SEUNTAI KATA
Puji syukur
senantiasa penulis persembahkan kehadapat Tuhan Yang Maha Pengasih dan
Penyayang karena atas kasihnya kami dapat menuliskan sebuah ide-ide spirit yang
bisa dijadikan sebuah ilmu dalam beragama.
Ilmu agama
yang berupa ide-ide spirit tersebut harapan penulis dapat berguna untuk memacu kesadaran seseorang untuk mentaati norma-norma. Disaat kesadaran
kita yang sedang mengalami kemuduran sekiranya ide-ide ini sangat tepat sekali
diterapkan siapa tahu bermanfaat.
Demikianlah
seuntai kata dari penulis tentang tulisan ini
yang jumlahnya hanya seberapa lembar saja. Tentu saja tulisan ini jauh
dari sempurna karena itu penulis mohon maaf jika ide-ide pada tulisan ini kurang keren
dan kurang berbobot. Wanasari
, Desember 2019
Penulis...
PENDAHULUAN
Zaman boleh
modern, teknologi boleh canggih akan tetapi nampaknya nilai kesadaran pada seseorang dewasa ini mengalami kemunduran. Kemunduran
nilai kesadaran untuk mentaati norma( dalam berbangsa dan bernegara) sepertinya
merupakan efek samping dari kemajuan
dunia teknologi . Akan tetapi bila direnungi merosotnya kesadaran seseorang juga sebagai akibat ajaran agama kurang begitu mengimbangi perkembangan zaman
dengan inovasi-inovasi dibidang keagamaan.
Faktor zaman
gelap(KALI YUGA,Hindu) juga membuat
pemikiran manusia dalam beragama sulit
mengembang. Karena pengaruh zaman gelap
membuat manusia beragama sebatas mengikuti dogma yang dibakukan sebagai kitab suci terdahulu..
karena pembakuan ajaran tersebut membuat inovasi dibidang keagamaan sesuai jamannya kurang
berkembang sehigga jaman telah modern pemahaman agamanya kebanyakan tetap
seperti 2000 tahun yang lalu.
Supaya
pemahaman agama berkembang sesuai jamannya dan bangkitnya kesadaran diri, seseorang boleh mencoba ilmu agama modern.
Ilmu agama modern merupakan ilmu agama yang bersumber dari praktek kemandirian
dari laku spiritual dan panggilan jiwa. Dari laku spiritual tersebut melahirkan
ide-ide spirit atau inspirasi yang dikumpulkan menjadi ilmu agama modern.
Ilmu agama
modern tersebut salah satunya diambil
dari pemaknaan sebuah sepeda dayung. Pada sepeda dayung tersebut terdapat ide-ide spirit yang bisa dijadikan
sebuah ilmu dalam beragama. Dengan ilmu agama pada sepeda dayung tersebut akan
memungkinkan kesadaran seseorang bisa laju. Selain kesadaran laju sekiranya
gerakan fisik manusia juga bisa jadi lebih enerjik dan gesit.
Demi
kesadaran bisa laju sekiranya seseorang
tidak ada salahnya mencoba ilmu agama modern tersebut. Apapun latar belakang
agama seseorang bisa mencoba ilmu agama modern tersebut. Seperti sepeda dayung
yang ada ditoko bisa dimiliki oleh siapa
saja yang berminat dan memiliki uang.
Sekiranya demikian pada seseorang yang masihmemiliki
kecintaan pada bangsa dan negaranya silahkan pacu kesadarannya dengan ilmu
agama modern agar bangkit.
NILAI NILAI SPIRIT PADA SEPEDA.
Untuk menerapkan ilmu agama
modern demi untuk memacu kesadaran untuk mentaati norma terlebih dahulu
seseorang harus mengenal nilai-nilai spirit pada sebuah sepeda dayung. Dengan
mengenal nilai-nilai spirit tersebut akan memungkinkan seseorang bisa praktek
ilmu agama modern. Nilai-nilai spirit pada sepeda dayung dijelaskan dibawah ini
iaitu:
1.SEPEDA DAN SPEED.
Sepeda sebagai alat transfortasi
yang muncul sebagai hasil sebuah teknologi yang dikembangkan oleh manusia bila
direnungi kata sepeda tersebut berasal dari kata speed dalam bahasa inggris.
Kata speed tersebut berarti “kecepatan”. Dalam hal ini sepeda tersebut dibuat
oleh manusia tentu tiada lain untuk memacu kecepatan manusia
dalam bepergian untuk sampai disebuah tujuan.
Sesuai arti kata speed iaitu
kecepatan sekiranya dalam beragama dilandasi ilmu agama modern akan
memungkinkan aliran kesadaran manusia
akan dipercepat atau dibuat laju. Kesadaran seseorang yang lamban bisa dibuat
laju jika ilmu agama modern yang ada pada sepeda diterapkan tiap hari.
2.KEPANJANGAN KATA SEPEDA
Kata sepeda dipanjangkan menjadi
“sembahyang penting dasarnya agama”.
Sesuai kepanjangan kata sepeda sekiranya
sembahyang itu suatu hal yang penting karena sembahyang dasarnya
agama. Dikatakan dasarnya agama karena
hanya dengan melakukan sembahyanglah
tandanya orang beragama. Jika tidak sembahyang berarti orangnya tidak menjalankan
agamanya bagaikan punya sepeda tetapi
tak pernah dipakai.
Agama pada dasarnya sebuah praktek bukan
sebuah pengakuan. Dari praktek keagamaanlah yang memungkinkan kesadaran
bangkit. Tanpa praktek keagamaan maka kesadaran jadi merosot. Tanpa
praktek maka agama bagai sepeda diam
tidak berperan apa-apa dalam hidup
manusia. agama jadinya tidak memacu kesadaran manusia bagaikan sepeda yang
tidak membantu mempercepat seseorang untuk bepergian.
2. DAYUNG.
Makna yang terdapat pada kata
dayung ditunjukkan oleh kepanjangan kata dayung iaitu diawal akan
terhuyug-huyung. Hal ini dapat
dijelaskan diawal mula seseorang menerapkan ilmu agama modern diawal mula akan
sehuyung-huyung atau sering kesandung masalah.
Hidup sering kesadung masalah sama seperti orang memulai belajar sepeda yang sering
terjatuh karena belum terbiasa dan belum seimbang.. Tetapi bila tabah berlatih walau kesandung masalah maka manfaat
ilmu agama modern akan dirasakan bagai bepergian naik sepeda dayung.
3. SETANG
Dalam memulai bersepeda sekiranya
yang pertama kali yang dipegang adalah setangnya. Nilai spirit yang terdapat
pada setang ditunjukkan oleh kepanjangan kata setang iaitu “sembahyang tanggung
jawab”. Dalam hal ini dapat dijelaskan sebagai manusia yang bergama sekiranya sembahyang
merupakan sebuah tanggung jawab. Karena sembahyang dipertanggung jawabkan tiap
hari maka kesadaran jadi dipacu atau dipercepat kebangkitannya.
Seperti setang sepeda sebagai tempatberpegangan, sekiranya dapat dikatakan sembahyang merupakan pegangan hidup bagi orang beragama.
Dengan menjadikan agama sebagai pegangan hidup maka kesadaran manusia jadi lebih laju.
4.KAKI ,PEDAL DAN RANTAI
Setelah memegang setang dengan kedua tangan kemudian seseorang mulai menggunakan kaki
untuk menginjak pedal. Makna yang ditunjukkan oleh kata kaki ditunjukkan oleh
kepanjangan kata iaitu “kalian kerjakan
iman”. Kata pedal kepanjangannya “penting dalam hati” dan kata rantai kepanjangannya “Rajin memutar tasbih
ingat nama Tuhan”.
Sesuai kepanjangan kata
kaki,pedal dan rantai setelahmenyembah Tuhan seseorang harus kerjakan iman yang terpenting dalam hati iaitu rajin
memutar tasbih ingat nama Tuhan(sesuai agama masing-masing). Seperti sebuah
sepeda bisa melaju kencang jika rantainya diputar, sekiranya demikianpula jika
rajin memutar tasbih ingat nama Tuhan maka kesadaran bisa dipacu atau dipercepat.
5. SADEL
Sadel merupakan tempat duduk pada
sebuah sepeda.nilai spirit pada sadel ditunjukkan oleh kepanjangan kata sadel
iaitu “sadar, eling”. Hal ini dapat
diterangkan bila rajin sembahyang mengerjakan iman maka
seseorang dalam menjalani kehidupan bisa jadi orang sadar akan kedudukannya dan
eling pada norma.
Karena itu demi jadi orang sadar
dan selalu eling norma seseorang
haruslah berusaha rajin sembahyang dan kerjakan iman didalam hati
denganmemutar tasbih(100x -500x) minimal setiap pagi dan sore hari.
6.REM.
Rem merupakan perlengkapan sebuah
sepeda yang berguna untuk memperlambat atau menghentikan
laju sebuah sepeda. Manakala jalan menurun atau didepan ada orang menghalangi
supaya tidak menabrak atau tabrakan sekiranya rem itu yang berfungsi
memberhentikan laju gerak sepeda. Rem
itu sangat berguna sekali bila jalan
menurun supaya tidak terjerumus
kejurang.
Nilai spirit pada rem ditunjukkan
oleh kepanjangan kata rem iaitu “renungan, meditasi”. Meditasi merupakan sebuah kegiatan dengan sikap duduk merenung. Dalam
meditasi yang diupayakan adalah melatih
untuk mendiamkan pikiran agar tidak bergeraksama sekali. Meditasi sama dengan kegiatan
mengheningkan pikiran.
Dengan mendiamkan pikiran atau
heningakan memungkinkan akal sehat jadi berkembang sehingga hidup
tidak terjerumus atau tidak terjadi benturan dalam beriman. Sebab dalam beriman dengan memutar tasbih
kenceng-kenceng selain kesadaran dipacuadakemungkinan nafsu juga ikut serta. Adanya nafsu akan
memungkinkan hidup terjerumus dan
tabrakan dalam beriman. Untuk menghindari hal itu terjadi seseorang harus
memasang rem iman iaitu meditasi yang kuat.
Dalam hal ini dalam
bersembahyang dan memutar tasbih ingat Tuhan haruslah disertai upaya mendiamkan pikiran
dengan memusatkan perhatian disela alis. Biarkan pikiran hening sehening mungkin supaya akal sehat berkembang. Jika tidak
menghening maka akal sehat dibungkus oleh nafsu yang memungkinkan munculnya akal curang dan jahil..
7.RODA
Roda merupakan benda bulat yang
melengkapi sepeda yang membuat sepedabisa melaju. Makna spirit dari roda ditunjukkan oleh kepanjangan
kata roda iaitu” ROH didada”. Hal ini dapat dijelaskan bahwa roh yang ada dalam
dada manusia merupakan roda kehidupan yang sekiranya menggerakkan tubuh
manusia. akan tetapi sifat roh itu pasif seperti roda pada sebuah sepeda.
Diperlukan upaya dari manusia
untuk menjalankan ajaran agama dengan laku sembahyang, memutas tasbih agar
roh didada memacu gerak kesadaran dan kecepatan gerak fisik manusia. jika
manusia bermasa bodoh maka roh
didada bagaikan roda sepeda yang
diam karena tidak diputar.
BAN menunjukkan pengorbanan.
Dalam hal ini agar kekuatan ,
kesadaran bangkit dari roh dibutuhkan
sebuah pengorbanan. Pertama pengorbanan secara batin berupa pengorbanan ego
dengankeikhlasan hati tuk jalani ajaran agama sebagai ban dalamnya.kedua pengorbanan lahiriah berupa pengorbanan
waktu, tenaga dan harta benda sebagai
ban luarnya. Dengan pengorbanan tersebut memungkinkan gerak kesadaran jadi
lebihlembut dan lancar.
Angin menunjukkan” adanya
keinginan”. Keinginan merupakan hal yang mendasari semua upaya. Termasuk upaya
tuk bangkitnya kesadaran juga dilandasi keinginan bagaikan adanya angin dalam ban. Tanpa
keinginan sekiranya laju kesadaran juga kurang lancar..
Trali menunjukkan “trampil,
inisiatif”. Jadi pribadi trampil dan punya inisiatif untuk sebuah kemajuan
sekiranya penting agar bangkitnya kesadaran diri....
Pelek menunjukkan
“pengetahuan agama yang lengkap”. Untuk menekuni ajaran agama agar bangkitnya
kesadaran sekiranya pengetahuan agamanya harus lengkap, tidak
bolehspotong-spotong.
Pentil menunjukkan “penting
ikhlas”. Dalam hal ini agar ada
keinginan untuk memacu kesadaran
diri sekiranya penting adanyakeikhlasan hati dalam ibadah. Keinginan yang
luhur masuk dihati dalam keikhlasan.
Pompa kepanjagannya “polos
melakukan pernapasan”. Melakukan
pernapasan dalam berlatih penting juga
dilakukan agar ada udara segar dlam tubuh
yang memungkinkan munculnya keinginan-keinginan luhur..
Penabur menunjukkan pengetahuan atau buku-buku
rohani yang didalamnya banyak ada
butir-butiran kata-kata mutiara yang berguna untuk memacu semangat dalam
hidup. Gemuk menunjukkan “gemar membaca
buku rohani” sebagaipelembut batin....
Mangkok kepanjangannya
“remang-remang, kocak-kocakan”. Hal ini menarangkan alam rohani itu bagai lampu yang menyala remang-remang dibayangi
pikiran yang kocak-kocakan. AS menunjukkan Asal mula. Dalam hal ini seseorang
harus menyadari bahwa Roh itu sebagai asal mula hidup manusia.
Gir kepanjangannya “gigih ingat
Roh”. Gir dan as sangat berdekatan tempatnya hal itu menunjukkan dalam beriman seseorang gigih ingat Roh
karena Roh itulah asal hidup manusia. Dengan gigih ingat Roh(Zikir) akan
membuat roh akan memacu gerak kesadaran
dan fisik manusia.
8. PIRINGAN
Piringan sebagai tempat rantai
yang diputar punya kepanjangan “tampil miring-miringan”.Dalam hal ini orang yang menekuni ilmu agama, didepan orang
awam terkadang akan terlihat tampil miring-miringan. Tampilan lahirnyasaja
diawal mula akan terlihat miring-miringan tetapi kesadarannya
laju mengikuti panggilan rohani.
Dalam permainan catur orang dari
kalangan kelas bawah yang beragama
dilandasi ilmu agama itu bagaikan peluncur.
Sementara masyarakat awam yang pemikirannya masih dangkal dalam ilmu agama tapi mau mengikut
itu bagaikan pion beramai-ramai
ibadah. Sebagai pribadi pion
tentu saja merasa diri lurus-lurus saja saja jalannya. Tetapi bila sudah mendalam ilmu agamanya pastilah
tampilannya terlihat miring atau aneh dimasyarakat.Mereka jadi lain dari yang
lainnya.
Tetapi walau miring tentu laju
kesadarannya bisa laju bagai gerakan peluncur
dan bisa sebagai peluncur ilmu pengetahuan..
MENGGENJOT TENAGA
.
Di usia yang mulai renta
kebanyakan tenaga manusia menurun walaupun sudah makan seperti biasanya.
Memutar tasbih ingat nama Tuhan berulang-ulang
amat berguna untuk menggenjot tenaga agar bangkit yang memungkinkan fisik jadi ringan digerakkan.
Menggenjot tenaga dengan memutar
tasbih ingat nama Tuhan didalam hati itu seperti menggenjot sepeda dayung
dengan memutar rantai dengan kaki.
Semakin kuat dan berulang-ulang memutar rantai akan membuat laju sepeda semakin
kencang. Begitu pula semakin kuat tekun memutar tasbih ingat nama Tuhan
sebanyak mungkin akan memungkinkan gerak fisik juga semakin laju.
Begitulah sekiranya manfaat
beragama dengan ilmu agama akan mempercepat laju gerak fisik dan tentunya
mempercepat laju kesadaran pada
seseorang. Karena itu dikala kesadaran seseorang lamban sebaiknya dipacu dengan ilmu agama modern
tiap hari.
BEKAL DIHARI TUA.
belajar ilmu agama agar mahir seperti orang mahir naik sepeda sebaiknya sejak usia masih muda seseorang menekuni ilmu agama. Dari muda membiasakan melatih ilmu agama sekiranya kelak bisa menjadi bekal dihari tua.
Dihari tua tubuh yang rentan diserang penyakit dengan tenaga yang semakin melemah tentu saja ilmu agama sangat membantu meringankan beban pisik bagi orang yang sejak usia muda sudah melatih ilmu agama.Ilmu agama tersebut berguna untuk memacu tenaga agar bangkit. bangkitnya tenaga tersebut tentu dapat meringankan beban fisikdikala usia sudah renta.
akan tetapi bagi orang yang semasa mudanya tidak melatih diridalam ilmu agama tentu saja disaat tubuh renta baru menerapkan ilmu agama tentu saja kurang bermanfaat atau sifatnya untung-untungan.
Benar sifatnya untung-untungan sekali belajar ilmu agama dikala fisik sudah renta bagaikan usia sudah tua baru belajar naik sepeda. Karenanya agar ilmu agama tersebut berguna dihari tua untuk meringankan beban fisik dalam bergerak alangkah baiknya semasih muda mencoba belajar ilmu agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar