memungkinkan seseorang bisa praktek ilmu agama modern. Nilai-nilai spirit pada sepeda dayung dijelaskan dibawah ini iaitu:

1.SEPEDA DAN SPEED.
Sepeda sebagai alat transfortasi yang muncul sebagai hasil sebuah teknologi yang dikembangkan oleh manusia bila direnungi kata sepeda tersebut berasal dari kata speed dalam bahasa inggris. Kata speed tersebut berarti “kecepatan”. Dalam hal ini sepeda tersebut dibuat oleh manusia tentu tiada lain untuk memacu kecepatan  manusia  dalam bepergian untuk sampai disebuah tujuan.
Sesuai arti kata speed iaitu kecepatan sekiranya dalam beragama dilandasi ilmu agama modern akan memungkinkan  aliran kesadaran manusia akan dipercepat atau dibuat laju. Kesadaran seseorang yang lamban bisa dibuat laju jika ilmu agama modern yang ada pada sepeda diterapkan tiap hari.

2.KEPANJANGAN KATA SEPEDA
Kata sepeda dipanjangkan menjadi “sembahyang penting dasarnya agama”.  Sesuai kepanjangan kata sepeda sekiranya  sembahyang itu suatu hal yang penting karena sembahyang dasarnya agama.   Dikatakan dasarnya agama karena hanya dengan  melakukan sembahyanglah tandanya orang beragama. Jika tidak sembahyang  berarti orangnya tidak menjalankan agamanya  bagaikan punya sepeda tetapi tak pernah dipakai.
 Agama pada dasarnya sebuah praktek bukan sebuah pengakuan. Dari praktek keagamaanlah yang memungkinkan kesadaran bangkit. Tanpa praktek keagamaan maka kesadaran jadi merosot. Tanpa praktek  maka agama bagai sepeda diam tidak berperan apa-apa dalam  hidup manusia. agama jadinya tidak memacu kesadaran manusia bagaikan sepeda yang tidak membantu mempercepat seseorang untuk bepergian.

2. DAYUNG.
Makna yang terdapat pada kata dayung ditunjukkan oleh kepanjangan kata dayung iaitu diawal akan terhuyug-huyung.  Hal ini dapat dijelaskan diawal mula seseorang menerapkan ilmu agama modern diawal mula akan sehuyung-huyung atau sering kesandung masalah.  Hidup sering kesadung masalah sama seperti  orang memulai belajar sepeda yang sering terjatuh karena belum terbiasa dan belum seimbang.. Tetapi bila tabah  berlatih walau kesandung masalah maka manfaat ilmu agama modern akan dirasakan bagai bepergian naik sepeda dayung.

3. SETANG
Dalam memulai bersepeda sekiranya yang pertama kali yang dipegang adalah setangnya. Nilai spirit yang terdapat pada setang ditunjukkan oleh kepanjangan kata setang iaitu “sembahyang tanggung jawab”. Dalam hal ini dapat dijelaskan sebagai manusia yang bergama sekiranya sembahyang merupakan sebuah tanggung jawab. Karena sembahyang dipertanggung jawabkan tiap hari maka kesadaran jadi dipacu atau dipercepat kebangkitannya.
Seperti setang sepeda  sebagai tempatberpegangan, sekiranya  dapat dikatakan sembahyang  merupakan pegangan hidup bagi orang beragama. Dengan menjadikan agama sebagai pegangan hidup maka kesadaran manusia  jadi lebih laju.

4.KAKI ,PEDAL DAN RANTAI
Setelah memegang  setang dengan kedua tangan  kemudian seseorang mulai menggunakan kaki untuk menginjak pedal. Makna yang ditunjukkan oleh kata kaki ditunjukkan oleh kepanjangan kata iaitu  “kalian kerjakan iman”. Kata pedal kepanjangannya “penting dalam hati” dan kata  rantai kepanjangannya “Rajin memutar tasbih ingat  nama Tuhan”.
Sesuai kepanjangan kata kaki,pedal dan rantai setelahmenyembah Tuhan seseorang harus kerjakan iman  yang terpenting dalam hati iaitu rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan(sesuai agama masing-masing). Seperti sebuah sepeda bisa melaju kencang jika rantainya diputar, sekiranya demikianpula jika rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan maka kesadaran  bisa dipacu atau dipercepat.

5. SADEL
Sadel merupakan tempat duduk pada sebuah sepeda.nilai spirit pada sadel ditunjukkan oleh kepanjangan kata sadel iaitu “sadar, eling”.  Hal ini dapat diterangkan  bila  rajin sembahyang mengerjakan iman maka seseorang dalam menjalani kehidupan bisa jadi orang sadar akan kedudukannya dan eling pada norma.
Karena itu demi jadi orang sadar dan selalu eling norma seseorang  haruslah berusaha rajin sembahyang dan kerjakan iman didalam hati denganmemutar tasbih(100x -500x) minimal setiap pagi dan sore hari.

6.REM.
Rem merupakan perlengkapan sebuah sepeda  yang  berguna untuk memperlambat atau menghentikan laju sebuah sepeda. Manakala jalan menurun atau didepan ada orang menghalangi supaya tidak menabrak atau tabrakan sekiranya rem itu yang berfungsi memberhentikan laju gerak sepeda.  Rem itu sangat berguna sekali  bila jalan menurun supaya  tidak terjerumus kejurang.
Nilai spirit pada rem ditunjukkan oleh kepanjangan kata rem iaitu “renungan, meditasi”.  Meditasi merupakan sebuah kegiatan  dengan sikap duduk merenung. Dalam meditasi  yang diupayakan adalah melatih untuk mendiamkan pikiran agar tidak bergeraksama sekali. Meditasi sama dengan kegiatan mengheningkan pikiran.
Dengan mendiamkan pikiran atau heningakan memungkinkan akal sehat jadi berkembang sehingga  hidup  tidak terjerumus atau tidak terjadi benturan dalam beriman. Sebab  dalam beriman dengan memutar tasbih kenceng-kenceng selain kesadaran dipacuadakemungkinan  nafsu juga ikut serta. Adanya nafsu akan memungkinkan hidup terjerumus  dan tabrakan dalam beriman. Untuk menghindari hal itu terjadi seseorang harus memasang rem iman iaitu meditasi yang kuat.
Dalam hal ini dalam bersembahyang  dan memutar tasbih ingat Tuhan  haruslah disertai upaya mendiamkan pikiran dengan memusatkan perhatian disela alis. Biarkan pikiran  hening sehening mungkin  supaya akal sehat berkembang. Jika tidak menghening maka akal sehat dibungkus oleh nafsu yang memungkinkan  munculnya akal curang dan jahil..

7.RODA
Roda merupakan benda bulat yang melengkapi sepeda yang membuat sepedabisa melaju. Makna  spirit dari roda ditunjukkan oleh kepanjangan kata roda iaitu” ROH didada”. Hal ini dapat dijelaskan bahwa roh yang ada dalam dada manusia merupakan roda kehidupan yang sekiranya menggerakkan tubuh manusia. akan tetapi sifat roh itu pasif seperti roda pada sebuah sepeda.
Diperlukan upaya dari manusia untuk  menjalankan ajaran agama  dengan laku sembahyang, memutas tasbih agar roh didada memacu gerak kesadaran dan kecepatan gerak fisik manusia.  jika  manusia bermasa bodoh maka  roh didada  bagaikan roda sepeda yang diam  karena tidak diputar.
BAN menunjukkan pengorbanan. Dalam hal ini agar  kekuatan , kesadaran  bangkit dari roh dibutuhkan sebuah pengorbanan. Pertama pengorbanan secara batin berupa pengorbanan ego dengankeikhlasan hati tuk jalani ajaran agama sebagai ban dalamnya.kedua  pengorbanan lahiriah berupa pengorbanan waktu, tenaga dan  harta benda sebagai ban luarnya. Dengan pengorbanan tersebut memungkinkan gerak kesadaran jadi lebihlembut dan lancar.
Angin menunjukkan” adanya keinginan”. Keinginan merupakan hal yang mendasari semua upaya. Termasuk upaya tuk bangkitnya kesadaran juga dilandasi keinginan  bagaikan adanya angin dalam ban. Tanpa keinginan  sekiranya  laju kesadaran juga  kurang lancar..
Trali menunjukkan “trampil, inisiatif”. Jadi pribadi trampil dan punya inisiatif untuk sebuah kemajuan sekiranya  penting agar  bangkitnya kesadaran diri....
Pelek menunjukkan “pengetahuan  agama yang lengkap”.  Untuk menekuni ajaran agama agar bangkitnya kesadaran sekiranya pengetahuan agamanya harus lengkap, tidak bolehspotong-spotong.
Pentil menunjukkan “penting ikhlas”. Dalam hal ini agar ada  keinginan  untuk memacu kesadaran diri sekiranya penting adanyakeikhlasan hati dalam ibadah. Keinginan yang luhur  masuk dihati dalam keikhlasan.
Pompa kepanjagannya “polos melakukan pernapasan”.  Melakukan pernapasan  dalam berlatih penting juga dilakukan agar ada udara segar dlam  tubuh yang memungkinkan munculnya keinginan-keinginan luhur..
Penabur  menunjukkan pengetahuan atau buku-buku rohani  yang didalamnya  banyak ada  butir-butiran kata-kata mutiara yang berguna untuk memacu semangat dalam hidup.  Gemuk menunjukkan “gemar membaca buku rohani” sebagaipelembut batin....
Mangkok kepanjangannya “remang-remang, kocak-kocakan”. Hal ini menarangkan alam rohani itu bagai  lampu yang menyala remang-remang dibayangi pikiran yang kocak-kocakan. AS menunjukkan Asal mula. Dalam hal ini seseorang harus menyadari bahwa Roh itu sebagai asal mula hidup manusia.
Gir kepanjangannya “gigih ingat Roh”. Gir dan as sangat berdekatan tempatnya hal itu menunjukkan  dalam beriman seseorang gigih ingat Roh karena Roh itulah asal hidup manusia. Dengan gigih ingat Roh(Zikir) akan membuat roh akan memacu gerak  kesadaran dan fisik manusia.


8. PIRINGAN
Piringan sebagai tempat rantai yang diputar punya kepanjangan “tampil miring-miringan”.Dalam hal ini  orang yang menekuni ilmu agama, didepan orang awam terkadang akan terlihat tampil miring-miringan. Tampilan lahirnyasaja diawal mula akan terlihat miring-miringan tetapi  kesadarannya  laju mengikuti panggilan rohani.
Dalam permainan catur orang dari kalangan kelas  bawah yang beragama dilandasi ilmu  agama itu bagaikan peluncur. Sementara masyarakat awam yang pemikirannya masih  dangkal dalam ilmu agama tapi mau mengikut itu bagaikan pion beramai-ramai  ibadah.  Sebagai pribadi pion tentu saja  merasa diri lurus-lurus  saja saja jalannya. Tetapi bila  sudah mendalam ilmu agamanya pastilah tampilannya terlihat miring atau aneh dimasyarakat.Mereka jadi lain dari yang lainnya.
Tetapi walau miring tentu laju kesadarannya bisa laju bagai gerakan peluncur  dan  bisa sebagai peluncur  ilmu pengetahuan..

MENGGENJOT TENAGA
.
Di usia yang mulai renta kebanyakan  tenaga manusia menurun  walaupun sudah makan seperti biasanya. Memutar tasbih ingat nama Tuhan berulang-ulang  amat berguna untuk menggenjot tenaga agar bangkit yang memungkinkan  fisik jadi ringan digerakkan.
Menggenjot tenaga dengan memutar tasbih ingat nama Tuhan didalam hati itu seperti menggenjot sepeda dayung dengan memutar  rantai dengan kaki. Semakin kuat dan berulang-ulang memutar rantai akan membuat laju sepeda semakin kencang. Begitu pula semakin kuat tekun memutar tasbih ingat nama Tuhan sebanyak mungkin akan memungkinkan gerak fisik juga semakin laju.
Begitulah sekiranya manfaat beragama dengan ilmu agama akan mempercepat laju gerak fisik dan tentunya mempercepat laju kesadaran  pada seseorang. Karena itu dikala kesadaran seseorang lamban  sebaiknya dipacu dengan ilmu agama modern tiap hari.

BEKAL DIHARI TUA.
belajar ilmu agama agar mahir seperti orang mahir naik sepeda sebaiknya sejak usia masih muda seseorang menekuni ilmu agama.  Dari muda membiasakan melatih ilmu agama sekiranya kelak bisa menjadi bekal dihari tua.
Dihari tua tubuh yang rentan diserang penyakit dengan tenaga yang semakin melemah tentu saja ilmu agama  sangat membantu meringankan beban pisik  bagi orang yang sejak usia muda sudah melatih ilmu agama.Ilmu agama tersebut berguna untuk memacu tenaga agar bangkit. bangkitnya tenaga tersebut tentu  dapat meringankan  beban fisikdikala usia sudah renta.
akan tetapi  bagi orang yang semasa mudanya tidak melatih diridalam ilmu agama tentu saja disaat tubuh renta baru menerapkan ilmu agama tentu saja kurang bermanfaat atau sifatnya untung-untungan. 
Benar sifatnya untung-untungan sekali belajar ilmu agama dikala fisik sudah renta bagaikan usia sudah tua baru belajar naik sepeda. Karenanya agar ilmu agama tersebut berguna dihari tua untuk meringankan beban fisik dalam bergerak alangkah baiknya semasih muda mencoba  belajar ilmu agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar